Tanah Papua
Perjuangankan Hak-Haknya Pemuda Kamoro di Mimika Bentuk APK
TIMIKA,KTP.com – Pemuda suku Kamoro di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua membentuk organisasi Aliansi Pemuda Kamoro (APK) Kabupaten Mimika.
Pembentukan APK, sebagai payung perjuangan pemuda Kamoro.APK hadir memperjuangkan hak hak orang Kamoro dan juga melawan segala tindakan ketidakadilan terhadap suku Kamoro
Ketua APK Kabupaten Mimika, Dr Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa pembentukan APK sebagai payung perjuangan dalam memperjuangkan hak hak suku Kamaro di segala aspek kehidupan.
“Kalau pemuda hanya diam diam,pemuda hanya malas tau tidak akan ada yang namanya perubahan,”kata Leo dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Horison Diana, Rabu (5/1/2022)
Leo mengatakan selama ini beberapa oknum melakukan tindakan rasisme berupa penghinaan terhadap masyarakat suku Kamoro lewat sosial media.
Tanah tanah milik masyarakat Kamoro juga dicaplok oleh oknum oknum tertentu.
Persoalan tapal batas wilayah kabupaten Mimika di Kapiraya juga tidak diselesaikan secara serius oleh pemerintah kabupaten.
Di pemerintahan, kurangnya diakomodir putra putri Kamoro untuk duduk dalam jabatan jabatan strategis pemerintahan.
Perekrutan honorer dan penerimaan ASN tidak berpihak kepada putra putri Kamoro.

Mirisnya lagi, perekrutan jabatan
Direksi PT Mimika Abadi Sejahtera (MAS) yang merupakan Perseroan Daerah (Perseroda) milik Pemerintah Kabupaten Mimika tidak ada satupun keterwakilan putra Kamoro.
” Semua persoalan ini akan menjadi fokus perjuangan kami di APK,”kata Leo.
Ia mengajak kepada seluruh pemuda dan pemudi Kamoro dari Potowayburu sampai Nakai untuk bersatu dan bergabung dalam payung APK untuk bersama-sama berjuang melawan segala ketidakadilan terhadap masyarakat Kamoro.
“Kalau kita diam diam juga tidak bisa.
Terbentuknya organisasi ini karena keprihatinan kita atas segala hal yang dialami oleh suku Kamoro. Kami menyadari bahwa persatuan dan perubahan itu dimotori oleh pemuda,”kata Leo.
Kepada seluruh pemuda Kamoro, yang saat ini bergabung dengan organisasi organisasi yang hanya memanfaatkan orang Kamoro, untuk segera tinggalkan organisasi tersebut dan bergabung bersama APK.
Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjend) APK Kabupaten Mimika, Rafael Taorekeyau, menegaskan anak anak Komoro terasing di tanahnya sendiri.
“Anak anak Kamoro terasing di tanah sendiri,”kata Rafael.
Tanah tanahnya dicaplok oleh oknum oknum tertentu, di birokrasi disaat rolling jabatan anak anak Kamoro tidak mendapatkan jabatan.
“Melalui APK, kami akan mendorong masyarakat untuk berjuang melawan atas ketidakadilan yang terjadi berkaitan dengan hak hak adat milik kami suku Kamoro.Mendorong semangat mulai dari jiwa jiwa muda ,orang tua sampai anak anak melawan segala ketidakadilan yang terjadi disini,”kata Rafael.
Dirinya mengajak kepada seluruh pemuda dan pemudi Kamoro mulai dari timur sampai ke barat untuk bersatu dalam satu payung perjuangan yaitu APK.(MSC)



