OKSIBIL, Kabartanahpapua.com – Tim SAR gabungan berhasil mencapai lokasi puing Helikopter TNI-AD Mi-17 HA-5138 pada Jumat (14/2/2020) siang, sekitar pukul 12.30 WIT.
Seperti diberitakan sebelumnya, satu satuan setingkat peleton (SST) tim SAR gabungan dari Yonif 751/Raider bersama warga diterjunkan ke lokasi yang telah ditentukan, Kamis (13/2/2020) kemarin.
Sesampai di lokasi, tim SAR langsung membangun basecamp di lokasi yang berada di ketinggian 11.000 kaki (3.352 meter) atau sekitar 1.000 kaki (300 meter) di bawah lokasi penemuan puing heli.
Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar mengungkapkan untuk sampai ke lokasi puing heli, tim SAR harus mendaki tebing curam selama 5 jam.
“Mereka mendaki sejak pagi dari basecamp menuju sasaran,” ujar Binsar yang memimpin langsung operasi SAR di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.
(Baca Juga: Satu SST Tim Evakuasi Diterjunkan Dekat Lokasi Kecelakaan Heli TNI-AD)
Dari laporan tim SAR di lapangan, kata Binsar, mereka sudah menemukan 12 jenazah di antara puing pesawat. Saat ini, mereka sedang mengumpulkan jenazah untuk dievakuasi.
“Identitas 9 jenazah bisa kita kenali dari pakaian dan atribut yang mereka kenakan, sedangkan 3 jenazah lagi masih diperlukan proses identifikasi lebih lanjut,” kata Binsar.
Walau seluruh jenazah sudah ditemukan, namun kata dia, proses evakuasi baru akan dilakukan besok pagi mengingat kondisi medan yang sulit dan cuaca ekstrem.
“Rencananya evakuasi jenazah dilakukan esok pagi. Tim akan membawa jenazah ke lokasi yang sudah ditentukan yang dapat dijangkau oleh heli. Selanjutnya jenazah akan dievakuasi melalui udara,” papar Binsar.
(Baca Juga: Evakuasi Heli Mi-17 Libatkan 1 SSK Yonif 751 Raider dan 3 Heli Penerbad)
Sebelumnya, pada Jumat (14/2/2020) pagi, Binsar memimpin langsung pengiriman bahan makanan dan minuman serta tabung oksigen untuk tim SAR. Dari atas heli, ia melihat langsung tim SAR yang mendaki menuju lokasi jatuhnya heli.

Kodam Cenderawasih Berduka
Di tempat terpisah, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengatakan dengan penemuan jenazah oleh tim SAR memastikan seluruh kru dan penumpang heli TNI-AD yang hilang kontak di Pegunungan Bintang 28 Juni 2019 lalu dinyatakan meninggal dunia.
“Seluruh jajaran Kodam XVII Cenderawasih menyampaikan dukacita mendalam dan belasungkawa kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur dalam kecelakaan Helikopter TNI-AD Mi-17 HA-5138. Mereka gugur saat melaksanakan tugas mulia di wilayah Papua,” ujar Pangdam di Jayapura.
Berikut nama kru Heli TNI-AD Mi-17 HA-5138, yakni Kapten CPN Aris (Pilot), Kapten CPN Bambang (Pilot), Lettu CPN Ahwar (Co-Pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo, dan Pratu Asharul.
Sementara 5 orang penumpang anggota Satgas Pamtas Yonif 725 Woroagi, yakni Serda Ikrar Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin, dan Prada Tegar Hadi Sentana. (Ong)












