Tanah Papua
Tim Kesehatan Terpadu akan Menyisir Kemungkinan Adanya Wabah Penyakit Lain
TIMIKA, HaIPapua.com -Bupati Asmat, Elisa Kambu didampingi Komandan Satgas Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Asmat, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan melepas gelombang ke-2 Tim Penanggulangan KLB di Lapangan Yos Sudarso Agats, Kabupaten Asmat, Minggu (28/1/2018).
Dalam sambutannya, Elisa Kambu berpesan agar tim kesehatan yang diberangkatkan bisa melaksanakan tugas dengan baik seperti tim kesehatan yang sebelumnya. “Selamat jalan dan selamat bertugas, semoga Tuhan Memberkati,” kata Elisa Kambu selaku penanggungjawab Tim Penanggulangan KLB Asmat di Agats, Minggu (28/1/2018).
(Baca Juga: 28 Kampung di Asmat Belum Mendapat Pelayanan Medis Tim Tanggap Darurat)
Ditempat yang sama, Brigjen TNI Asep mengatakan 8 tim kesehatan yang diberangkatkan akan mendatangi 28 kampung yang belum mendapat pelayanan kesehatan sejak berlangsungnya tanggap darurat penanggulangan wabah campak dan gizi buruk.
“Tim ini akan disebar di 28 kampung yang terletak di 7 distrik yang belum mendapat pelayanan kesehatan,” kata Brigjen TNI Asep yang didampingi Elisa Kambu di Agats, Kabupaten Asmat.
Menurut Brigjen TNI Asep yang juga menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 174 ATW Merauke, tim yang diberangkatkan ini akan bekerja selama 10 hari, memberikan pelayanan kesehatan di 28 kampung yang belum mendapat pelayanan kesehatan.
“Jadi nanti mereka akan memberikan pelayanan kesehatan dan memberikan imunisasi. Jika ditemukan ada penderita campak dan gizi buruk akan langsung diobati oleh tim, namun jika tidak tertangani akan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats,” kata Brigjen TNI Asep.
Sesuai pesan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, kata Brigjen TNI Asep, tim ini juga akan mencari dan mengobati warga yang mengindap penyakit selain campak dan gizi buruk. Rencananya tim ini akan bekerja selama 5 hari di kampung dan 5 hari berikutnya menyisir kembali kampung-kampung yang sebelumnya sudah mendapat pelayanan kesehatan.
“Sesuai arahan Ibu Menkes, tim ini juga akan mengobati warga yang menderita penyakit lain, seperti difteri, diare ataupun kaki gajah, karena sebelumnya diperoleh informasi adanya temuan penyakit ini,” kata Brigjen TNI Asep.
Dikawal Satgas Pamrahwan
Brigjen TNI Asep menjelaskan tim kesehatan gelombang ke-2 tanggap darurat KLB Asmat ini akan melibatkan tenaga medis dari berbagai institusi dan organisasi yang akan bergabung dengan TNI dan Tim Kemenkes diantaranya Polri, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Tim Polri yang berjumlah 9 dokter sudah bergabung dengan Posko Penanggulangan KLB Asmat sejak Sabtu (27/1) kemarin. Selain itu ada juga tim kesehatan dari Baznas berjumlah 10 orang dan 3 orang dari PBNU,” kata Brigjen TNI Asep.
(Baca Juga: Menkes: Ini Masalah Nyawa Manusia, Tidak Ada Batas Waktu untuk Penanggulangan KLB Asmat)
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata Brigjen TNI Asep, tim kesehatan ini akan dikawal oleh prajurit TNI dari Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan). Namun ia menjamin di wilayah Kabupaten Asmat tidak ada kelompok-kelompok yang berseberangan yang kerap menganggu keamanan.
“Saya menjamin di wilayah Kabupaten Asmat tidak ada kelompok yang mengganggu keamanan. Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan tim kesehatan ini akan tetap dikawal oleh prajurit TNI dari Satgas Pamrahwan,” kata Danrem 174 ATW Merauke ini. (Ong)



