Tanah Papua
Sebanyak 770 Penghuni SATP Diisolasi Selama Pandemi Covid-19
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjamin keberadaan sebanyak 770 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) selama masa
Fransiskus Wanmang, Kepala Devisi Pendidikan YPMAK pada Kamis (07/05/2020) mengatakan, SATP yang saat ini dikelolah oleh Yayasan Pendidikan Lokon patuh terhadap anjuran pemerintah terkait pembatasan aktifitas dan menerapkan protokol penanganan covid-19.
“Untuk penanganan covid-19, sejauh ini mereka semua di asrama sudah cukup baik bahkan orang dari luar tidak bisa berkunjung ke asrama,” kata Fransiskus.
Fransiskus juga menjelaskan tim YPL melalukan berbagai macam cara agar putra dan putri tujuh suku yang tinggal di SATP bisa belajar secara mandiri, tidak pulang ke orang tua tetapi juga mereka tidak ketinggalakan dalam hal pelajaran.
Fransiskus juga berpesan kepada para orang tua untuk tidak menghawatirkan kondisi anak-anak mereka bahkan diminta untuk tidak boleh mengunjungi anak-anak mereka di SATP selama masa pandemi covid-19 ini.
“Kami memperhatikan betul kondisi anak-anak ini dengan dukungan dari tim YPL, baik dari segi kesehatan, pendidikan termasuk makan dan minum anak-anak sudah dijamin di asrama,” ujarnya.
Sementara itu perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon, Andreas Ndityomas mengatakan pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari dalam rangka mengantisipasi penyebaran covid-19 secara khusus di lingkungan asrama bahkan pihaknya menargetkan nol kasus positif covid-19 di SATP.
“Ini telah memasuki hari ke-36 karantina total di SATP. Kami juga menjaga agar tidak ada orang luar yang masuk ke lingkungan SATP,” kata Andreas.
Bukan hanya anak-anak yang dikarantina, para guru, pembina, satpam, tukang masak bahkan cleaning servis juga diminta komitmen dan kepeduliannya terhadap anak-anak tujuh suku untuk sama-sama dikarantina.
Andreas menjelaskan untuk tiga pekan pertama, para guru dan pembina mengajarkan kepada anak-anak tentang pola hidup sehat dan bersih yang mana dapat dipraktekan oleh anak-anak sendiri seperti cara mencuci tangan dan hal-hal lain.
Selain itu YPL juga merancang program edukasi terkait lima hal yaitu literasi, numerasi, karakter, literasi musik dan pengenalan teknologi informasi.
“Para guru dan pembina yang ikut karanita kami buatkan jadwal untuk sama-sama mendampingi kegiatan edukasi pada pahi hari,” ujarnya.
Untuk mencapai target nol kasus covid-19, SATP membentuk satgas yang terdiri dari guru, pembina dan juga melibatkan siswa. Andreas juga berharap dukungan semua pihak agar generasi muda Papua yang saat ini berada di SATP dapat belajar dengan baik dan tetap sehat.(Lobo)



