Connect with us

Tanah Papua

Puskesmas Ayuka Optimalkan Layanan di Tengah Tantangan, Dua Persalinan Berhasil Ditangani di Pustu

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ayuka memastikan layanan kesehatan dasar berjalan normal dari Senin hingga Sabtu, meski dengan sejumlah penyesuaian terkait kondisi fasilitas dan antisipasi situasi di bulan Desember.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Puskesmas Ayuka, Lucia Wamang, S.TR.Kep.Ners, saat ditemui pada Senin (1/12/2025).

“Pelayanan dasar di Puskesmas induk dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Amamapare tetap terjadwal setiap hari. Petugas kami turun bekerja dalam tiga kelompok dan tidak menginap di lokasi Pustu karena keterbatasan fasilitas akomodasi. Namun, layanan difusi dan kesehatan dasar terus berjalan,” jelas Lucia.

Ia mengungkapkan capaian positif di bulan November, di mana dua persalinan berhasil ditolong oleh bidan di Pustu setempat. Meski peralatan di Pustu belum lengkap, peralatan dasar untuk pertolongan persalinan seperti Bidan Kit tersedia.

“Puji Tuhan, kedua ibu dan bayinya selamat. Ini membuktikan bahwa dengan peralatan dasar yang memadai dan kompetensi bidan, layanan esensial tetap bisa diberikan bahkan di tingkat pustu,” tambahnya.

Puskesmas Ayuka, yang kini telah berstatus terakreditasi dan termasuk dalam Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Lucia menyebut bahwa koordinasi dengan aparat kampung, bendahara kampung, serta dengan fasilitas rujukan seperti RSUD Mimika dan RS Mitra Masyarakat telah berjalan baik.

Untuk wilayah kerja yang mencakup Kampung Ayuka dan Pulau Keraka, sistem rujukan dari Pulau Kraka ke Puskesmas Ayuka telah diatur secara detail. “Setiap pasien yang membutuhkan rujukan akan dirujuk ke Puskesmas Ayuka terlebih dahulu untuk penanganan awal. Jika kasusnya gawat darurat dan tidak bisa ditangani, baru dirujuk ke rumah sakit,” paparnya.

Meski begitu, Lucia mengakui adanya tantangan khusus yang diantisipasi pada bulan Desember, yakni peningkatan kasus masyarakat yang mabuk. Hal ini dikhawatirkan dapat sedikit mengganggu kenyamanan dan keamanan selama proses pelayanan kesehatan.

“Kami mengantisipasi bahwa situasi mungkin agak kurang nyaman karena ada masyarakat yang mabuk. Ini yang kami waspadai agar tidak mengganggu pelayanan petugas kesehatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Puskesmas Ayuka terus melakukan inisiatif promotif dan preventif, seperti program yang fokus pada kesehatan usia produktif, serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Medical Check-Up (MCU) yang telah dilakukan pada Oktober lalu.

Ke depan, Lucia berkomitmen untuk melengkapi peralatan laboratorium guna memperkuat pelayanan dasar dan mengurangi ketergantungan pada rujukan. “Kami sedang melengkapi peralatan agar layanan dasar semakin lengkap. Koordinasi dengan Puskesmas Mapurujaya juga terus berjalan. Kami berencana turun kembali untuk MCU bekerja sama dengan perusahaan,” tutupnya.

Dengan upaya tersebut, Puskesmas Ayuka bertekad menjaga akses dan kualitas kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya, meski dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan dinamika sosial setempat. (EH)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *