Connect with us

Tanah Papua

PAD Rendah, Bupati Mamberamo Tengah Keluhkan Minimnya Infrastruktur

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamberamo Tengah 2019 akan fokus untuk penyelesaian peningkatan jalan Wamena – Kobakma.

Pertimbangannya, kata Ricky Pagawak, karena Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat yang selama ini besar mulai berkurang dan tidak sebanding dengan Dana Alokasi Umum (DAU) yang mengalami peningkatan.

“Hal ini berdampak pada pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan. Nanti kita lihat, mungkin prioritas pada 2019 yaitu peningkatan jalan Wamena – Kobakma yang diharapkan akan mengurangi ongkos barang dan jasa sehingga dapat menekan disparitas harga di Mamberamo Tengah,” kata Ricky Pagawak usai menghadiri pembukaan Rapat Paripurna pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) Kabupaten Mamberamo Tengah 2019 di Jayapura, Sabtu (29/12/2018).

(Baca Juga: Tingkat Kemahalan Harga Barang Hambat Pembangunan di Mamberamo Tengah)

Program prioritas lain, menurut Ricky Pagawak yakni berbagai program usulan dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah diusulkan sebelumnya. Untuk pemilihan program tersebut nanti akan dibahas bersama oleh tim anggaran bersama Badan Anggaran DPRD.

“Usulan program OPD yang terpilih dari pembahasan itu akan dimasukkan adalam APBD Mamberamo Tengah 2019,” ujar Ricky Pagawak.

Mencari Potensi PAD

Komposisi RAPBD Kabupaten Mamberamo Tengah 2019 yang diajukan oleh Pemda Kabupaten Mamberamo Tengah yakni pendapatan sebesar Rp1.024.855.334.401 dan belanja sebesar Rp1.024.855.334.401.

Pendapatan yang dianggarkan dalam RAPBD 2019 bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2.200.000.000, Dana Perimbangan sebesar Rp816.023.949.000 dan pendapatan daerah lain-lain yang sah sebesar Rp206.631.385.401.

Sementara untuk pengeluaran yang dianggarkan pada RAPBD Kabupaten Mamberamo Tengah 2019 terdiri dari belanja langsung sebesar Rp581.456.324.475 dan belanja tidak langsung sebesar Rp443.399.009.926.

Dari perincian ini, alokasi belanja langsung mencapai 56,7 persen dari total belanja daerah yang artinya sebagian besar APBD masih didominasi untuk belanja pegawai, sementara alokasi anggaran untuk membiayai pembangunan hanya sebesar 43,3 persen.

Ricky Pagawak mengakui pihaknya masih sulit meningkatkan PAD karena sebagian besar wilayah itu masih terisolir. Bahkan, kata dia, ada 4 distrik yang sulit dijangkau dari Kobakma, ibukota Mamberamo Tengah, yaitu Kelila, Eragayam, Ilugwa, dan Taria.

“Semuanya tergantung ketersediaan infrastruktur. Saat ini saja, jalan yang menghubungkan Kobakma dengan Wamena, Kabupaten Jayawijaya walau sudah tersambung namun belum semua beraspal,” paparnya.

(Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Bukan Sekedar Bangunan Fisik, Tapi Proses Pembudayaan)

Berbagai upaya yang pernah dilakukan Pemda Mamberamo Tengah untuk meningkatkan PAD, misalnya pendapatan dari galian C. Meski Peraturan Daerah tentang galian C ini sudah tersedia, tapi sejauh ini belum berjalan normal.

Sementara penghasilan retribusi dari perdagangan belum maksimal karena aktivitas ekonomi di Kobakma masih rendah. Demikian juga untuk retribusi kendaraan bermotor, karena kebanyakan kendaraan bermotor adalah kendaraan dinas.

Meski banyak kendala, Ricky Pagawak berjanji akan berusaha maksimal mendorong jajarannya untuk menggali potensi daerah guna meningkatkan PAD Mamberamo Tengah. Ia berharap pada 2020 mendatang, PAD Mamberamo Tengah sudah mengalami peningkatan lebih dari yang ada saat ini.

“Memang kondisi Mamberamo Tengah masih jauh dari harapan Pemerintah, sehingga ke depan ia akan mendorong OPD terkait untuk mendata potensi daerah untuk bisa meningkatkan PAD,” ujar Ricky Pagawak dalam Sidang Paripurna DPRD Mamberamo Tengah yang dipimpin Wakil Ketua 1 Yulius Tabuni. (Ern)

Komentar
Continue Reading
Advertisement