Connect with us

Tanah Papua

Lemasko Tidak Bertanggung Jawab Jika Ada Oknum Jual Besi Tua di Luar Mengatasnamakan Lembaga

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Gregorius Okoare, pihaknya tidak bertanggung jawab jika ada oknum dari suku Kamoro yang menjual besi tua di luar Timika seperti di Surabaya dan Jakarta dengan membawa nama Lemasko

“Lemasko tidak pernah kirim besi tua keluar.Tidak ada hubungan masalah besi tua yang mengatasnamakan Lemasko,”Kata Gregorius yang akrab disapa Gery saat menggelar konferensi pers di Hotel Serayu,Timika, Selasa (21/6/2022).

Jika ada oknum dari suku Kamoro mengaku sebagai kepala suku, tokoh, dan mengaku dari Lemasko, kepada para pembeli besi tua di luar, maka dirinya mengingatkan kepada para pembeli tersebut untuk tidak mempercayainya.
Apalagi meminjamkan uang dalam jumlah besar kepada para oknum tersebut.

“Segera melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib agar oknum tersebut segera di tangkap dan diproses hukum.Lamasko tidak pernah kasih surat urus besi tua,”kata Gery.

Gery menegaskan bahwa, Lemasko hanya mengurus besi tua scrap yang ada di Mile 38.

Dalam pengurusan besi tua tersebut,Lemasko bersama Lemasa telah melakukan MoU dengan salah satu perusahaan yang telah dipercayakan oleh kedua lembaga adat tersebut untuk mengurus besi tersebut.

“Perusahaan tersebut ditunjuk oleh Lemasa dan Lemasko untuk dia melakukan pekerjaan besi tua di Mile 38.Jadi besinya ditampung di situ pembeliannya sudah ada,”kata Gery.

(Baca Juga: Gerry: Saya Masih Jabat Ketua Lemasko Hingga 2024)

Pengurus Lemasko lainnya,Dominikus Mitoro, menegaskan Lemasko tidak pernah mengirim besi tua keluar Timika.

“Yang sekarang kita jalankan ini scrap yang ada di Mile 38 hasilnya dijual oleh perusahaan itu baru dibagikan kepada Lemasko dan Lemasa. Kita terima hasil uang saja, bukan ambil besi,” kata Dominikus.

Sementara besi tua yang ada di Jakarta dan Surabaya yang diklaim dari Timika bukanlah besi tua scrap.

“Besi tua yang diurus Lemasko itu scrap yang ada di Mile 38.Sedangkan di Jakarta itu alat berat, alat berat ini mereka mengaku alat beratnya PT Freeport yang ada di Timika dan itu tidak benar,”kata Dominikus.

Dominikus meminta kepada pihak yang dirugikan oleh oknum oknum yang mengatasnamakan di dari Lamasko yang menjanjikan besi tua kepada pembeli dan bahkan telah meminjamkan uang ratusan juta kepada oknum oknum tersebut agar segera melaporkan oknum tersebut kepada pihak berwajib.

“Segera dilaporkan kepada pihak berwajib dan tangkap masuk ke dalam penjara “kata Dominikus.(MSC)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *