Dinkes Mimika Gelar Validasi Data dan Evaluasi Pelayanan Bayi Baru Lahir

Tanah Papua42 Dilihat

TIMIKA,KTP.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan validasi data dan evaluasi program pelayanan bayi baru lahir (BBL) Kabupaten Mimika Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga pada Rabu (10/6/2026) ini bertujuan meningkatkan akurasi data, cakupan pelayanan, serta kualitas program sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh dokter dan penanggung jawab MTBS dari 26 puskesmas, dokter klinik dari Klinik Bersalin Julia, Klinik Aisah Care, Klinik Pemda Utikini Baru, Klinik Pomako, Klinik Wangirja, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. Adapun narasumber yang hadir meliputi Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, dan Pengelola Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Nelly Pangaribuan, S.Tr.Keb, Bdn, dalam arahannya menyampaikan bahwa pelayanan bayi baru lahir merupakan bagian penting dalam upaya penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) sekaligus menjadi indikator SPM Bidang Kesehatan yang harus mencapai target 100 persen. Pelayanan ini mencakup kunjungan neonatal lengkap (KN1, KN2, KN3), pelayanan esensial, serta skrining bayi baru lahir.

“Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, cakupan pelayanan bayi baru lahir mencapai 91,9 persen, sedangkan cakupan kunjungan neonatal lengkap sebesar 86,4 persen. Angka ini menunjukkan masih adanya kesenjangan terhadap target SPM,” ujar Nelly.

Ia menambahkan, pelaksanaan skrining bayi baru lahir, khususnya Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), belum dilakukan oleh seluruh fasilitas kesehatan. Selain itu, ditemukan ketidaksesuaian data bayi baru lahir antara aplikasi SIGIZI-KESGA dan laporan manual LB3 KIA yang mengindikasikan sistem pencatatan dan pelaporan belum optimal.

Kegiatan validasi dan evaluasi ini menggunakan metode desk review laporan (SIGIZI-KESGA, LB3 KIA, PWS KIA), verifikasi data dengan sumber (kohort bayi dan register), diskusi dan pemaparan capaian oleh puskesmas, serta analisis permasalahan dan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL).

Output yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain tersedianya data bayi baru lahir yang valid dan konsisten, tersusunnya hasil evaluasi capaian indikator pelayanan neonatal, teridentifikasinya akar masalah, serta tersusunnya dokumen RTL sebagai upaya perbaikan dan peningkatan kinerja program.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan peningkatan kualitas data, cakupan pelayanan BBL dan KN lengkap sesuai standar SPM, serta peningkatan pelaksanaan skrining bayi baru lahir di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Mimika. (EH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *