Tanah Papua
Sergap Persembunyian KKB di Iwaka, Kepolisian Amankan 1 Anggota KKB
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tewas dalam kontak tembak dengan personel gabungan kepolisian di kompleks Jayanti, Distrik (kecamatan) Iwaka, Kabupaten Mimika, Kamis (9/4/2020) kemarin.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan dalam penyergapan di rumah persembunyian KKB itu, pihaknya juga mengamankan satu anggota KKB.
“Satu orang berinisial IS yang berhasil diamankan sudah dibawa ke Mapolres Mimika untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara untuk ke-2 jenazah anggota KKB masih dalam proses identifikasi,” ujar Kamal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4/2020).
(Baca Juga: KKSB Serang Kantor Freeport Kuala Kencana, Satu Pekerja Asing Tewas)
Terungkapnya rumah persembunyian KKB, kata Kamal, bermula dari penangkapan 6 orang yang diduga penyumplai bahan pokok untuk kelompok itu pada Selasa (7/4/2020) lalu. Dari hasil pemeriksaan terhadap 6 orang tersebut akhirnya diketahui persembunyian anggota KKB di kompleks Jayanti, dekat ruas jalan Timika – Nabire.
“Mereka ini diduga terkait dengan KKB yang melakukan penembakan di Kantor PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kuala Kencana akhir Maret lalu,” katanya.
Dalam penggerebekan di rumah persembunyian KKB tersebut diamankan ratusan barang bukti berupa 1 pucuk senjata api (senpi) rakitan, 1 pucuk air soft gun merek Glock, 7 buah senapan angin, 162 butir amunisi, 20 unit telepon genggam, 2 buah Handie Talkie (HT), dan ratusan senjata tajam tradisional.
“Barang bukti yang diamankan di rumah persembunyian KKB itu selanjutnya dibawa ke Mapolres Mimika,” paparnya.
Informasi yang dihimpun di Timika, saat berlangsung penyergapan sejumlah personel gabungan sempat melihat ada sekitar 4 hingga 5 orang yang membawa 4 pucuk senpi melarikan diri ke arah kali (sungai).
“Situasi di tempat kejadian perkara (TKP) sudah aman, sementara personel gabungan TNI-Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap anggota KKB yang melarikan ke hutan tidak jauh dari TKP,” pungkas Kamal.
Warga Sipil
Sementara itu, salah seorang pentolan TPNPB-OPM yang berbasis di Kali Kopi, Hendrik Wamang membantah pernyataan polisi bahwa ada anggotanya yang tewas dalam kontak tembak di Iwaka.
Berbicara melalui lama facebook The TPNPB News, Hendrik mengaku mendapat laporan bahwa 2 orang yang tertembak tersebut adalah warga sipil yang tinggal di Gorong-gorong, Timika. Namun, dalam laporannya tersebut ia mengakui ada 1 anggotanya yang belum kembali.
“Pasukan saya hanya satu orang yang hilang, belum pulang,” kata Hendrik. (Ong)



