Tanah Papua
Reses Tahap II, Mariunus Tandiseno Tampung Aspirasi Warga SP 4
TIMIKA,KTP.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Mariunus Tandiseno, S.Sos., M.Si., dari Daerah Pemilihan IV Partai Golongan Karya, menggelar reses tahap II di Masjid An-Na’im, SP 4 Jalur 8, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dihadiri puluhan warga RT 13 dan perangkat kelurahan ini menjadi wadah penyerapan aspirasi pembangunan masyarakat setempat.
Kepala Kelurahan Wonosari Jaya, Jan Roly Rahakbauw, mengapresiasi pelaksanaan reses yang dinilainya sebagai jembatan komunikasi antara warga dan wakil rakyat. “Dari 3 kelurahan dan 4 kampung, kesempatan ini luar biasa. Saya sangat berharap masukan-masukan yang disampaikan dapat didukung dengan data kependudukan agar anggota dewan dapat memahami kondisi riil yang dibutuhkan warga,” ujarnya.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, sejumlah usulan mengemuka.
1.Mifta melaporkan Masjid An-Na’im yang dibangun sejak 2018 masih mengalami kebocoran akibat keterbatasan anggaran.
2.Reno mengeluhkan sengketa lahan di Jalan Nusantara yang membingungkan warga karena berbatasan dengan Kelurahan Wonosari dan Kampung Nawaripi.
3.Hery menyoroti akses jalan yang bertahun-tahun masih melewati tanah milik orang lain, sementara Yunus meminta penanganan drainase di sekitar RSUD yang menyebabkan banjir setiap hujan serta keberatan dengan sistem pangkalan minyak tanah yang kerap berpindah dan dinilai tidak transparan.
4.Ira mengusulkan bantuan peralatan untuk kegiatan Jumat Berkah.
(Baca Juga: Dampak Penutupan SPBU SP2, Ketua DPRK Mimika: Antrean Panjang Mengancam Pasokan BBM)
Menanggapi hal tersebut, Mariunus Tandiseno berkomitmen menindaklanjuti setiap usulan. “Masalah batas wilayah harus dijelaskan agar masyarakat tidak bingung, apalagi Kampung dan Kelurahan Wonosari berdekatan. Untuk masjid, saya minta dibuatkan proposal yang akan diserahkan ke dinas terkait,” tegasnya.
Terkait banjir, legislator Golkar itu menjelaskan permasalahan utama berada pada drainase. Ia optimistis pengerjaan akan segera dieksekusi, paling lambat awal Agustus atau minggu depan alat berat sudah diturunkan. Mengenai pangkalan minyak tanah, ia mengkritisi pengelolaan Disperindag yang dinilainya belum jelas. “Saya akan pantau agar penyaluran benar-benar melayani masyarakat, bukan hanya nama pangkalan tetapi tidak jelas kelompoknya,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Mariunus juga menyoroti masalah keamanan, terutama maraknya aksi begal di jalan poros SP 4 akibat minimnya penerangan. Ia berharap pemerintah segera mengadakan lampu penerangan jalan. “Karena gelap, ada kesempatan bagi pelaku kejahatan. Saya akan koordinasikan dengan OPD terkait agar masalah ini segera dibenahi,” tambahnya.
Selain itu, warga juga mengharapkan adanya jalan tani untuk mendukung akses petani sayur di sekitar SP 4. Mariunus menegaskan komitmennya untuk turun langsung melihat kondisi lapangan bersama dinas terkait, agar solusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Kami tidak hanya berbicara, tapi harus membuktikan kepada masyarakat supaya mereka percaya,” pungkasnya. (EH)

