TIMIKA,KTP.com – Aksi kekerasan jalanan kembali menelan korban jiwa di Timika. Kepolisian Sektor Mimika Baru (Polsek Miru) memburu dan menangkap dua pria berinisial K.F.R alias T dan V.A.M alias E yang diduga kuat menjadi pelaku pengeroyokan hingga tewas terhadap seorang pelajar berusia 16 tahun berinisial P.T.
Penangkapan ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/122/VII/2026/SPKT/Polsek Mimika Baru/Polres Mimika/Polda Papua Tengah tertanggal 25 Juli 2026.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengungkapkan bahwa penangkapan bermula dari penyelidikan intensif Unit Opsnal Reskrim pasca-kejadian.
Pada Senin malam, 27 Juli 2026 sekitar pukul 23.00 WIT, tim yang dipimpin Panit Reskrim Polsek Miru, Ipda Alwi Gufron Fadillah berhasil mengantongi informasi awal dan langsung membekuk seorang pria berinisial R.M di kawasan Jalan Leo Mamiri.
Dalam pemeriksaan di Markas Polsek Miru, R.M sempat bergeming dan membantah keterlibatannya. Namun, dari mulut R.M, polisi mendapatkan dua nama kunci yang diduga sebagai eksekutor pengeroyokan, yakni K.F.R dan V.A.M. Bergerak cepat ke kediaman para terduga pelaku, petugas meredam perlawanan dan menyeret keduanya ke kantor polisi.
”Berdasarkan hasil interogasi, kedua terduga pelaku berinisial K.F.R alias T dan V.A.M alias E, para pelaku mengakui perbuatannya. Saat ini keduanya telah diamankan di Rumah Tahanan Polsek Mimika Baru guna menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelas Hempy, Rabu (29/7/2026).
Tragedi maut ini berawal pada Sabtu dini hari, 25 Juli 2026, sekitar pukul 01.00 WIT. Saat itu, korban P.T pelajar yang berdomisili di SP5, Timika baru saja usai menghadiri sebuah acara joget bersama empat temannya. Ketika berada di Jalan Yos Soedarso, tepatnya di depan Toko Pesona, langkah mereka diadang oleh sekelompok pemuda yang sebelumnya juga menghadiri acara yang sama.
(Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Tukang Ojek di Jembatan Waker)
Tanpa alasan jelas, kelompok penyerang—yang beberapa di antaranya menenteng senjata tajam jenis parang langsung menyerbu korban dan rekan-rekannya.
Keempat teman P.T berhasil menyelamatkan diri dengan berlari kocar-kacir. Malang bagi P.T, ia terkepung dan menjadi bulan-bulanan sabetan serta pukulan massa.
Rekan-rekan korban yang berhasil lolos sempat melapor ke Polres Mimika untuk meminta bantuan. Namun saat petugas dan saksi kembali ke lokasi kejadian, para pelaku telah melarikan diri melintasi kegelapan malam.
P.T yang menderita luka-luka diangkut rekan-rekannya ke rumah salah satu kawan untuk diistirahatkan. Namun kondisi kesehatannya memburuk secara drastis saat fajar menyingsing. Sekitar pukul 05.00 WIT, P.T mengalami kejang, muntah-muntah, hingga mengeluarkan busa dari mulutnya.
Rekan-rekannya bergegas melarikannya ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika. Kendati sempat mendapatkan penanganan darurat dari tim medis, nyawa remaja 16 tahun itu tidak tertolong. Hanya selang beberapa menit usai tiba di rumah sakit, P.T dinyatakan meninggal dunia.
Kematian tragis P.T mendorong pihak keluarga mendatangi Mapolsek Mimika Baru untuk menuntut keadilan. Polisi menegaskan masih terus mendalami kasus ini guna mengusut tuntas kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan berdarah tersebut.(MWW)





