Lomba Kebersihan Kelurahan dan Kampung Resmi Dibuka Sambut HUT RI, Distrik Mimika Baru Ajak Warga Ubah Kebiasaan Buang Sampah

Berita, Tanah Papua35 Dilihat

TIMIKA,KTP.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Distrik Mimika Baru resmi membuka Lomba Kebersihan Kelurahan dan Kampung sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,lomba yang di gelar ini juga merupakan kegiatan menyambut HUT RI ke 81. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Distrik Mimika Baru, Jalan Cenderawasih SP 2, Timika, Papua Tengah, Rabu (5/8/2026).

Pembukaan lomba dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, yang mewakili Bupati Mimika. Turut hadir Kepala Distrik Mimika Baru Merlyn Temorubun, Kabag Tapem, Wakapolsek Mimika Baru, perwakilan TP-PKK Distrik Mimika Baru, para lurah, kepala kampung, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Fransiskus Bokeyau, ditegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sebagai warisan yang akan ditinggalkan kepada generasi mendatang.

Ia mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan kesempatan saat ini untuk mewariskan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni bagi anak cucu, bukan sebaliknya meninggalkan persoalan sampah yang terus membebani daerah.

Menurutnya, persoalan sampah telah menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, lomba kebersihan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi menjadi awal terbentuknya budaya hidup bersih yang dilakukan setiap hari.

“Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui lingkungan yang sehat dan berkualitas. Kebersihan adalah cerminan karakter, kedisiplinan, dan peradaban masyarakat,” ujar Fransiskus saat membacakan sambutan Bupati.

Pemerintah juga mengajak para ketua RT, kepala kampung, lurah, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta seluruh warga untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari rumah tangga hingga tingkat kelurahan dan kampung.

(Baca Juga: Satpol PP Mimika Perkuat Penegakan Perda Sampah Lewat Kolaborasi Lintas Instansi)

Selain itu, apresiasi diberikan kepada Distrik Mimika Baru atas inisiatif menyelenggarakan lomba tersebut sebagai langkah membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Tim penilai juga diminta menjalankan tugas secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab agar hasil penilaian benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

(Baca Juga: Pemerintah dan Akademisi Perkuat Sinergi Lintas Sektor Dorong Percepatan Pembangunan Papua )

Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan persoalan utama yang dihadapi bukan semata-mata sampah, melainkan kebiasaan masyarakat yang belum berubah dalam mengelola limbah rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa selama ini berbagai upaya telah dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kelurahan, dan pemerintah kampung. Namun, perubahan belum maksimal karena perilaku masyarakat masih menjadi tantangan utama.

“Lomba ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menjadi momentum mengubah kebiasaan masyarakat. Kami menghadirkan program 17 Ton Challenge bukan sebagai target semata, melainkan sebagai pemicu agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dan mulai melihat sampah sebagai potensi ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular,” kata Merlyn.

Menurutnya, setelah peringatan HUT RI diharapkan muncul perubahan nyata dalam pengelolaan sampah, termasuk penerapan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Merlyn juga menekankan pentingnya peran ketua RT sebagai penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Ia berharap para ketua RT tidak hanya berperan sebagai pengangkut sampah, tetapi menjadi manajer lingkungan yang mampu mendata, mengedukasi, dan menggerakkan warga untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Distrik Mimika Baru juga menggandeng berbagai pihak, termasuk pelaku usaha seperti PT Petrosik, Yayasan Soma Tua, dan Swiss-Belinn Timika, untuk mendukung kegiatan melalui kolaborasi, penataan lingkungan, hingga penyediaan hadiah bagi peserta lomba.

Menutup sambutannya, Merlyn menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas dukungan terhadap program kebersihan di tingkat distrik. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat sehingga pengelolaan sampah di Mimika Baru dapat menjadi contoh bagi distrik-distrik lain di Kabupaten Mimika.(ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *