Tanah Papua
Buka Festival Budaya Lokal Amungme Kamoro, Bupati Johannes Sampaikan Hal Ini
TIMIKA,KTP.com- Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan sejumlah hal dalam amanatnya pada pembukaan Festival Budaya Lokal Amungme – Kamoro Berwawasan Nusantara ini dilaksanakan di pelataran Gedung Olahraga (GOR) Futsal Timika, Jumat (7/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Johannes Rettob menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak, terutama jajaran panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik meski dalam waktu yang singkat.
Menurut Johannes, Festival Budaya Amungme dan Kamoro merupakan momentum penting untuk merayakan kekayaan serta keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Mimika.
“Tidak semua daerah mampu menghadirkan keberagaman seperti yang ada di Mimika, dari Sabang sampai Merauke, semuanya hadir di sini,” kata Johannes.
“Inilah kekuatan kita, inilah peluang besar untuk membangun Mimika secara bersama,” ujarnya menambahkan.
Melalui festival ini, Johannes pun mengajak semua masyarakat Kabupaten Mimika agar dapat selalu hidup berdampingan di tengah keberagaman yang ada. “Seperti yang selalu saya sampaikan, Mimika adalah rumah kita bersama, rumah bagi masyarakat Amungme dan Kamoro, serta semua penduduk yang tinggal dan berkarya di tanah ini,” tegasnya.
Johannes melanjutkan, kegiatan kebudayaan seperti ini selain menjadi wadah pelestarian warisan budaya daerah–tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan sektor UMKM masyarakat lokal.
Ia pun berharap, di tahun-tahun mendatang pelaksanaan kegiatan ini dapat dikemas dengan lebih baik lagi sehingga dapat menghidupkan potensi ekonomi yang ada serta menarik wisatawan baik dari dalam dan luar daerah, bahkan wisatawan mancanegara sekaligus.
“Ke depan, saya berharap festival semacam ini dikemas dengan lebih menarik, sehingga dapat menjadi daya tarik wisata budaya berskala nasional bahkan internasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Disparbudpora Mimika Elisabeth Cenawatin, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk melestarikan sekaligus mempersatukan seluruh budaya yang ada di Nusantara, dengan masyarakat Amungme dan Kamoro sebagai tuan rumah di Tanah Mimika.
Lanjut dikatakan, selama ini kegiatan budaya di Mimika lebih banyak berfokus pada Amungme dan Kamoro.
Namun, tahun ini pihaknya mencoba melebarkan sayap agar dapat merangkul keberagaman yang ada di Mimika serta mencerminkan semangat kebersamaan dalam satu bingkai kebangsaan.
Oleh karena itu, pihaknya melibatkan semua paguyuban yang ada di Mimika dengan menghadirkan tim-tim tari, pengrajin ukir, pengrajin anyaman serta berbagai sanggar seni–dan menampilkan bebagai suku dengan mengenakan pakaian adat dari masing-masing daerah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kita semua yang datang dan hidup di Mimika harus bersatu-padu membangun daerah ini, bergandengan tangan sebagai bagian dari Nusantara Indonesia. Itulah mengapa kegiatan ini kami beri tema Berwawasan Nusantara,” pungkasnya.
Sementara itu, festival yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni mulai hari ini hingga Senin, 10 November 2025.(MWW)



