Connect with us

Tanah Papua

Gerry: Saya Masih Jabat Ketua Lemasko Hingga 2024

Published

on

TIMIKA, Kabartanahpapua – Gregorius Okoare bersama sejumlah jajaran pimpinan Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) di Timika pada Rabu, (26/08/2020) kembali menggelar konferensi pers terkait kepemimpinan Lemasko yang sah.

“Saya tegaskan kembali bahwa saya masih menjabat pimpinan Lemasko yang sah periode 2019 – 2024. Saudara Yance Boyau bukan ketua Lemasko, untuk itu jangan sampai masyarakat terpengaruh dengan apa yang dia lakukan dengan mengatasnamakan ketua Lemasko,” kata Gregorius.

Gregorius juga mengingatkan saudara Yance Boyau yang diangkat oleh Hendrikus Atapmame untuk tidak bertindak dengan mengatasnamakan ketua Lemasko karena pengangkatan yang dilakukan tidak sah dan tidak berdasar sebab tidak sesuai dengan AD dan RT Lemasko.

Sebelumnya pada Senin 24 Agustus 2020, Hendrikus Atapmame, anggota Badan Musyawarah Lemasko melantik Yance Boyao yang juga adalah pengurus Lemasko sebagai Ketua Lemasko. Pelantikan tersebut digelar di kediaman Yance Boyao, SP1, Distrik Wania tanpa sepengatahuan pengurus Lemasko periode 2019 – 2024 yang dipilih berdasarkan Musyawarah Adat dibawah kepemimpinan Gregorius Okoare menggantikan ketua Lemasko sebelumnya, Robertus Waropea karena meninggal dunia.

Gregorius Okoare atau yang akrab disapa Gerry mengatakan pelantikan ketua Lemasko yang tidak sesuai dengan AD dan RT tersebut merupakan upaya untuk memecah belah warga suku Kamoro di Mimika.

Gerry juga mengatakan Yance Boyau juga telah melakukan pembohongan publik dengan mengatakan di salah satu media massa di Timika bahwa akan membangun rumah di sebanyak 69 kampung yang didanai oleh PT. Freeport Indonesia melalui Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro atau YPMAK

“Saya yang ada di dalam YPMAK dan Freeport mewakili lembaga adat tidak pernah membicarakan terkait program ini. Saya sudah konfirmasi dengan pihak Freeport dan YPMAK terkait dan ini mereka katakana hal itu tidak benar,” ujarnya.

Gerry meminta agar para pihak terkait agar tidak mengatasnamakan Lemasko untuk membohongi publik. Untuk itu Gerry juga meminta kepada para pihak yang merasa dirugikan untuk dapat melapor ke pihak berwajib atau kepada Lemasko dan selanjutnya akan dibawa ke ranah hukum.

Sementara itu, Siprianus Operawiri, Wakil Ketua IV Lemasko menegaskan, Lemabaga Musyawarah Adat Suku Kamoro atau Lemasko hanya satu yaitu yang diketuai oleh Gregorius Okoare berdasarkan hasil Musdat dan dikukuhkan menggantikan Robertus Waropea sesuai dengan AD dan RT serta kode etik Lemasko. Selain dari Lemasko yang dipimpin Gregorius Okoare adalah tidak sah dan illegal.

Simson Saul Materaki, Sekretaris Lemasko menegaskan Lemasko tidak mengurus proyek seperti yang disampaikan Yance Boyau.

“Sebagai mitra, Lemasko hanya sifatnya mendukung program pemerintah, PT Freeport Indonesia dan YPMAK, itu saja,” ujarnya.

Gerry mengatakan, atas tindakan yang diambil oleh Yance Boyau dan sejumlah pengurus lain maka Lemasko menjatuhkan sanksi kepada mereka berdasarkan AD dan RT Lemasko yaitu penahanan hak-haknya seperti gaji dan lain-lain. Selain itu Gerry juga akan melapor terkait hal ini ke pihak kepolisian, bahkan akan mengajukan gugatan perdata dan pidana ke pengadilan.(Lobo)

 

Komentar
Continue Reading
Advertisement