Connect with us

Tanah Papua

Tim Terpadu Penanggulangan KLB Asmat Vaksinasi 17.337 Anak di 224 Kampung

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Tim Kesehatan Terpadu akhirnya merampungkan pendataan dari tim kesehatan yang disebar di 224 kampung dari 23 distrik di Kabupaten Asmat. Komandan Satgas Kesehatan TNI, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan mengatakan total anak yang mendapat pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi di 224 kampung sebanyak 17.337 orang.

“Jumlah ini sudah termasuk tambahan 99 anak dari 11 kampung di Distrik Suru-Suru. Tim kesehatan yang dikirim ke 11 distrik tersulit ini baru saja menyerahkan laporan mereka,” kata Asep di Posko Kesehatan Terpadu di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu (3/1/2018) kemarin.

(Baca Juga: Tantangan Kesehatan Papua: Alam, Manusia, dan Tatakelola)

Menurut Asep, dari pemeriksaan kesehatan terhadap 99 anak di Kampung Laluk, Hulam, Walase, Kebikduk, Besika, Salbik, Sagapu, Yensuku, Linduk, Jifak, dan Kampung Katalina di Distrik Suru-Suru, tidak ditemukan kasus campak dan gizi buruk.

“Total temuan kasus campak dan gizi buruk tidak berubah dari data Jumat (2/1) lalu yakni 651 kasus campak, 223 kasus gizi buruk, 11 kasus komplikasi campak dan gizi buruk dan 25 kasus suspek campak,” kata Asep dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/2/2018).

Pasien Semakin Berkurang di RSUD Agats

Untuk pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats hingga Sabtu (3/1) kemarin tersisa 16 orang pasien rawat inap yakni 5 pasien campak dan 11 orang pasien gizi buruk. Menurut Asep, sepanjang hari kemarin sudah tidak ada lagi pasien yang dievakuasi dari distrik-distrik.

“Kalau hari sebelumnya ada 23 orang pasien yang menjalani rawat inap di RSUD Agats, maka siang tadi kami sudah mengembalikan 9 pasien rawat jalan ke kampung  masing-masing. Pasien yang dikembalikan ini ada yang sudah sembuh dari campak dan untuk penderita gizi buruk sudah memasuki fase pemulihan,” kata Asep.

Sejak 27 Januari lalu, kata Asep, Tim Kesehatan Terpadu sudah memulangkan 76 orang anak yang sempat menjalani rawat inap di RSUD Agats. Sementara untuk korban meninggal dunia sebanyak 72 orang yakni 67 orang meninggal di kampung dan 5 yang meninggal di RSUD Agats.

“Dari 72 anak yang meninggal dunia, 66 orang diantaranya meninggal akibat campak dan 6 orang meninggal karena gizi buruk,” kata Asep yang saat ini menjabat sebagai Komandan Korem 174 ATW Merauke.

(Baca Juga: Ini Kegiatan Satgas Kesehatan TNI Paska KLB Campak)

Sebelumnya, Kamis (1/2/2018) lalu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah mengumumkan bahwa status kejadian luar biasa (KLB) campak di Kabupaten Asmat sudah selesai. “Walau belum semua kampung belum melaporkan hasil kerjanya di lapangan karena terkendala sarana komunikasi namun kami meyakini tim kesehatan sudah tiba di 224 kampung,” kata Marsekal Hadi di Agats, Kabupaten Asmat, Kamis (1/2).

Sebagai kelanjutan dari tim kesehatan terpadu dengan melakukan pemantauan dan pengawasan di 224 kampung agar wabah serupa tidak terulang dan secara perlahan dengan pendampingan mulai mengatasi gizi buruk.

“Jangan sampai setelah disuntik lalu ditinggal pergi. Setelah ini tim dokter akan disebar di distrik-distrik dan tenaga medis di kampung-kampung. Mereka bertugas memastikan agar yang sakit sembuh total dan secara perlahan dengan kerja lintas kementerian mulai mengatasi gizi buruk dengan peningkatan asupan gizi disertai upaya membangun ketahanan pangan,” kata Panglima TNI dalam kunjungan kerjanya di Agats. (Ong)

Komentar