TIMIKA,KTP.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) I Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi dibuka di Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Selasa (14/7/2026). Pembukaan dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ukkas, mewakili Gubernur Papua Tengah.
Mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban”, MTQ perdana ini menjadi tonggak sejarah sejak Papua Tengah resmi berdiri sebagai Daerah Otonom Baru (DOB). Perhelatan ini diikuti tujuh kafilah dari delapan kabupaten, yakni Mimika, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, dan Puncak Jaya. Kabupaten Intan Jaya belum mengirimkan kafilah pada penyelenggaraan tahun ini.
Dalam sambutannya, Ukkas menyampaikan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana memperkuat pembinaan umat, menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, serta mempererat persatuan dan kerukunan di Papua Tengah.
“MTQ diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persatuan, memperkokoh kerukunan umat beragama, serta melahirkan generasi Qurani yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Papua Tengah yang damai, maju, dan berkeadaban,” ujar Ukkas.
Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Panitia MTQ I Provinsi Papua Tengah, Emanuel Kemong, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MTQ pertama tingkat provinsi ini. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras, termasuk LPTQ Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika selaku tuan rumah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan relawan.
Emanuel menjelaskan bahwa tema MTQ mengandung makna agar nilai-nilai Al-Qur’an seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, kedamaian, dan persaudaraan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai adat Papua yang menjunjung tinggi musyawarah, gotong royong, serta penghormatan terhadap sesama.
Ia berharap dewan hakim menjalankan amanah dengan profesionalisme, objektivitas, dan integritas untuk menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili Papua Tengah pada MTQ tingkat nasional.
“Kepada dewan hakim, saya berharap menjalankan amanah dengan penuh profesionalisme, objektivitas, dan integritas sehingga menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Provinsi Papua Tengah pada MTQ tingkat nasional,” ujarnya.
(Baca Juga: Pawai Ta’aruf MTQ I Papua Tengah Resmi Dibuka, Emanuel Kemong Lepas Peserta dari 8 Kabupaten)
Emanuel juga mengajak masyarakat Mimika menjadi tuan rumah yang baik dengan menyambut seluruh tamu dan peserta agar MTQ berlangsung aman, tertib, dan penuh persaudaraan.
Ketua I Panitia MTQ I Provinsi Papua Tengah, Herman Gafur, mengatakan pelaksanaan MTQ I merupakan sejarah baru bagi Papua Tengah sejak resmi menjadi provinsi.
“Untuk pertama kalinya sejak Provinsi Papua Tengah berdiri, kita dapat melaksanakan MTQ tingkat provinsi. Ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi umat Islam di Papua Tengah,” katanya.
Menurut Herman, MTQ merupakan sarana pembinaan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperkuat kehidupan beragama yang damai, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dan persatuan di tengah keberagaman.
Ia berharap dari MTQ ini lahir qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik yang mampu mengharumkan nama Papua Tengah pada MTQ tingkat nasional.
Ketua LPTQ Kabupaten Mimika sekaligus Ketua Panitia MTQ XIII Tingkat Kabupaten Mimika, Firdaus Amir, S.H., mengungkapkan kebanggaan dan syukur Kabupaten Mimika dipercaya menjadi tuan rumah MTQ I Provinsi Papua Tengah.
“Seluruh persiapan telah kami lakukan secara maksimal agar pelaksanaan MTQ I Provinsi Papua Tengah dapat berjalan lancar, aman, tertib, dan sukses. Kami berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan MTQ sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan,” kata Firdaus.
Ia berharap penyelenggaraan MTQ I mampu melahirkan generasi Qurani terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Provinsi Papua Tengah pada MTQ tingkat nasional bahkan internasional. (ER)






