Aparat TNI-Polri Evakuasi 12 Warga Sipil dari Distrik Mbua

Tanah Papua15 Dilihat

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Aparat gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi 12 warga sipil dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (4/12/2018) petang sekitar pukul 17.55 WIT.

Ke-12 warga sipil tersebut dievakuasi menggunakan helikopter MI-17 milik TNI AD dan mendarat di Helipad Mako Yonif 756/WMS di Wamena. Dari 12 warga sipil tersebut, 4 orang di antaranya adalah pekerja PT Istaka Karya (Persero) yakni Martinus Sampe, Ayub, Jefri, dan Jimmi Aritonang.

(Baca Juga: Pos TNI di Mbua Diserang KKSB, Satu Prajurit TNI Gugur)

Tiga dari 4 pekerja ini berhasil meloloskan diri dari pembantaian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pada Sabtu (1/12/2018), dalam kondisi luka tembak. Martinus mengalami luka tembak di kaki kiri, Ayub luka tembak di lengan kanan, dan Jefri dengan luka tembak di pelipis kiri dan kanan.

“Ketiga pekerja yang mengalami luka sudah dievakuasi ke RSUD Wamena,” kata sumber Kabartanahpapua.com di Wamena.

Ke-3 pekerja PT Istaka Karya (Persero) yang lolos dari pembantaian di Distrik Yigi dan mengalami luka-luka dievakuasi ke RSUD Wamena. (ist)

Sementara 8 warga sipil lainnya yakni 6 orang pekerja bangunan Puskesmas Mbua, dan 2 orang pekerja bangunan SMP Mbua. Ke-6 pekerja bangunan Puskesmas Mbua yang dievakuasi yakni Nofianus, Yulisius Seram, Siman, Selpianus Marrur, dan John Fanbua. Sementara 2 orang pekerja bangunan SMP Mbua yakni Saleh dan Makbul.

“Ke-8 pekerja ini dievakuasi dalam kondisi tanpa mengalami luka-luka tindak kekerasan dan saat ini masih diamankan di Mako Yonif 756 WMS di Wamena,” katanya.

(Baca Juga: Polda Papua Kecam Pembantaian Pekerja Jembatan di Kabupaten Nduga)

Korban Penembakan Masih Dikuasai KKSB

Informasi yang dihimpun di Nduga, aparat gabungan TNI-Polri yang sudah sampai ke Distrik Mbua berhasil mengevakuasi 14 orang warga sipil dan 20 prajurit TNI Yonif 755 Yalet dari Pos Mbua yang sebelumnya diserang KKSB. Selain itu, aparat gabungan juga sudah mengamankan jenazah Serda Handoko yang gugur saat Pos Mbua diserang KKSB, Senin (3/12/2018) kemarin.

“Korban penembakan yang diperkirakan berjumlah 21 orang masih berada di Puncak Kabo dan dikuasai oleh KKSB,” katanya. (Ong)