Connect with us

Tanah Papua

Dua Pekerja Tambang Freeport Nyaris Jadi Korban Tanah Longsor di Tembagapura

Published

on

TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Dua pekerja tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) nyaris menjadi korban bencana tanah longsor di Distrik (kecamatan) Tembagapura, Kabupaten Mimika, Jumat (2/8/2019) pagi.

Informasi yang dihimpun di Tembagapura, bencana tanah longsor terjadi di jalan tambang Mil 69, sekitar pukul 07.35 WIT. Saat kejadian, sebuah mobil perusahaan jenis LWB yang ditumpangi 2 pekerja tambang melintas di daerah tersebut. Beruntung mobil sempat menghindar dari runtuhan material longsor dan kedua penumpang langsung menyelamatkan diri.

“Kedua pekerja tambang itu selamat dan beberapa saat kemudian dievakuasi oleh Tim Emergency Response Group (ERG) PTFI yang datang 10 menit kemudian,” ujar salah seorang pekerja yang dihubungi di Tembagapura.

(Baca Juga: Longsor di Mil 74 Tembagapura, Aktivitas Pabrik Pengolahan Bijih Terhenti)

Tak lama berselang, Tim Geotech PTFI datang ke lokasi untuk melihat kondisi longsoran. Setelah dinyatakan aman, selanjutnya dua alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor di jalan tambang.

“Pada pukul 08.50 WIT, kendaraan perusahaan jenis LWB dengan nomor lambung 01.4632 berhasil dievakuasi ke lokasi aman di Mil 68,” katanya.

(Baca Juga: 2 Pekerja Tambang PTFI Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor di Mil 74)

Sekitar pukul 09.30 WIT, akses jalan tambang yang menghubungkan Kota Tembagapura dengan pabrik pengolahan bijih dan tambang bawah tanah di Mil 74 kembali dibuka.

“Untuk sementara akses jalan tambang hanya dibuka untuk kendaraan ringan, sambil menunggu seluruh material longsor dibersihkan dari badan jalan,” ucap pekerja tambang yang enggan disebutkan namanya. (Rex)

Komentar