Tanah Papua
Direktur RSUD: Harga PCR Di Mimika Sudah Di Subsidi Oleh Pemerintah
TIMIKA,KTP.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika dr Antonius Pasulu mengatakan bahwa jika tidak di subsidi oleh Pemerintah harga PCR di Mimika harganya sekitar 1,4 juta sekali melakukan PCR. Harga yang di tarifkan kepada masyarakat itu sudah harga yang di subsidi.
“Harga normal tidak subsidi 1,3 sampai 1,4 juta itu untuk di Timika, harga 900 ribu itu sudah disubsidi,” kata dr Anton di hotel Grand Mozza, Selasa (17/8/2021).
Terkait subsidi tersebut dr Anton menjelaskan jika harga normal dihitung dari unit cost sekali pemeriksaan dengan komponen reagen, bahan habis pakai medis, listrik dan bahan lainnya total biayanya adalah 1,4 juta per orang sekali PCR.
Menurut dr Anton yang membuat PCR harganya mahal yaitu terdapat pada komponen reagen. Harganyan untuk reagen 1 KIT 70 juta dengan 1 kali running untuk 9 sample sudah dengan dua kontrol.
“Jadi kalau kita tagihkan 900 ribu berarti ada komponen subsidi sekitar 500 ribu. Jika harganya diturunkan lagi berarti tambah besar lagi subdisinya,”jelasnya.
dr Anton mengungkapkan tarif PCR hanya berlaku untuk para pelaku perjalanan. Untuk pasien sendiri tidak di kenakan biaya PCR.
” Untuk pasien semua tetap gratis, dari dulu gratis,”ungkapnya.
dr Anton menambahkan, dengan adanya penurunan tarif PCR pihaknya belum mendapatkan arahan dari Kemenkes terhadap subsidi tarif PCRnya.
“Dengan ada penurunan tarif ini mudah-mudahan ada subsidi dari kemenkes entah itu dalam bentuk reagen atau apa,” ujarnya.(DEN)

















