DLH Mimika Gandeng Mitra Hijau Asia Kelola Limbah B3 Fasilitas Kesehatan

TIMIKA,KTP.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan oleh fasilitas kesehatan. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga, Mitra Hijau Asia, sebagai mitra resmi dalam proses pengangkutan dan pengolahan limbah medis.

Kerja sama ini bertujuan memastikan limbah B3 yang berasal dari rumah sakit, puskesmas, maupun klinik kesehatan ditangani sesuai standar, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

Sekretaris DLH Mimika, Ramli L, menjelaskan bahwa sebagian besar limbah B3 dari fasilitas kesehatan di Kabupaten Mimika saat ini telah dikelola oleh pihak ketiga melalui sistem penjemputan langsung dari masing-masing fasilitas.

“Saat ini, pengelolaan limbah B3 di Timika dilakukan oleh Mitra Hijau Asia yang bekerja sama dengan fasilitas kesehatan melalui sistem jemput langsung. Mekanisme ini diharapkan mampu menjamin limbah ditangani secara aman dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ramli, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, sebelum limbah diangkut, setiap fasilitas kesehatan wajib melakukan penataan dan penyimpanan sementara sesuai prosedur. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko pencemaran lingkungan serta mencegah potensi gangguan terhadap kesehatan masyarakat dan ekosistem.

Selain pengelolaan fisik limbah, DLH Mimika juga mendorong peningkatan pengawasan melalui sistem pelaporan yang lebih tertib. Seluruh fasilitas kesehatan diwajibkan menyampaikan laporan pengelolaan limbah B3 melalui aplikasi yang telah disosialisasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan transparansi, memudahkan proses pemantauan, sekaligus memastikan setiap tahapan pengelolaan limbah medis berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami berharap seluruh fasilitas kesehatan di Mimika dapat terus meningkatkan standar pengelolaan limbah B3, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” tandas Ramli. (EH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *