Tanah Papua
Dinas Perikanan Mimika Punya Instalasi Produksi Benih Ikan Dengan Sistim RAS
TIMIKA,KTP.com – Dinas Perikanan Kabupaten Mimika sekarang punya operasional instalasi produksi benih ikan dengan sistim ras di Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Bhintuka di SP 13. Balai benih tersebut di resmikan oleh Sekda Mimika Michael Gomar, Selasa (2/11/2021).
Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Bhintuka dibangun pada Tahun 2006 dengan lahan 226 x 200 m (4,52 Ha), fasilitas Kolam 17 buah, bangsal benih 1 buah, kantor 1 unit, barak 2 unit, gudang 1 unit, rumah genset 1 unit dan mulai beroperasi tahun 2007 hingga 2017.
Untuk produksi benih tahun 2016 sekitar 7500 ekor dan PAD Rp. 6.000.000, sedangkan tahun 2017 sekitar 16.750 ekor dengan PAD Rp. 2.560.000. Revitalisasi dan inovasi BBIL tersebut dari tahun 2018 sampai 2021.
(Baca Juga: Lelang Jabatan Pemda Mimika Tunggu Rekomendasi KASN)
Sekda kabupaten Mimika Michael Gomar dalam sambutannya mengatakan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Mimika berdasarkan visi kabupaten yakni membangun Mimika Aman, Damai dan Sejahtera berbasis potensi sumber daya strategis yang mendukung pencapaian Visi RPJPD yaitu pada tahun 2025 Mimika menjadi pusat pelayanan, jasa, industri global berwawasan lingkungan menuju masyarakat madani, bagi terwujudnya masyarakat Mimika yang berdaya di tanahnya sendiri.
“Sejalan dengan visi tersebut maka Pemerintah Daerah mendorong pembangunan infrastruktur bidang perikanan dalam rangka percepatan pembangunan,” tuturnya.
Menurut Sekda balai Benih Ikan merupakan sarana pemerintah untuk menghasilkan benih ikan dan untuk membina usaha budidaya ikan masyarakat dalam rangka peningkatan produksi perikanan, kesejahteraan pembudidaya serta pencapaian target PAD.
Faktor-faktor penentu keberhasilan usaha perikanan budidaya yaitu jaminan ketersediaan induk dan benih unggul, penerapan biosecuriti yang ketat, cara pembenihan ikan yang baik (cpib), cara budidaya ikan yang baik (cbib),
residu pemantauan serta kesehatan ikan dan jaminan kualitas AIR dan lingkungan sekitar usaha budidaya.
“Penyediaan induk dan benih unggul menjadi tulang punggung dan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha budidaya serta didukung penerapan teknologi yang efisien, serta ramah lingkungan seperti recirculating aquaculture system (ras) yang mengarah pada peningkatan produktivitas dan kualitas benih sehingga mampu memberikan keuntungan ekonomi,”ujarnya.
(Baca Juga: Pemda Mimika Perlu Terapkan Bank Sampah)
Sekda menjelaskan, teknologi ras adalah teknologi dengan menerapkan sistem budidaya secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus menerus.
Dalam sistem ras produktivitas bisa digenjot hingga 100 kali lipat. sebagai gambaran, dengan sistem ras ini, bpbat tatelu mampu menggenjot padat tebar nila hingga 5000 ekor/m3, dibandingkan sistim konvensional hanya 50 ekor/m3.
Dengan dibangunnya bangsal benih ini maka diharapkan meningkatkan ketersediaan benih unggul yang akan mendorong peningkatan produksi, peningkatan pendapatan pembudidaya dan memberi dampak peningkatan pad bagi kabupaten mimika.
“untuk itu perlu saya tegaskan agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik dan fokus pada manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan PAD, “jelasnya.
Sementara kepala Dinas Pertanian Mimika Lentjee Siwabessy dalam sambutannya mengatakan, pembangunan BBIL Bhintuka Balai Benih Ikan Lokal ini dibangun untuk menyediakan benih ikan bermutu dan menghasilkan PAD.
“Tahun 2018 terjadi restrukturisasi organisasi dimana Bidang Perikanan Budidaya menjadi bidang tersendiri. Perubahan manajemen pengelolaan BBIL dilakukan untuk melakukan berbagai perubahan sehingga target-target BBIL dapat tercapai,”tuturnya.
Menurut Leentje, Bulan Oktober 2021 target PAD BBIL telah tercapai 100 persen. Dibanding periode sebelumnya maka periode 2018 sampai 2021 benih mengalami peningkatan 358 persen, sedangkan PAD 1000 persen.
Ia menambahkan dalam rangka revitalisasi BBIL maka dilakukan peningkatan sarana dan prasarana yaitu tahun 2018 rehab 6 buah kolam pemijahan Nila. Sedangkan tahun 2019 penambahan 12 kolam bak induk dan pendederan benih, rehab bangsal lama, bor air dan bak penampungan.
“Pada tahun 2020 pembangunan gerbang, mess magang, menara pengawas, jalan kompleks BBIL, pagar, pompa air dan terjadi refocusing. Untuk tahun 2021 ini, merupakan lanjutan pembangunan mess Magang, pembangunan bangsal benih sistim RAS,” tuturnya.
Leentje mengungkapkan, Peresmian dan operasional Instalasi produksi benih ikan dengan sistim ras merupakan teknologi yang diunggulkan KKP dengan menerapkan sistem budidaya secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus menerus.
Dalam sistem ras produktivitas bisa meningkat hingga 100 kali lipat. Sebagai gambaran, dengan sistem ras ini, mampu menggenjot padat tebar nila hingga 5000 ekor/m3, dibandingkan sistim konvensional hanya 50 ekor/m3.
Diharapkan meningkatkan ketersediaan benih unggul yang akan mendorong peningkatan produksi, peningkatan pendapatan pembudidaya dan memberi dampak peningkatan pad bagi Kabupaten Mimika.
Adapun luas kolam yang ada saat ini 568.198 m2 dengan kebutuhan benih 7,9 juta ekor per masa panen. Pembangunan BBIL berasal dari dana DAK dan APBD.
“Saya Ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati yang memberikan perhatian serius juga support, serta anggaran untuk perikanan baik budidaya air tawar, tangkap dan pengolahan serta pemasaran,”ungkapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Michael Gomar Sekretaris Daerah Mimika, Syahrial Asisten II, beberapa Pimpinan OPD, kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat dan kelompok pembudidaya.(DEN)

















