Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur, Diduga Diserang di Yahukimo

Berita, Tanah Papua31 Dilihat

TIMIKA,KTP.com – Seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas dalam Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026, Brigadir Polisi Fredi Lukas Awes, ditemukan tewas di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin malam, 20 Juli 2026.

Korban diduga diserang orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam. Jasad Brigpol Fredi ditemukan sekitar pukul 23.30 WIT di kawasan Kompleks Jalan Pertanian Halabok Paradiso Belakang, Distrik Dekai.

Usai ditemukan, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk pemeriksaan medis, sebelum diterbangkan ke Kota Jayapura untuk disemayamkan di rumah duka.

Wakil Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andri Alam, menyatakan tim gabungan dari Satgas Damai Cartenz, Polres Yahukimo, dan BKO Brimob Batalyon B Polda Papua langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Petugas langsung mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Andri di Mimika, Selasa, 21 Juli 2026.

Dari olah TKP awal, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi ditemukannya korban, di antaranya sepeda motor, pisau, baju, celana, kupluk, gelang, sepasang sandal, serta sampel bercak darah di area teras rumah dan sekitar TKP.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigpol Fredi.

“Kami memastikan peristiwa ini akan ditangani secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Seluruh langkah penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pihak yang verantwoordelijk serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Adarma Sinaga, menegaskan proses pengejaran terhadap pelaku masih berlangsung.

“Kami berkomitmen mengungkap secara menyeluruh pelaku maupun motif dalam peristiwa ini. Seluruh proses dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta memberikan informasi kepada petugas apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses penyelidikan,” kata Adarma.

Hingga saat ini, kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan mendalami keterangan saksi untuk mengidentifikasi pelaku beserta motif pembunuhan tersebut.(MWW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *