TIMIKA,KTP.com– Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyayangkan sikap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika yang melewatkan tahapan pemetaan potensi atau profiling. Dari total 2.640 ASN yang dijadwalkan, sebagian di antaranya tidak hadir tanpa alasan yang jelas.
Hal itu disampaikan Bupati Johannes Rettob saat memimpin apel pagi di lapangan kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Senin (7/9/2026). Ia menegaskan bahwa pemetaan potensi ini merupakan agenda penting dan wajib diikuti seluruh ASN sebagai dasar penilaian potensi pegawai.
“Profiling ini diberikan kesempatan gratis dan sifatnya wajib diikuti. Kalau sampai tidak ada nilainya, Bapak dan Ibu harus berusaha ikut sendiri dan bayar sendiri,” tegasnya.
Menurut Bupati, beberapa pegawai tidak hadir karena alasan perjalanan dinas atau izin resmi, namun tak sedikit yang sengaja mangkir. Bahkan, ia mengungkapkan terdapat ASN yang tidak bertanggung jawab selama proses tes berlangsung.
(Baca Juga: BRIDA Mimika Dorong Pembangunan 2027 Berbasis Data, Riset Harus Bisa Dieksekusi)
“Ada yang datang ikut daftar nama, setelah itu izin ke toilet tapi tidak kembali lagi. Ada juga yang sudah mengisi, tapi asal-asalan sehingga nilainya ditolak,” ucapnya dengan nada kecewa.
Johannes Rettob menegaskan bahwa penilaian pegawai Pemkab Mimika didasarkan pada dua kriteria utama, yakni hasil profiling dan kinerja harian. Dari data sementara, hasil pemetaan menunjukkan variasi potensi ASN dari level rendah, sedang, tinggi, hingga ada yang sama sekali kosong.
Ia mengimbau seluruh jajaran ASN Mimika untuk menyadari pentingnya tahapan ini demi pengembangan karier dan penataan birokrasi, sebagaimana kewajiban mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar), Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), maupun Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).
“Profiling ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk memetakan kompetensi dan kapasitas pegawai agar penempatan dan pengembangan karier dapat berjalan tepat sasaran,” pungkasnya.
Pemkab Mimika berharap seluruh ASN dapat lebih bertanggung jawab dan memanfaatkan program ini dengan serius demi peningkatan kualitas pelayanan publik di Bumi Cenderawasih. (EH)













1 komentar