Bupati Mimika Kecam Aksi Pembunuhan Dua Siswa Magang, Pemkab Mimika Bakal Gelar Operasi Senyap

Tanah Papua97 Dilihat

TIMIKA,KTP.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bersiap mengetatkan pengawasan keamanan menyusul aksi pembunuhan sadis yang menewaskan dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mimika di kawasan SP 3.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengecam keras aksi kekerasan yang menimpa anak-anak di bawah umur tersebut dan menilai eskalasi kriminalitas di wilayahnya makin mengkhawatirkan.

“Kami sedih pembunuhan pada anak-anak yang tidak punya dosa ini terjadi. Ini semakin brutal,” kata Johannes, Senin (31/8/2026).

Kedua korban yang tengah menjalani program magang sebelumnya ditemukan tewas mengenaskan di dalam area bengkel mobil di kawasan SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana.

Hasil identifikasi awal menunjukkan kedua pelajar mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian kepala dan leher.

Merespons peristiwa berdarah yang memicu keresahan publik tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk memperketat razia serta patroli rutin, terutama pada malam hari.

Pemerintah daerah mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, serta memperketat pengawasan terhadap anak usia remaja.

(Baca Juga: Dua Pelajar Magang Ditemukan Meninggal Dunia di Bengkel Ketok Magic Jalan Yan Tinal SP 3)

Johannes mengungkapkan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah merumuskan langkah penindakan khusus guna memulihkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Timika.

“Dalam waktu sangat dekat, kita lakukan operasi-operasi. Saya tidak akan sampaikan di depan umum, tetapi ini merupakan silent operation yang akan membuat aman di Mimika,” ujar Johannes menegaskan.

Ia tidak menampik bahwa ancaman gangguan keamanan di Kabupaten Mimika terbilang tinggi.

Johannes bahkan menceritakan pengalaman pribadinya bersama Wakil Bupati Mimika yang sempat dievakuasi oleh personel Brimob akibat lonjakan eskalasi keamanan di lapangan.

Menurutnya, meski patroli rutin terus digencarkan aparat, para pelaku kejahatan kerap memanfaatkan celah dan kelengahan petugas di jam-jam rawan.

Melalui pengetatan patroli serta penggelaran operasi khusus ini, Pemkab Mimika berharap dapat memutus mata rantai tindak kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.(MWW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar