Connect with us

Tanah Papua

Kelanjutan Pembangunan Trans Papua Wamena-Mumugu Libatkan 600 Prajurit TNI

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Pemerintah segera melanjutkan pembangunan jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena, kabupaten Jayawijaya dengan Mumugu, kabupaten Asmat yang sempat terhenti awal Desember 2018 lalu.

Rencananya pembangunan 35 jembatan yang berada di ruas jalan antara distrik (kecamatan) Mbua, Kabupaten Nduga hingga kampung Mumugu di kabupaten Asmat akan melibatkan Zeni TNI AD.

“TNI akan mengerahkan 600 personel memperkuat Kodam XVII Cenderawasih untuk melanjutkan proyek jembatan di ruas jalan Trans Papua antara Mbua, Kenyam, Batas Batu, di Nduga hingga Mumugu di Asmat. Nantinya mereka akan disebar di lokasi pembangunan 35 jembatan ini,” kata Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring di Rindam Kodam Cenderawasih di Ifar Gunung Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (5/3/2019).

(Baca Juga: Pembangunan Jembatan di Ruas Jalan Trans Papua Wamena-Mumugu Dihentikan Sementara)

Menurut Yosua, proyek jalan Trans Papua merupakan salah satu program strategis nasional yang dicanangkan pemerintah. Program ini bertujuan untuk membuka isolasi daerah, menurunkan tingkat kemahalan harga barang dan jasa yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Papua.

“Pembangunan merupakan wujud kehadiran negara di seluruh wilayah kedaulatan NKRI. Sayangnya pembangunan di Papua kerap mengalami gangguan keamanan yang dilakukan sekelompok orang yang mempersenjatai diri. Seperti yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya yang membantai 24 pekerja PT Istaka Karya di Puncak Kabo, kecamatan Yigi, 2 Desember lalu. Itulah sebabnya mengapa pembangunan ini harus diamankan oleh prajurit TNI,” ujar Yosua.

(Baca Juga: Bupati Nduga: 100 Persen Kami Mendukung Pembangunan, Ini Harapan Kami dari Dulu)

Sebelumnya, 35 jembatan yang ada di ruas jalan Mbua – Mumugu ini dikerjakan oleh 2 perusahaan BUMN yakni PT Istaka Karya membangun 14 jembatan dan PT Brantas Abipraya 21 jembatan.

“Untuk pelaksanaan pembangunan akan dikerjakan oleh Satuan Zeni Konstruksi TNI AD, sementara tenaga ahli tetap dari PT Istaka Karya dan PT Brantas Abipraya,” papar Yosua.

Denah Jalan Trans Papua Segmen 5 Wamena-Mumugu. (Humas PUPR)
Dirintis TNI

Mengenai isu bahwa kehadiran pasukan TNI menimbulkan trauma bagi warga Kabupaten Nduga, dibantah Pangdam Cenderawasih. Ia menjelaskan bahwa Zeni TNI AD yang pertama kali membuka ruas jalan ini awal 2016 dan hingga tersambung awal 2017, tidak terjadi pengungsian seperti yang dituduhkan.

“Pengungsian yang terjadi kemarin, karena warga trauma dengan pembantaian biadab terhadap 24 pekerja yang dilakukan oleh KKSB. Anda, tentu bisa membayangkan kebrutalan KKSB yang mengumpulkan para pekerja dalam satu tempat dengan tangan terikat, lalu diberondong tembakan lalu dibantai secara sadis tanpa perikemanusiaan. Dengan kejadian ini, tentu warga pasti takut karena bisa mendapat perlakuan sama,” kata Yosua.

(Baca Juga: Tak Ada Tempat untuk Kelompok Kriminal Bersenjata di Tanah Air)

Isu itu berkembang, kata Yosua, sebagai upaya pemutarbalikan fakta untuk menutupi kebiadaban KKSB. Ingat juga bagaimana para pendukung KKSB menuduh para pekerja sipil dituduh sebagai anggota TNI yang menyamar sebagai pekerja PT Istaka Karya, namun faktanya tidak demikian.

Bahkan yang berkembang belakangan, bagaimana keluarga pekerja yang belum ditemukan membuat surat terbuka kepada Presiden meminta informasi tentang nasib anggota keluarga yang menjadi korban KKSB dan hingga belum ditemukan.

“Kehadiran TNI-Polri di Nduga pasca kejadian kemarin justru ingin melindungi warga sipil di Nduga dari kebiadaban KKSB. Faktanya sekarang, warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah mereka masing-masing dan aktivitas sosial ekonomi sudah kembali normal. Pada saat yang sama anggota TNI-Polri bersama pemerintah daerah memberikan bantuan sembako dan layanan kesehatan kepada warga,” tutur Yosua.

(Baca Juga: Menteri PUPR: Jalan Trans Papua Tersambung Akhir 2019)

Pasca insiden di Yigi, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pembangunan jalan Trans Papua tetap akan dilanjutkan. Presiden lalu memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk menyelesaikan permasalahan gangguan keamanan terhadap program strategis nasional ini.

“Negara tidak boleh mundur hanya karena adanya teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah tetap akan melanjutkan pembangunan tersebut sampai selesai, demi meningkatkan kesejahteraan warga negara yang berdiam di Papua,” kata Yosua menegaskan.

Ruas jalan Wamena-Mumugu yang termasuk dalam segmen 5 jalan Trans Papua sepanjang 278,6 kilometer dirintis oleh Zeni TNI AD dan akhirnya tersambung pada awal 2017 lalu. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kemudian melanjutkan pembangunan ruas jalan ini berupa pengaspalan dan pembangunan jembatan.

Sejak akhir 2017, ruas jalan Wamena-Habema-Mbua sepanjang 90 kilometer bahkan sudah bisa dioperasionalkan. Menurut jadwal, ruas jalan yang akan menjadi urat nadi transportasi barang dan jasa terdekat dari pelabuhan ke wilayah pegunungan tengah Papua ini direncanakan rampung akhir 2019. (Ong)

Komentar