Connect with us

Tanah Papua

Sinergitas TNI-Polri Kawal Aksi Aspirasi Front Rakyat Bergerak di Nabire Hingga Tuntas

Published

on

NABIRE,KTP.com – Aparat keamanan gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP sukses mengawal jalannya aksi penyampaian aspirasi oleh kelompok Front Rakyat Bergerak di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Selasa (7/4/2026).

Rangkaian pengamanan dimulai dengan apel kekuatan pada pukul 06.00 WIT di Lapangan Apel Polres Nabire, Jalan Jenderal Sudirman, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, didampingi Wakapolres Kompol Dr. Piter Kendek.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu menjelaskan bahwa dalam pengamanan ini, Polres Nabire menyiagakan kekuatan penuh dengan dukungan BKO Polda Papua Tengah.

Selain itu, personel dari berbagai satuan TNI, termasuk Kodim 1705/Nabire, Yonif TP 804/DBAY, Brigif TP 82/WKB, Den Zipur 12/OHH, hingga Lanal Nabire.

“Pengerahan personel dalam jumlah signifikan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan di titik-titik vital, khususnya di Kantor DPRP Papua Tengah, sembari tetap mengedepankan pendekatan persuasif melalui kehadiran tim negosiasi dan tim deteksi di lapangan,” jelasnya.

Lanjut dijelaskan, massa aksi dilaporkan tiba di Kantor DPRP sekitar pukul 11.40 WIT dan mulai menyuarakan tuntutan mereka pada tengah hari.

Dalam orasi yang disampaikan, kelompok Front Rakyat Bergerak membawa isu krusial mengenai penolakan terhadap operasional PT Freeport serta menuntut keadilan bagi masyarakat Papua.

Meskipun isu yang dibawa cukup sensitif, massa tetap mengikuti arahan petugas keamanan dan menjaga ketertiban selama menyampaikan pendapat di muka umum.

“Aspirasi tersebut akhirnya diterima secara langsung oleh jajaran pimpinan DPRP Papua Tengah, di antaranya Ketua Delius Tabuni, Wakil Ketua I Diben Elaby, dan Wakil Ketua II Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty pada pukul 15.30 WIT,” imbuhnya.

Dialog antara perwakilan massa dan pihak legislatif berlangsung kooperatif, sehingga tidak terjadi gesekan fisik maupun tindakan anarkis yang merugikan fasilitas publik di wilayah Distrik Nabire.

Seluruh rangkaian aksi dinyatakan berakhir pada pukul 16.27 WIT dengan situasi wilayah yang tetap aman dan kondusif.

Kapolres memberikan apresiasi atas sinergitas yang ditunjukkan oleh seluruh instansi keamanan serta kedewasaan massa dalam berpolitik.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap menginstruksikan personelnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi aksi lanjutan atau berkembangnya isu-isu kamtibmas di tengah masyarakat.(MWW)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *