TIMIKA,KTP.com – Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Rabu pagi waktu indonesia Timur tiba di Timika langsung meninjau dan koordinasi terkait penanganan bencana kelaparan di Kabupaten puncak, Papua Tengah.
Usai berkoordinasi singkat dengan stakeholder Kabupaten Puncak di Bandara Timika, menko bersama rombongan kemudian meninjau gudang tempat penampungan bantuan kemanusiaan di gudang kargo Mozes Kilangin Timika
Saat meninjau bantuan di gudang cargo, Menko PMK berjanji akan membangun gudang Lumbung pangan di kabupaten Puncak mengingat kejadian kelaparan yang dialami masyarakat di tiga Distrik yakni Agandugume , Lambewi dan Oneri akan berkepanjangan dan terjadi secara periodik dalam siklus tahunan.
” Untuk saat ini kita bangun lumbung pangan sementara di lokasi terdekat dengan bencana (distrik Sinak), kedepanya akan di bangun lumbung pangan di Kabupaten puncak” ujarnya.
Selain itu,Menko PMK dan Kepala BNPB menyerhakan sebanyak 12 item,bantuan sosial yang diserahkan untuk menanggulangi bencana kelaparan akibat cuaca ekstrim.Bantuan yang diberikan itu berupa peralatan tidur,beras,tenda,selimut serta sembako.
Rencana pembangunan lumbung pangan di Kabupaten puncak Menko PMK akan menyampaikan langsung kepada Presisden Ir Joko Widodo.
“Kami setelah melihat kondisi di distrik sinak,serta memantau seluruh bantuan yang adanya nantinya akan disampaikan kepada presiden dengan usulan membangun lumbung pangan di puncak”,ungkap Muhadjir Effendi Menko PMK,Rabu (02/08/2023)
Kepala BNPB Pusat Suharyanto menambahkan,Bantuan yang saat ini sudah di kirim baik dari kementrian sosial, Panglima TNI dan BNPB sudah diserahkan sebagian ke lokasi sasaran di Distrik Agandugume.
namun menurutnya mengingat lokasi yang cukup tinggi 9000 kaki diatas permukaan laut serta faktor cuaca menjadi kendala utama bahkan terkait masalah keamanan.
“Sebagian bantuan sudah kami salurkan langsung ke ke agandugume.namun satu kali penerbangan hanya 800 kilo gram”ungkap Kepala BNPB pusat Suharyanto.(ADMIN)






