JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) Hendrikus Uwamang mengklaim berhasil menembak mati 28 personel TNI-Polri dalam kontak tembak yang berlangsung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika sejak Minggu (1/4/2018) kemarin. Dalam kontak tembak selama dua hari di Kampung Banti, kata Hendrikus, seorang prajurit TPN-PB bernama Alanny Beanal (30) tewas tertembak.
“Dalam pertempuran selama 2 hari, TPN-PB dan TNI mengalami korban yang sama di kedua belah pihak. TNI-Polri mengalami korban 28 personel tewas dan 2 luka-luka, sementara prajurit TPN-PB satu orang tewas,” kata Hendrikus dalam rilis berkop surat Komando Nasional TPN-PB pada Senin (2/4/2018).
(Baca Juga: Mobil Dokter RS Banti Dibakar OTK)
Menurut Hendrikus, perang yang terjadi di Kampung Banti atau Dalmanomi dalam rangka perjuangan menutup PT Freeport, perusahaan emas dan tembaga milik Amerika Serikat yang dijaga oleh TNI-Polri.
“TPN-PB berperang melawan TNI-Polri untuk menuntut hak politik bangsa Papua untuk menentukan nasib masa depan bangsa Papua karena Freeport adalah akar dari persoalan bangsa Papua. Maka kami akan melawan TNI-Polri di areal perusahaan untuk tutup Freeport dan akan berlanjut sampai batas waktu yang tidak terbatas,” kata Hendrikus selaku Kepala Staf Kodap III TPN-PB Kali Kopi.
Dalam perang tersebut, kata Hendrikus, TNI-Polri telah melakukan pelanggaran aturan perang yang sudah dikeluarkan oleh TPN-PB untuk melindungi warga sipil dan karyawan perusahaan. “Mereka telah membakar honai milik warga dan seorang warga Eru Beanal tewas akibat aksi itu. TNI-Polri juga menggunakan senjata roket menyerang TPN-PB dan masyarakat,” kata Hendrikus.
Hendrikus menegaskan akan terus memperjuangkan penutupan Freeport dan penentuan nasib sendiri melalui mekanisme yang adil dan demokratis di bawah pengawasan dalam mekanisme Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB).
“Kami minta kepada semua pihak terutama Pemerintah Indonesia dan PT Freeport untuk tidak salah menerjemahkan tujuan perang dan status militer Papua Barat yakni TPN-PB sebagai teroris atau kelompok kriminal bersenjata,” kata Hendrikus.

Satu Anggota TNI Tewas
Informasi yang dihimpun Kabartanahpapua.com di Tembagapura, kontak tembak antara kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) dengan anggota TNI di Utikini Lama, Kampung Banti 2 mengakibatkan satu anggota Batalyon 751 Raider tewas. Saat bergerak mendekati Kampung Banti 2, anggota TNI ditembaki dari arah perbukitan yang mengelilingi perkampungan itu sehingga terjadi kontak tembak selama beberapa waktu.
“Kontak tembak berlangsung Minggu (1/4/2018) sore sekitar pukul 17.00 WIT, dan belakangan diperoleh informasi satu anggota Yonif 751 Raider tewas tertembak,” kata sumber Kabartanahpapua.com di Tembagapura, Senin (1/4/2018).
(Baca Juga: Memperjuangkan Rakyat Seperti Apa, Kalau Bakar Sekolah dan Rumah Sakit?)
Hingga Senin (2/4/2018) siang, jenazah belum bisa dievakuasi ke Tembagapura karena terkendala cuaca dan medan yang berat. Sementara kontak tembak masih terus berlangsung dengan anggota KKSB yang diduga dari kelompok TPN-OPM Kali Kopi yang sebelumnya melakukan pembakaran sekolah dan Rumah Sakit Banti.
“Saat ini jenazah masih dijaga oleh tiga personel, sementara pasukan gabungan masih terus berhadapan anggota KKSB. Jika kondisi sudah memungkinkan sore ini akan dilakukan evakuasi jenazah ke RS Tembagapura,” katanya. (Mas)






