Uncategorized
Isu WFH Mengemuka, Bupati Mimika: Belum Ada Surat Resmi, Stok BBM Aman 12 Hari
TIMIKA,KTP.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memastikan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Mimika belum menerima instruksi resmi terkait penerapan kebijakan Work From Home (WFH) dari pemerintah pusat. Hal ini disampaikannya menanggapi isu nasional mengenai efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Sampai saat ini belum ada surat resmi, belum ada surat edarannya. Memang kita dengar di kementerian sudah melakukan WFH sebagai bagian dari efisiensi, termasuk untuk penghematan bahan bakar, tetapi itu belum sampai ke pemerintah daerah,” ujar Johannes Rettob saat ditemui di Timika, Senin (31/3/2026).
Menurut bupati, tidak ada urgensi yang mengharuskan daerah segera mengikuti kebijakan tersebut. Meski demikian, dirinya tetap memastikan ketersediaan BBM di wilayah Mimika dalam kondisi aman.
Ia telah menginstruksikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta pihak Pertamina untuk melakukan pengecekan stok avtur, minyak tanah, bensin, dan solar. Hasil pemantauan menunjukkan stok saat ini masih cukup untuk 12 hari ke depan, dengan pasokan tambahan dijadwalkan masuk pada awal April.
“Stok kita masih aman untuk 12 hari ke depan. Ini bukan berarti tidak ada pasokan, tapi berdasarkan kuota yang ada. Tanggal 1 sudah masuk lagi, tinggal kapal datang dan distribusi dilakukan, jadi tidak ada masalah,” tegasnya.
Dengan kondisi stok yang terpantau stabil dan belum adanya instruksi tertulis dari pusat, Bupati memastikan aktivitas pelayanan publik di lingkungan Pemkab Mimika tetap berjalan normal. (EH)










