Dinas Kesehatan Mimika Gelar Pembinaan Pelaporan RKO dan Penguatan Peran Farmasi Klinik

Berita, Tanah Papua18 Dilihat

TIMIKA,KTP.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pembinaan pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) serta penguatan peran farmasi klinik dalam penanggulangan penyakit hipertensi dan diabetes melitus (DM) di Puskesmas se-Kabupaten Mimika. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (15-16/7), bertempat di Hotel Horison Diana, Mimika.

Kegiatan ini dihadiri oleh tenaga farmasi dari berbagai puskesmas di wilayah Mimika. Hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Kesehatan Lanjutan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Farida, yang menyampaikan pentingnya perencanaan obat yang tepat sasaran dan efisien.

“Teman-teman di puskesmas harus bisa merencanakan kebutuhan obat dengan baik, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga ketersediaan obat. Selama ini, masih ada puskesmas yang tidak merencanakan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan,” ujar Farida.

Ia menegaskan bahwa sistem dropping obat tanpa perencanaan dari bawah akan menyebabkan pemborosan dan ketidakefektifan.

“Kita dibentuk untuk efisien dan efektif. Obat yang direncanakan harus sesuai dengan kasus yang ada, termasuk hipertensi dan diabetes yang sudah masuk dalam 10 besar penyakit tidak menular di Mimika,” tambahnya.

Menurut Farida, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan DM membutuhkan pengobatan jangka panjang. Pemerintah daerah menjamin ketersediaan obat, namun masyarakat juga diharapkan patuh minum obat secara teratur.

“Jika putus obat, risikonya komplikasi, kecacatan, bahkan kematian. Kami tidak ingin itu terjadi. Target kami adalah penduduk Mimika tetap produktif dan berusia panjang,” jelasnya.

Terkait ketersediaan obat, Farida memastikan stok obat di Dinas Kesehatan hingga tiga bulan ke depan masih aman.

“Walaupun sudah memasuki akhir tahun anggaran, kami memastikan kebutuhan obat tetap tercukupi karena sakit tidak mengenal anggaran,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari Kementerian Kesehatan RI secara virtual serta narasumber pakar kefarmasian dari Dinas Kesehatan Provinsi yang berpengalaman di bidang pengelolaan obat.

Di akhir wawancara, Farida mengimbau seluruh masyarakat Mimika untuk menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan.

“Kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah. Mari kita jaga kesehatan agar hidup lebih panjang dan lebih produktif,” pungkasnya. (EH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *