Tanah Papua
TNI-Polri Gagalkan Transaksi Jual Beli Senpi, Satu Anggota KKSB Tewas Tertembak
NABIRE, Kabartanahpapua.com – Tim gabungan TNI-Polri berhasil menggagalkan transaksi jual beli senjata api (senpi) di Kampung Nifasi, Distrik (kecamatan) Makimi, Kabupaten Nabire, Rabu (22/1/2020).
Dalam penyergapan itu, aparat melumpuhkan satu anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) dan menyita satu pucuk senpi laras panjang rakitan.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Nabire AKBP Sonny M Nugroho membenarkan kejadian itu. “Benar, kejadian itu berlangsung pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIT di Kampung Nifasi, Distrik Makimi,” ujar Sonny.
Ia menceritakan awal mula pengungkapkan kasus ini dari laporan warga mengenai rencana transaksi jual beli senjata di Kampung Nifasi. Tim gabungan kemudian menuju lokasi tersebut dan melihat para tersangka yang mengendarai sebuah mobil.
“Tim selanjutnya membuntuti mobil yang ditumpangi ketiga tersangka,” katanya.
Ketika mobil yang dikendarai tersangka bergerak dari arah Pantai Nusi menuju Kota Nabire, tim kemudian melakukan pengadangan. Anggota tim melepaskan dua kali tembakan peringatan untuk meminta para tersangka menyerah, namun dua tersangka melompat ke luar dari mobil dan kabur ke arah bukit.
“Seorang tersangka yang membawa senjata api berusaha melarikan diri ke semak-semak namun berhasil dilumpuhkan anggota. Not Magai (35) tertembak di pinggang. Ia akhirnya meninggal dunia saat dievakuasi ke RSUD Nabire,” paparnya.
Dalam kejadian itu, tim gabungan menyita beberapa barang bukti yakni satu pucuk senpi laras panjang, 2 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, buku tabungan, dan uang tunai senilai Rp500 ribu.
“Semua barang bukti sudah diamankan di Mapores Nabire untuk penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan jenazah Not Magai sudah diambil oleh pihak keluarga siang tadi dan rencananya akan segera dimakamkan,” katanya.
Dari barang bukti yang diamakan diketahui almarhum Not Magai (35) adalah anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap 29 Somatua yang berbasis di Kabupaten Intan Jaya. Dalam kartu anggotanya diketahui ia berpangkat Mayor dengan jabatan Komandan Operasi Umum.
“Not Magai juga berperan sebagai penyuplai bahan makanan, senjata, dan amunisi untuk kebutuhan KKSB di wilayah Intan Jaya,” pungkas Sonny. (Mas)

















