Tanah Papua
Sekuriti Freeport Diserang Sekelompok Orang di Areal Pelabuhan Portsite
TIMIKA, HaIPapua.com – Hendrik Tihu (53), anggota sekuriti PT Freeport Indonesia (PTFI) harus menjalani perawatan di Klinik Kuala Kencana akibat diserang sekelompok orang di Pelabuhan Portsite, Kabupaten Mimika, Kamis (11/1/2018). Ia mengalami patah tulang siku kanan dan luka memar di lengan serta paha kanan akibat diserang menggunakan kampak.
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius VDP Helan mengatakan insiden penyerangan terhadap Hendrik Tihu (53) terjadi di Pos Mangrove, Pelabuhan Porsite sekitar pukul 14.30 WIT.
Menurut kesaksian Hendrik (53), kata Dionisius, saat itu ia bersama rekan kerjanya Salpius Batti dan 2 prajurit TNI datang ke Pos Mangrove setelah mendengar informasi adanya penyerangan oleh sekelompok orang yang membawa senjata tajam.
“Hendrik mendapat laporan dari rekannya di Pos Mangrove telah diserang sekelompok orang yang masuk ke areal Pelabuhan dengan memanjat pagar lalu menyerang Pos Mangrove,” kata Dionisius melalui telepon selulernya, Kamis (11/1) malam.
(Baca Juga: Penembakan di Areal Freeport, 3 Orang Luka-Luka)
Hendrik lalu meminta bantuan kepada prajurit TNI dari Pos Lanal yang berada tak jauh dari Pos Sekuriti Portsite. Bersama seorang rekannya dan 2 prajurit TNI, mereka berangkat menggunakan mobil LWB nomor lambung 01-2634.
Namun saat tiba di Pos Mangrove, mobil mereka justru menjadi sasaran penyerangan. Ia bersama Salpius dan seorang prajurit TNI lalu turun dari mobil mencoba menenangkan kelompok penyerang. Upaya menenangkan kelompok penyerang tidak dihiraukan, malah mereka dilempari batu.
Prajurit TNI sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun membuat kelompok penyerang makin beringas. Mereka lalu memutuskan untuk mundur kembali ke mobil.
“Saat hendak masuk melalui pintu samping dekat sopir, tiba-tiba salah salah seorang dari kelompok penyerang mengayunkan kampak ke arahnya dan mengenai siku kirinya. Kelompok penyerang lalu kabur setelah prajurit TNI melepaskan rentetan tembakan peringatan ke udara,” kata Dionisius mengutip kesaksian Hendrik (53).
Dionisius menjelaskan, akibat kejadian itu Hendrik mengalami patah siku kiri dan beberapa bagian tubuh terluka, sementara kaca mobil sebelah kiri yang mereka tumpangi pecah. Menerima informasi kejadian ini, kata Dionisius, Polres Mimika langsung melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kelompok penyerang.
“Kami tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengidentifikasi pelaku penyerangan. Saat ini, kami juga sudah melakukan penambahan penjagaan di Pos Mangrove dan Portsite ,” ujar Dionisius. (Rex)

















