Nasional
Moeldoko: Hoaks Meracuni Bangsa Menjadi Pesimis, Kita Harus Melawannya!
JAKARTA, Kabartanahpapua.com – Berita bohong, berita palsu, yang sengaja diproduksi untuk kepentingan tertentu, sudah berada dalam taraf mengkhawatirkan. Banyak negara sudah menjadi korban dan hancur berantakan gara-gara hoaks. Di banyak negara lain, berita bohong menjadikan negara-negara tersebut melemah produktivitasnya dan kehilangan fokus menghadapi tantangan.
Oleh karena itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyambut baik gerakan-gerakan di tengah masyarakat yang berkomitmen untuk memberantas penyebaran hoaks dan mengajak lebih banyak pihak bergandeng tangan melawan hoaks.
Hal tersebut dikatakan Moeldoko saat menerima kedatangan komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) di Gedung Bina Graha, Jakarta, pekan lalu.
“Sekarang ini, banyak berita berseliweran yang berupaya membalikkan situasi yang mengarah kepada provokasi. Provokasi-provokasi tersebut membuat masyarakat luas menerima informasi yang salah. Ini tidak bisa dibiarkan atau didiamkan,” ujar mantan Panglima TNI ini.
(Baca Juga: Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Papua Berlangsung Meriah, Tidak Terpengaruh Propaganda OPM)
Menurutnya, Presiden Jokowi telah berulang kali mengingatkan bahwa hoaks akan membawa kerugian dalam masyarakat. Karena itu, Presiden selalu menekankan untuk membangun optimisme dan positivisme di tengah-tengah masyarakat.
Komunitas nirlaba seperti Mafindo, kata Moeldoko, diharapkan dapat membantu membatasi penyebaran isu hoaks sehingga tidak menimbulkan perpecahan bangsa dan mencegah perang antarbudaya.
“Karena hoaks kita banyak menjadi korban, melemahkan keyakinan atas agama, ideologi, dan mengarahkan masyarakat menjadi was-was atas bangsanya sendiri. Masyarakat juga skeptis terhadap masa depan bangsa. Semua ini bagian dari perang budaya. Nilai lama ditinggalkan, nilai baru muncul dan dibanggakan sehingga membuat banyak korban,” kata Moeldoko.

Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (28/8/2018). (KSP)
Ketua Mafindo Septiaji Eko Nugroho mengungkapkan upaya mereka untuk mengontrol penyebaran isu hoaks dengan menggalang gerakan anti hoaks dengan membentuk komunitas bersama relawan memanfaatkan semangat gotong royong di seluruh Indonesia.
Gerakan anti hoaks ini, kata Septiaji, menyasar 3 persoalan utama, yaitu hoaks yang disebarkan di Indonesia, rendahnya literasi masyarakat, dan ajakan kepada jurnalis untuk tidak memuat berita yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Dengan 3 cara ini, Mafindo mempunyai solusi melawan hoaks. Kita mempunyai inisiatif untuk bergotong royong dan berkolaborasi dengan menggunakan database anti hoaks,” ujar Septiaji yang akrab dipanggil Jawy.
(Baca Juga: Polda Papua: Video Viral Bertulis Papua Hari Ini 25 Juli Banyak Polisi Gugur adalah Hoaks)
Mafindo juga telah meluncurkan situs cekfakta.com sebagai bentuk proses deteksi berita hoaks dan aplikasinya di Android untuk memverifikasi informasi. Informasi yang mereka verifikasi juga diberikan pada media massa yang kredibel di Indonesia, dan melibatkan para jurnalis untuk tergabung dalam gerakan ini. Informasi yang diberikan diharapkan akan meningkatkan kualitas jurnalis dan memperbaiki pengolahan kualitas informasi.
“Mafindo juga berharap bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah, para pemuka agama, dan otoritas teritorial seperti pihak kepolisian dan TNI, sehingga keterlibatan semua pihak dapat mengurangi jumlah penyebaran informasi yang menyesatkan,” kata Jawy.
Pada penghujung pertemuan, Moeldoko mengapresiasi gerakan anti hoaks yang telah dilakukan Mafindo. Ia berharap agar gerakan seperti ini akan semakin banyak. “Semua punya kepentingan. Kembangkanlah komunitas semacam ini di luar lingkaran anti hoaks tapi juga di institusi lainnya,” ujar Moeldoko. (Fox)


















