Connect with us

Tanah Papua

DKPP: KPU RI Berkontribusi pada Pelanggaran Kode Etik KPUD Mimika

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berkontribusi terhadap kesalahan KPUD Mimika meloloskan Abdul Muis sebagai calon wakil bupati, padahal ia pernah menjabat sebagai Bupati Mimika sesuai Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 131-91-2794 Tahun 2013 tertanggal 19 April 2013.

Dalam Putusan DKPP Nomor 34/DKPP-PKE-VII/2018, terungkap bahwa KPU Provinsi Papua menyarankan KPUD Mimika melakukan konsultasi kepada KPU RI terkait status Abdul Muis tersebut.

Konsultasi tersebut berkaitan dengan ketentuan dalam Pasal 7 huruf o Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Perpu Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang jo Pasal 4 ayat (1) huruf p PKPU Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas PKPU Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota yang pada pokoknya mengatur bahwa syarat calon.

“Belum pernah menjabat sebagai Gubernur untuk calon Wakil Gubernur, atau Bupati/Walikota untuk Calon Wakil Bupati/Calon Wakil Walikota pada daerah yang sama,” ucap Ketua DKPP Harjono.

(Baca Juga: DKPP Jatuhkan Sanksi Peringatan Keras dan Pemberhentian Sementara untuk KPUD Mimika)

Atas saran itu, KPUD Mimika lalu berkirim surat ke KPU RI dengan Nomor 37/B7/KPU Kab. 030.343721/ XII/2017 perihal Permohonan Penjelasan tertanggal 20 Desember 2017 yang pada pokoknya meminta penjelasan kepada KPU RI terkait apakah Abdul Muis memenuhi syarat atau tidak sebagai Calon Wakil Bupati.

KPU RI kemudian memberikan jawaban kepada KPUD Mimika melalui surat Nomor 96/PL.03.2-SD/06/KPU/I/2018 tertanggal 25 Januari 2018.

“Langkah para teradu (komisioner KPUD Mimika) berkonsultasi kepada KPU Provinsi Papua dan meminta penjelasan kepada KPU RI merupakan iktikad baik dalam kerangka mencari jawaban atas keraguan mereka untuk membuat keputusan,” kata Harjono.

Pertimbangan putusan DKPP disebutkan bahwa pertanyaan KPUD Mimika kepada KPU RI sudah sangat jelas, tegas, dan konkret. Tapi, jawaban yang diberikan KPU RI justru tidak tegas sehingga memunculkan tafsir yang salah dari komisioner KPUD Mimika.

Dalam surat KPU RI, pada angka (2) sebenarnya sudah tegas menjawab bahwa salah satu syarat Calon Wakil Bupati antara lain belum pernah menjabat sebagai Bupati di daerah yang sama. Meski demikian, keberadaan angka (3) dalam jawaban KPU RI justru membuat kekacauan tafsir para komisioner KPUD terhadap status syarat calon Abdul Muis.

Dalam angka (3), KPU RI mengutip Pasal 4 ayat (1) huruf o PKPU Nomor 15 Tahun 2017 yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan 1 kali masa jabatan adalah paling singkat selama 2½ tahun yang terhitung sejak tanggal pelantikan sampai dengan akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, atau Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota.

“Jawaban KPU RI pada angka (3) tersebut yang dipergunakan oleh komisioner KPUD sebagai pedoman untuk membuat keputusan bahwa paslon Hans Magal dan Abdul Muis memenuhi syarat dan mengikutsertakan dalam tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mimika Tahun 2018,” kata Harjono saat membacakan pertimbangan putusan DKPP.

DKPP berpendapat bahwa pasal yang dikutip dalam angka (3) surat KPU RI tidak berkaitan dengan frasa “belum pernah menjabat” dalam ketentuan Pasal 7 huruf o UU Nomor 10 Tahun 2016 jo Pasal 4 ayat (1) huruf p Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2017.

Pasal 4 ayat (1) huruf o Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2017 harus dipahami sebagai ketentuan yang mengatur tentang penghitungan 2 (dua) kali masa jabatan Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, atau Walikota atau Wakil Walikota.

Dua ketentuan pasal dalam UU yang kemudian dipertegas PKPU tersebut yakni Pasal 7 ayat (2) huruf n dan o pada UU Nomor 10 Tahun 2016 serta Pasal 4 ayat (1) huruf o dan huruf p angka 3 pada PKPU Nomor 15 Tahun 2017 telah memenuhi prinsip hukum lex scripta, lex certa, dan lex stricta, sehingga masing-masingnya telah tertulis dengan jelas, tegas, dan ketat tidak memberikan celah interpretasi.

“Kedua pengaturan tersebut tidak memiliki relevansi satu sama lainnya karena memiliki konsekuensi hukum yang berbeda,” kata Harjono.

(Baca Juga: ‘Pecah Kongsi’ Komisioner KPUD Mimika Dalam Rapat Pleno Penetapan Paslon)

KPU RI melalui surat Nomor 96/PL.03.2-SD/06/KPU/I/2018 tertanggal 25 Januari 2018 telah berkontribusi terhadap pelanggaran kode etik para komisioner KPUD Mimika. Selain itu, DKPP juga menilai bahwa KPU RI terlalu lama memberikan jawaban atas pertanyaan KPUD Mimika.

“Bahwa komisioner KPUD Mimika telah membuat surat pada 20 Desember 2017, tetapi baru dijawab oleh KPU RI pada 25 Januari 2018. Keterlambatan KPU RI membalas surat tersebut dapat dinilai telah mengabaikan satu tahapan krusial dalam Pemilihan, yakni tahap pendaftaran Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang dijadwalkan pada 8 hingga 10 Januari 2018,” dalam pertimbangan putusan DKPP yang dibacakan Harjono.

KPU RI seharusnya dapat memberikan jawaban yang berkepastian hukum terhadap persoalan yang dihadapi jajaran di bawahnya, bukan justru menimbulkan kegamangan dan multitafsir yang mengakibatkan kesalahan dalam mengambil keputusan dan bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan.

“Berdasarkan pemeriksaan semua alat bukti, dokumen dan fakta-fakta di atas, DKPP berpendapat bahwa perbuatan para komisioner KPUD Mimika terbukti melanggar hukum dan etika penyelenggara Pemilu terkait prinsip kepastian hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017,” ucap Harjono membacakan pertimbangan putusan DKPP. (Ong)

Komentar

Tanah Papua

Sekda Mimika Resmikan UPR Budidaya Ikan Air Tawar di SP 7

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika melalui Dinas Perikanan resmikan budidaya ikan air tawar di Kampung Mulia Kencana Distrik Iwaka, Senin (11/10/2021). Bangunan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) untuk budidaya ikan air tawar tersebut diresmikan oleh Sekda Mimika Michael Gomar dengan menggunting pita.

Yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Michael Gomar sekda Mimika, Yulius Sasarari Asisten 1 bidang pemerintahan, Leentje Siwabessy kepala dinas perikanan, serta beberapa kepala OPD dan kelompok pembudidaya ikan air tawar kampung Mulia Kencana.

Kepala dinas perikanan kabupaten Mimika Leentje Siwabessy mengatakan tujuan kegiatan rehabilitasi atau pembangunan sarana dan prasarana unit pembenihan rakyat (UPR) untuk menumbuhkan motivasi terhadap kelompok pembudidaya ikan-ikan (pokdakan) , serta untuk meningkatkan produksi benih ikan guna memenuhi kebutuhan benih khususnya untuk wilayah di distrik Iwaka dan sekitarnya,
maupun meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan.

(Baca Juga: Lelang Jabatan Pemda Mimika Tunggu Rekomendasi KASN)

“Jadi penerima paket Prasarana Unit Pembenihan Rakyat (UPR) adalah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Ulam Ngapak yang beranggotakan 10 orang dengan ketua Bustaman Y Harsono,”kata Leentje.

Pihaknya memberikan paket bantuan kepada kelompok pembudidaya tersebut yakni satu bangunan produksi ukuran 17 x 11 meter persegi, Bak atau wadah produksi sebanyak 10 unit, dan tanah adalah milik warga SP 7 Mulia Kencana dan disepakati bersama dengan kelompok budidaya serta Pemda melalui dinas perikanan.

Bantuan tersebut merupakan sarana dan prasarana yang akan dibuat oleh kelompok pembudidaya atau UPR yang dibiayai dari Dana DAK tahun 2021.

“Ada juga fasilitas lain yaitu biosecurity, sumur bor dan menara air, air ractor, genset, tabung oksigen, timbangan duduk, serok sebanyak 3 buah, has sebanyak tiga buah, pakan induk sebanyak 1000 kilogram, pakan benih 560 kg, calon induk 60 pasang dan ember empat buah,”jelasnya.

Sementara Sekda Mimika Michael Gomar mengatakan pembangunan yang dikerjakan oleh dinas perikanan sejalan dengan program pembangunan yang digalakkan oleh Pemda Mimika dan juga sejalan dengan visi- misi Bupati dan Wakil Bupati dalam rangka pengembangan perluasan ekstensifikasi sektor-sektor ekonomi di wilayah luar kota Timika.

“Program kegiatan yang dilaksanakan oleh dinas perikanan ini menjadi bagian yang tidak terlepas dari visi misi bupati dan beberapa program yang sudah dilaksanakan. Dan tidak hanya di kampung ini saja, tetapi juga di beberapa distrik dan kampung yang ada di wilayah Kabupaten Mimika,”jelasnya.

Ia juga berharap ada dukungan dari pemerintah distrik, pemerintah kampung, dimana dalam satu kampung saat ini sudah memiliki dana desa yang cukup banyak dan bisa digunakan untuk membantu perekonomian masyarakat yang ada di desa.

(Baca Juga: Sekda Papua Prioritas Rampungkan Pengangkatan Tenaga Honorer dan Evaluasi OPD)

“Oleh sebab itu dengan dana desa yang ada bisa membentuk kelompok unit pembenihan rakyat untuk kedepannya. Jika tidak digunakan dengan baik, maka kelompok unit pembenihan rakyat ini juga tidak akan berkembang dengan baik,”tegasnya.

Ia menambahkan, sarana yang dibangun oleh pemerintah agar bisa dijaga dengan baik. Bukan hanya kelompok UPR saja yang bertanggung jawab, melainkan seluruh masyarakat di kampung juga harus bertanggungjawab, terutama pemerintah desa atau kampung dan juga seluruh aparat yang ada di kampung.

Pada kesempatan yang sama, Yustaman Yuto Harsono salah satu anggota kelompok Ulam Ngapak mengatakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah melalui Dinas Perikanan tersebut merupakan suatu hal yang bermanfaat bagi perekonomian warga Kampung.

“Ini sangat bermanfaat, dan kami ucapkan rasa syukur karena dikasih kepercayaan serta amanah dari Dinas Perikanan untuk membudidayakan ikan disini,”ujarnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Pemkab Mimika Launching Kegiatan Riset Kesehatan Dasar

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) melaunching Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Launching Riskesdas dilakukan di Hotel Horison Diana, pada Kamis (7/10/2021).

Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra menjelaskan Riskedas merupakan satu penelitian atau riset yang dilakukan untuk mengukur sejauh mana pelayanan kesehatan dalam 3 tahun terakhir yang dihitung sejak tahun 2019 hingga tahun 2021 khususnya di Kabupaten Mimika.

“Riset akan dilakukan di 30 kampung yang dimulai dari kampung- kampung terdekat. Dalam riset ini kita ingin mengetahui hal apa saja yang mempengaruhi derajat pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Apakah akses layanan kesehatan, fasilitas atau sumber daya kesehatan serta perilaku dan lingkungan termasuk faktor keturunan juga mempengaruhi derajat kesehatan,” ungkap Reynold.

Riskesdas dapat memberikan gambaran terhadap derajat kesehatan masyarakat. Riskesdas atau mini Riskesdas hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Mimika dan PTFI akan menjadi model bagi daerah lain, selama ini riset kesehatan hanya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, namun menurut Reynold Riset tersebut tidak terinci dan tidak menggambarkan kondisi kesehatan di wilayah terpencil.

(Baca Juga: Kadinkes Mimika Reynold Ubra: Kasus Covid Di Mimika Turun Drastis)

“Hal ini yang menjadi masukan bagi kita untuk melakukan riset. Hasil Riskesdas Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinkes punya kewajiban untuk menindaklanjuti,” terangnya.

Tambahnya, hasil dari riset ini juga akan menjadi catatan bagi pihak Eksekutif dan Legislatif serta menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi Papua juga Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Pada dasarnya masalah kesehatan telah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika 2019-2024.

Disamping itu, Director & EVP Sosial Responsibility & Community Development PTFI, Claus Oscar Ronald Wamafma mengungkapkan Riset ini untuk memotret kesehatan masyarakat di Mimika secara keseluruhan termasuk masyarakat di sekitar area PTFI.

Ia menambahkan, secara reguler PTFI sendiri telah melakukan riset tersebut, menurutnya akan lebih bagus jika riset dilakukan bersama- sama.

“Riskesdas ini sangat penting, baik untuk Pemerintah Kabupaten Mimika, penting bagi masyarakat juga penting bagi PTFI. Dengan adanya riskesdas ini kita bisa mengetahui bersama seperti apa derajat kesehatan masyarakat termasuk gambaran secara spesifik dampak dari operasi PTFI,” terang Claus.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Olahraga

Rafika Putra Rebut Emas Dan Pecahkan Rekor PON Lontar Martil

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Atlet Sumatera Barat (Sumbar) Rafika Putra berhasil merebut medali emas di Cabor Atletik nomor lontar martil sekaligus memecahkan rekor PON di venue Atletik Mimika Sport Complex, Minggu (6/10/2021).

Rafika memecahkan rekor dengan jauh lemparan 54.05 meter mengalahkan rekor sebelumnya PON IX Jabar 2016 atas nama Ardiansah Apandi dari DKI jakarta dengan jauh lemparan 52.28 meter. Tetapi ia belum bisa memecahkan rekor nasional atas nama Dudung Suhendi dengan lemparan sejauh 55.26 meter

Pada saat pertandingan dari enam kali lemparan yang dilakukan oleh Rafika empat diantaranya dinyatakan diskualifikasi. Tetapi dua lemparannya yang mengantarkan dirinya merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor di PON XX Papua.

Rafika mengungkapkan, medali emas yang telah di rebutnya tersebut dipersembahkan kepada kedua orang tuanya dan seluruh masyarakat Sumatera Barat.

“Motivasi saya adalah orang tua, tadi saja sebelum bertanding orang tua saya menangua doakan saya,” ungkapnya.

Untuk target kedepan sendiri setelah PON menurut Rafika, ia akan mengikuti Sea Games dan bertekad akan memecahkan rekor nasional.

“Ini medali pertama saya di PON dan perdana saya ikut PON. kedepannya saya mau bisa pecah rekor nasional,”tegasnya.(HUMAS PPM/RYENO GURITNO)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Atlet Panjat Tebing Jatim Borong Emas di Nomor Boulder Perorangan Putra dan Putri

Published

on

By

TIMIKA_KTP.com – Atlet panjat tebing Jawa Timur (Jatim) kembali menambah perolehan medali emas di nomor boulder perorangan putra-putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Dinomor boulder perorangan putra, Aan Aviansyah meraih medali emas setelah mengumpulkan pon tertinggi 3 TOP dan 2 Zone (3T2z) pada babak final di Arena Panjat Tebing Jalan SP2 Poros SP5, Mimika, Senin (4/10/2021).

Jejak Aan Aviansyah diikuti Fitria Hartani, climber Jatim yang turun di nomor boulder perorangan putri pada Selasa (5/10/2021).

Pada babak final nomor boulder perorangan putri yang digelar di venue yang sama, Fitria Hartani juga mempersembahkan medali emas setelah sukses mengumpulkan total poin 1 Top 3 Zone (1T3z).

Fitria Hartani mengalahkan rekan sekotanya, Kharisma Ragil Rakasiwi. Climber asal Jatim ini mendapat medali perak.

Sementara medali perunggu di nomor boulder perorangan putri diraih Salsabila, atlet panjat tebing Jawa Barat (Jabar).

Sementara tiga atlet lainnya di nomor boulder perorangan putri, yakni Nurul Iqamah dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Julita utusan Kepulauan Bangka Belitung serta Apriana Nasution dari Sumatera Barat tersingkir dalam perebutan medali emas nomor boulder perorangan putri.

Adapun Aan Aviansyah, climber asal Jatim yang turun di babak final nomor boulder perorangan putra sukses mengumpulkan poin 3 TOP dan 4 Zone (3T4z).

Adapun medali perak di nomor boulder perorangan putra juga diraih climber asal Jatim, Khoirul Anam dengan poin 2T4z.

Sedangkan medali perunggu diraih Bim Sigrid, climber asal Jabar dengan poin 2T3z.

Baik Aan Aviansyah, Khoirul Anam juga Bim Sigrid sukses mengalahkan tiga atlet panjat tebing lainnya pada nomor yang sama, yaitu Rifaldi Ode Wijaya dari Bali, Angga Chaya dari Kalimantan Timur dan Almansyah Cahya Cakradiningrat dari Banten di babak final.

Total, tim panjat tebing Jatim sudah mendulang lima medali emas dan empat perak.
Selain boulder perorangan putra, medali emas Jatim diperoleh dari tiga nomor lainnya, yakni nomor boulder beregu putra (Aan Aviansyah, Khoirul Anam, Fatchur Roji, Moch. Salim), lead beregu putra (Akbar Huda wardhana, Rindi Sufriyanto, Fatchur Roji), dan lead beregu putri (Fitria Hartani, Kharisma Ragil Rakasiwi, Choirul Umi Cahyaning). Persembahan dua emas lainnya dari nomor boulder perorangan putra yang diraih Aan Aviansyah dan kategori putri diraih Fitria Hartani.

Kemudian tiga medali perak direbut dari nomor boulder beregu putri (Kharisma Ragil Rakasiwi, Fitria Hartani, Choirul Umi Cahyaning) speed mix (Dhorifatus Syafi’iyah, Rahmad Adi), dan boulder perorangan putra (Khoirul Anam), dan boulder perorangan putri, Kharisma Ragil Rakasiwi. (Marsel Balawanga-Markus-Jefri-Yosep/Maurits(Humas PON )

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua4 hari ago

Sekda Mimika Resmikan UPR Budidaya Ikan Air Tawar di SP 7

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika melalui Dinas Perikanan resmikan budidaya ikan air tawar di Kampung Mulia Kencana Distrik Iwaka, Senin (11/10/2021)....

Olahraga5 hari ago

Rebut Emas Lari 200 Meter, Sri Maya Ambisi Pecahkah Rekor Nasional 400 Meter

TIMIKA, KTP.com – Sprinter Sumatera Selatan (Sumsel) Sri Maya Sari berhasil meraih medali emas lari 200 meter putri Pekan Olahraga...

Olahraga5 hari ago

Agustina Mardika Rebut Medali Emas Nomor Lari 1.500 Meter Putri

TIMIKA, KTP.com – Agustina Mardika Manik asal Sumatera Utara (Sumut) berhasil merebut medali emas dari nomor lari 1.500 meter putri...

Tanah Papua6 hari ago

Pemkab Mimika Launching Kegiatan Riset Kesehatan Dasar

TIMIKA,KTP.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) melaunching Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Launching...

Olahraga6 hari ago

Rafika Putra Rebut Emas Dan Pecahkan Rekor PON Lontar Martil

TIMIKA,KTP.com – Atlet Sumatera Barat (Sumbar) Rafika Putra berhasil merebut medali emas di Cabor Atletik nomor lontar martil sekaligus memecahkan...

Olahraga1 minggu ago

Silviana Lu Bertekad Rebut 4 Medali Emas di PON XX Papua

TIMIKA, KTP.com – Silviana Lu bertekad untuk merebut medali emas di semua nomor yang ia ikuti pada cabang olahraga biliar...

Olahraga1 minggu ago

Silviana Lu Rebut Medali Emas Biliar Nomor 10 Ball Single Putri

TIMIKA, KTP.com – Kontingen tuan rumah Papua kembali menambah medali emas dari cabang olahraga biliar pada lanjutan Pekan Olahraga Nasional...

Olahraga1 minggu ago

Maria Natalia Londa Pecahkan Rekor Lompat Jangkit PON

TIMIKA, KTP.com – Maria Natalia Londa asal Bali masih menjadi yang terkuat di nomor lompat jangkit putri setelah berhasil meraih...

Olahraga1 minggu ago

Lalu Muhammad Zohri Tercepat di Nomor 100 Meter PON XX Papua

TIMIKA, KTP.com – Sprinter nasional Lalu Muhammad Zohri yang memperkuat Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menyabet medali emas di nomor...

Olahraga1 minggu ago

Papua dan Jatim Raih Medali Emas Aeromodeling Kelas F1A

TIMIKA, KTP.com – Atlet Papua dan Jawa Timur (Jatim) sukses meraih medali emas di cabang olahraga aeromodeling Pekan Olahraga Nasional...

Tanah Papua

Advertisement

Trending