Tanah Papua
Danrem 172: Tugas Kalian Bagaimana Proyek Selesai, itu Pengabdian Kita kepada Negara dan Bangsa
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi (PWY) Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar memimpin upacara penerimaan pasukan pengamanan proyek Trans Papua di Pelabuhan Amamapare, Portsite, distrik (kecamatan) Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Sabtu (9/3/2019) pagi.
Sebelumnya, 600 prajurit TNI dari Yonif Para Raider 431/ Satria Setia Perkasa (SSP) dan Yon Zipur 8/Sakti Mandra Guna (SMG) yang berangkat dari Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan KRI TNI-AL dr Soeharso telah tiba di Pelabuhan Amamapare, Jumat (8/3/2019) kemarin.
(Baca Juga: Kelanjutan Pembangunan Trans Papua Wamena-Mumugu Libatkan 600 Prajurit TNI)
Mereka akan bertugas untuk mengerjakan dan mengamankan proyek pembangunan 21 jembatan di ruas jalan Trans Papua antara kecamatan Mbua, kabupaten Nduga hingga kampung Mumugu di kecamatan Sawa Erma, kabupaten Asmat.
“Saya selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dan Kolakops) Korem 172 dan kepanjangan Koops TNI di Papua menerima kalian secara resmi. Kalian akan bertugas kurang lebih sampai akhir tahun,” kata Jonathan mengawali sambutannya.
Ke-600 prajurit ini nantinya akan berangkat secara bertahap ke tempat penugasan di Kabupaten Nduga. Mereka akan bergabung dengan prajurit dari Yonif Raider 514/Sabbada Yudha dan Yonif Raider 321/Galuh Taruna yang akan berangkat dari Jayapura melalui Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
“Saya ingatkan kalian sudah berada di daerah operasi. Kalian harus siap, jangan melakukan hal-hal yang tidak perlu. Tidak perlu tegang, tapi kalian harus memutar otak bagaimana melaksanakan tugas ke depan,” kata Jonathan mengingatkan.

600 prajurit TNI dari Yonif Para Raider 431/ Satria Setia Perkasa (SSP) dan Yon Zipur 8/Sakti Mandra Guna (SMG) yang berangkat dari Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan KRI TNI-AL dr Soeharso tiba di Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika pada Jumat (8/3/2019). (ist)
Ia berpesan agar para prajurit bekerja maksimal selama penugasan. Ia juga mengingatkan para prajurit untuk tidak lengah dan selalu waspada memperhatikan dinamika yang berkembang di lapangan khususnya pergerakan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) cukup masif akhir-akhir ini.
“Selamat datang di Papua. Tidak ada pilihan lain, apapun tantangannya tetap kita harus jalan. Pasti akan ada dinamika dan tantangan, mungkin gangguan keamanan atau tantangan kondisi alam, karena itulah kalian dikirim ke sini. Kalau kondisi aman cukuplah orang sipil yang kerja,” kata Jonathan.
(Baca Juga: Egianus Kogoya Kian Terjepit, KKSB Teror Warga Nduga Supaya Mengungsi)
“Tugas kalian, bagaimana pembangunan itu bisa selesai dan itu pengabdian kita kepada negara dan bangsa,” ujarnya menegaskan.
Jaga Hubungan dengan Masyarakat
Di penghujung sambutannya, Jonathan berpesan agar prajurit yang bertugas senantiasa menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat.
“Jangan membuat masyarakat takut, karena mereka adalah saudara kita. Walau berbeda secara fisik, tapi di dalam honai besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita adalah satu,” ucapnya.
Setelah upacara itu, para prajurit TNI ini sementara ditampung di Kompi B Yonif 754 Eme Neme Kangasi (ENK) menunggu sarana angkutan ke Nduga.
(Baca Juga: Pangdam Cenderawasih: Kehadiran Prajurit TNI Harus Memberikan Rasa Aman)
Di tempat yang sama, Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan bahwa para personel ini nantinya akan mengerjakan 21 dari 35 jembatan yang belum terbangun di ruas jalan Trans Papua Wamena – Mumugu. Untuk sampai ke lokasi, rencananya para prajurit ini akan menggunakan perahu motor menuju Nduga dengan waktu tempuh kurang lebih 3 hari.
“Rencananya hari ini tim pendahulu yang akan berangkat ke Kenyam menggunakan helikopter Penerbad. Sementara untuk pasukan lain akan menggunakan perahu melalui jalur sungai,” ujar Aidi.

Pejabat Kodam XVII Cenderawasih menyalami prajurit pengamanan jalan Trans Papua yang tiba di Pelabuhan Amamapare menggunakan KRI dr Soeharso. (ist)
Turut hadir dalam upacara penerimaan pasukan ini, Danrem 172/PWY Kol Inf Jonathan Binsar Sianipar, Asops Kasdam Cenderawasih Kol Inf Frits Pelamonia, Kapendam Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi, serta Danbrigif 20/IJK Kol Inf Charles Sagala.
Selain itu, Komandan KRI dr Soeharso Letkol Laut (P) Joko Setiyono, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan, Danyon 754/ENK Mayor Inf Dodi Hidayat, Danyon Zipur 8/SMG Mayor Czi Catur Witanto, dan Danyon Para Raider 431/SSP Mayor Inf Agung Gede Rama Cahyana. (Ong)


















