Connect with us

Nasional

Jaring Milea Imbau Milenial Tidak Pilih Caleg Korup dan Pelanggar HAM

Published

on

JAKARTA, Kabartanahpapua.com – Peringatan Hari Anti Korupsi dan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional tahun ini cukup meriah dengan berbagai kegiatan dari lembaga pemerintah maupun non-pemerintah.

Bagai dua mata pisau, praktik korupsi dan pelanggaran HAM selama puluhan tahun sama tajamnya menyayat kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Jaringan Milenial Anti-Intoleransi dan Anti-Korupsi (Jaring Milea), Alan Christian Singkali, di Jakarta, Senin (10/12/2018).

“Generasi muda tidak boleh lupa bahwa kejahatan korupsi masa lalu, itu sama kejamnya dengan pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh rezim yang sama. Kita jangan terlena dengan propaganda dari antek-antek rezim itu di masa kini,” kata Alan.

(Baca Juga: Bangkitkan Optimisme, Presiden Apresiasi Gerakan #IndonesiaBicaraBaik)

Menurutnya, generasi milenial perlu selalu diingatkan akan sejarah perjalanan bangsa, agar tidak salah langkah. Pasalnya, beberapa tahun ke depan, generasi milenial akan memegang kendali perekonomian dan produksi pada hampir semua lini.

“Karena itu, kehidupan masa depan harus merupakan kehidupan yang penuh harapan dan optimisme, bukan ketakutan,” ujar Alan.

Pada Pemilu 2019, Alan mengajak para milenial untuk memilih partai yang pro kebaikan, yakni yang menolak calon legislatif (caleg) koruptor dan pelanggar HAM.

“Pilihannya jelas dan batasannya tidak kabur. Jangan memilih partai yang masih mengakomodir koruptor dan pelanggar HAM. Milenial tidak boleh menggadaikan masa depannya dengan kesalahan-kesalahan pilihan pada saat ini,” pungkasnya. (Fox)

Komentar
Continue Reading
Advertisement