Evakuasi Guru dari Arwanop Ditunda Karena Kendala Cuaca

Tanah Papua2 Dilihat

TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Komandan Satgas Terpadu TNI-Polri Kolonel Inf Frits Pelamonia mengatakan upaya evakuasi 3 guru dari kampung Arwanop, Distrik Tembagapura terpaksa ditunda karena terkendala cuaca. Frits mengatakan pihaknya sudah berangkat dari Timika, Jumat (20/4/2018) pagi sekitar pukul 07.30 WIT, namun terpaksa kembali ke Timika karena lembah Arwanop tertutup kabut tebal.

“Lembah Arwanop tertutup kabut tebal sehingga Pilot Helikopter Bell Penerbad mengambil keputusan untuk kembali ke Timika. Pilot sempat menambah ketinggian terbang, namun tidak menemukan celah,” kata Frits di Hanggar Penerbad Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Jumat (20/4/2018).

Setelah menunggu hingga pukul 12.00 WIT, pihak Penerbad memutuskan untuk menunda evakuasi dan akan diupayakan pada Sabtu (21/4/2018) pagi.

(Baca Juga: Dinas Pendidikan Dasar Mimika Kutuk Pelaku Penganiaya Guru di Arwanop)

Menurut Frits, masih ada 3 orang guru yang harus dievakuasi dari Kampung Arwanop. “Kemarin disebutkan ada 5 orang guru yang akan dievakuasi tapi ternyata 2 guru honor yang merupakan penduduk asli di Arwanop memilih tetap tinggal di sana,” kata Frits.

Sebelumnya, pada Kamis (19/4/2018) pagi, TNI menggunakan 2 Helikopter Bell Penerbad berhasil mengevakuasi 13 guru dari Arwanop. Dari ke-13 guru ini, 7 orang diantaranya guru perempuan dan 6 guru laki-laki.

Evakuasi dilakukan setelah pasukan TNI berhasil mengusir kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang sempat menduduki lembah Arwanop. Saat pendudukan itu, KKSB melakukan penyerangan ke rumah guru SD Inpres Arwanop. Di sana, anggota KKSB melakukan penganiayaan dan kekerasan seksual terhadap 8 guru. (Ong)