Stok BBM Menipis Potensi Hambat Mobilitas Tim Penanggulangan KLB Asmat

Tanah Papua1 Dilihat

AGATS, HaIPapua.com – Bupati Asmat, Elisa Kambu mengaku khawatir mobilitas tim penanggulangan KLB Asmat akan terganggu akibat menipisnya stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Asmat. Menurut Elisa, menipisnya stok BBM di sejumlah distrik seperti Distrik Atsj, Suator, dan Sawa Erma sehingga tim yang berangkat harus membawa cadangan BBM dari Agats, ibukota Kabupaten Asmat.

“Untuk penanggulangan bencana ini, kita sudah siap bekerja. Tapi kita kemungkinan terkendala mobilitas karena BBM menipis. Kalau dalam 1-2 hari ke depan pasokan BBM tidak masuk, maka mobilitas tim akan terbengkalai,” kata Elisa di Agats, Asmat, Sabtu (20/1/2018).

(Baca Juga: Bupati Asmat: KLB Gizi Buruk, Akumulasi Kelalaian Pemerintah dan Masyarakat)

Elisa menjelaskan, BBM di Kabupaten Asmat dipasok dari Depot Pertamina di Kabupaten Mimika dan Merauke. Ia mengaku sudah membicarakan masalah BBM ini dengan jajarannya dan Pertamina, namun waktu pengiriman BBM sangat bergantung dengan gelombang laut.

“Kalau dalam 1-2 hari ke depan pasokan BBM tidak masuk, mobilitas tim akan terbengkalai. Apalagi pada Januari, biasanya musim ombak di perairan selatan Papua. Tapi kalau pasokan BBM masuk, operasional tim akan aman hingga 3 pekan ke depan,” katanya.

Kabupaten Asmat terletak di daerah berawa dipesisir selatan Provinsi Papua dengan luas 23.746 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 88.578 jiwa.

Transportasi utama yang menghubungkan 23 distrik di daerah ini bergantung pada kendaraan sungai seperti perahu, perahu motor dan ada beberapa distrik yang bisa dicapai menggunakan helikopter. Elisa mengatakan untuk sekali perjalanan ke distrik terdekat biasanya menghabiskan BBM hingga 300 liter. (Ong)