Tanah Papua
Pangdam Cenderawasih: Kehadiran Prajurit TNI Harus Memberikan Rasa Aman
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kehadiran prajurit TNI harus dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. Jangan pernah menyakiti hati rakyat, pedomani ketentuan tentang hak asasi manusia (HAM) dan hukum humaniter sehingga kalian tidak ragu dalam bertindak.
Pesan ini disampaikan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring saat memimpin upacara penerimaan pasukan Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) di Lapangan Yonif Raider 751 di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (7/3/2019).
“Selamat datang kepada prajurit Satgas Yonif Raider 514/Sabbada Yudha dan Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna di Bumi Cenderawasih,” kata Yosua.
(Baca Juga: Pembantaian di Nduga Bukan Kriminal Biasa, Tapi Aksi Terorisme oleh OPM)
Ia mengingatkan bahwa Papua merupakan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara dan berpengaruh langsung terhadap kedaulatan bangsa. “Karena itulah Panglima TNI memberikan perhatian khusus untuk penyelesaian masalah keamanan di Papua,” ujarnya.
Kepada anggota Satgas Pamrahwan, Pangdam berpesan bahwa di daerah penugasan masih bercokol Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang cukup aktif melakukan teror, aksi kriminal, dan bahkan pembunuhan terhadap aparat dan warga sipil.
Ia mencontohkan aksi biadab KKSB yang membantai para pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek strategis nasional awal Desember 2018 lalu.
“Saya perintahkan kalian untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan, kuasai medan-medan kritis di sektor kalian, pelihara disiplin tempur dalam setiap pergerakan taktis, dan selalu utamakan faktor pengamanan personel dan materiil,” ucapnya.
“Saya juga mengingatkan kepada perwira dan unsur komandan agar menunjukkan kepemimpinan lapangan yang tegas dan terarah selama memimpin anggota. Hindari kepemimpinan yang mencari popularitas murahan yang justru berakibat fatal terhadap keselamatan anggotamu,” papar Yosua mengingatkan.
(Baca Juga: Tak Ada Tempat untuk Kelompok Kriminal Bersenjata di Tanah Air)
Ia mengingatkan kepada anggota Satgas Pamrahwan agar berusaha memenangkan hati dan pikiran masyarakat di wilayah penugasan. Hindari pelanggaran yang tidak perlu dan jangan pernah membuat kelalaian ataupun kesalahan prosedur yang berakibat jatuhnya korban jiwa.
“Saya ingatkan pada kalian selalu jaga baik TNI, satuan, dan diri sendiri selama penugasan. Dan tak kalah penting, kalian selalu berdoa dan berserah diri pada Tuhan dan memohon keselamatan sehingga kalian bisa mengemban tugas mulia ini,” ujar Pangdam.
Para prajurit Satgas Pamrahwan BKO di Kodam Cenderawasih ini nantinya akan ditempatkan di sejumlah wilayah rawan di Papua khususnya mendukung pengamanan pembangunan jalan Trans Papua.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kasdam Cenderawasih Brigjen TNI Irham Waroihan, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki, Danrem 172/PWY Kol Inf Jonathan Binsar Sianipar, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Bahman, Kasat Brimob Polda Papua Kombes Pol Jermias Rontini, Wadanlantamal X Kol Laut (P) Eko Wahyono, serta Danyonif Raider 751 Mayor Inf Rofi Irwansyah. (Mas)

















