Tanah Papua
Pemuda Muslim Mimika Desak Evaluasi Pengurus PHBI Terkait Dugaan Rasisme
TIMIKA,KTP.com – Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, mengecam dugaan tindakan rasisme yang dilakukan oleh oknum pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika terhadap sesama anggota organisasi tersebut.
Pernyataan ini menyoroti kekhawatiran atas mencederainya nilai persaudaraan, toleransi, serta semangat kebhinekaan yang selama ini dijaga oleh masyarakat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
“Kami ingin PHBI menjadi rumah bersama bagi seluruh umat Islam di Mimika. Tidak boleh ada penghinaan, diskriminasi, ataupun tindakan rasis terhadap siapa pun,” tegas Arifin, Sabtu (30/5/2026).
Merespons insiden tersebut, organisasi Pemuda Muslim Mimika mendesak Bupati Mimika untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengganti kepengurusan PHBI Mimika.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga marwah organisasi keagamaan agar tetap berfungsi sebagai wadah pemersatu umat, sekaligus mencegah lembaga tersebut menjadi tempat lahirnya diskriminasi maupun perpecahan antaranggota.
Pemuda Muslim Mimika menyatakan bahwa perilaku rasis tidak boleh diberi ruang dalam organisasi mana pun, terlebih dalam lembaga yang membawa nama umat dan nilai-nilai keislaman yang mengajarkan persaudaraan tanpa membedakan suku, ras, maupun golongan.
Pihaknya juga meminta Pemerintah Kabupaten Mimika bersikap tegas dan transparan dalam menyikapi persoalan ini guna menghindari potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Selain mendesak pergantian pengurus, organisasi pemuda tersebut mendorong adanya pembenahan internal serta pembinaan etika dan toleransi bagi seluruh pengurus agar kejadian serupa tidak terulang kembali.( MWW)

















