Connect with us

Tanah Papua

Sementara Proses di Bank, Relawan Dimohon Bersabar Honorarium Pasti Dibayarkan

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Sub PB PON XX Klaster Mimika memastikan pembayaran honorarium atau uang penganti transport bagi 3,892 relawan atau vulenterr pasti akan dibayarkan, namun masih menunggu proses yang  sementara berjalan di tiga Bank berbeda.

Sekertaris Umum Sub PB PON XX Klaster Mimika, Cessar A. Tunya, SH., MH., M.Si, didampingi Ketua Bidang SDM Sub PB PON XX Papua Klaster Mimika, Agus H, Krey, SH,  Senin (1/11/21) dalam jumpa pers di Kantor KONI Jalan Hasanuddin menegaskan bahwa terkait honorarium atau penganti transport ribuan Relawan PON XX di Klaster Mimika dan semua Sumber Daya Manusia (SDM) Pendukung lainnya pasti dibayarkan hanya memang harus sabar karena proses administrasi yang sedang dilakukan.

“Jadi ini bukan sekedar asal membayar sekian banyak orang tetapi kita juga memiliki tanggung jawab untuk mensukseskan Administrasi dalam PON XX Papua kemarin di Klaster Mimika, selain Sukses Penyelenggaraan dan sukses Prestasi. harus disampaikan sebagai bentuk sosialisasi kepada semua bahwa prosesnya sedang dilakukan dan kita bisa bersabar untuk proses realisasinya,” tutur Sekum Sub PN PON XX Papua Klaster Mimika, Cesar A. Tunya.

Menambahkan, status terakhirnya itulah yang harus disampaikan, karena semuanya juga tahu kalau PON XX sudah selesai dengan baik dan luar biasa penilaian bahwa kesuksesan pelaksanaan PON di papua namun kami juga masih memiliki tangung jawab besar untuk menyelesaikan sukses administrasi.

“Kita sukses itu merupakan dukungan semua stakeholders termasuk segenap masyarakat Mimika. Standart kesuksesan itu datang dari semua elemen terutama masyarakat di Mimika dan dari luar Mimika dan Papua secara umum. Jadi itu patut kita banggakan untuk menunjukkan kesiapan masyarakat di Mimika, pertama-tama yang sudah bersinergi dan berkolaborasi untuk bisa mendukung penyelesaian tugas even multi nasional ini. Itu yang patut kita banggakan,” ucap Cesar dalam mengawali jumpa pers.

Baca juga  : http://sub-pb-pon-klaster-timika-buka-pendaftaran-rekrutmen-relawan/

Mengantisipasi terjadinya kesalahpahaman diantara para Relawan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pendukung dalam Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Oktober 2021 silam, berbagai langkah sudah di tempuh oleh bidang SDM terkait dengan administrasi dan tuntutan pembayaran honorarium .

Ketua Bidang SDM Sub PB PON XX Papua Klaster Mimika, Agus H, Krey, menjelaskan bahwa, sejak selesainya perhelatan PON XX, pihaknya sudah langsung melakukan aktivitas Administrasi untuk semua Relawan dan SDM Pendukung lainnya selama seminggu, bahkan hingga harus melakukan kerja Lembur.

Pekerjaan dimaksudkan adalah  mencocokan data Absensi antara yang ada di Koordinator Bidang kerja maupun pada Penanggung Jawab absensi mereka selama 20 hari kerja di berbagai Bidang.

Sekaligus juga, pihaknya mengajukan permohonan pembuatan  Rekening ke setiap Bank yang sudah ada Kerjasama dengan pihak PB PON Papua itu yang diakui Krey dan Bidang SDM ada sedikit kendala karena ada beberapa relawan itu Nomor KTP-nya tidak sesuai dengan NIK juga ibu kandung.

“ itu nama ibu kandungnya didapati tidak sesuai dan karenanya oknum Relawan bersangkutan harus dicari dan dikomunikasi agar bisa dilengkapi. Kadang upaya menghubungi inilah yang cukup susah atau sulit.” Ujarnya.

Menambahkan, hal yang sama juga dialami klaster lain bukan hanya Klaster Mimika adalah mencocokkan NIK dan nama Ibu kandung pada Relawan itu kepentingan pihak Bank, namun pada tanggal 26 Oktober 2021 malam itu sudah lakukan proses penyerahan Data Absensi dan Nomor Rekeningnya.

Akhirnya tanggal 27 Oktober 2021 PB PON telah menyerahkan Surat kepada Pimpinan Bank Papua, BNI dan BRI yang saat ini masih terus berproses tetapi masih belum bisa dilakukan Penginputan oleh pihak Bank karena proses Clearingnya oleh Bank itu harus dilakukan serentak dengan semua klaster PON dan akhirnya di hari Jumat (29/10) bisa direalisasikan data empat klaster ini ke pihak bank-bank tersebut.

“Akhirnya pada hari ini mulai dilakukan Proses Penginputan oleh pihak Bank dan besok akan kami lakukan pemantauan untuk mengetahui terus sudah sejauh mana hal itu dilakukan, apakah bank sudah mengetahui data tersebut. Kalaupun sudah proses clearing juga jelas belum bisa langsung dilakukan karena berkaitan dengan data-data lainnya yang belum lengkap,” tutur Agus Krey.

Kalau untuk dari PB PON, “Hari ini sudah dilakukan penginputan dimaksud tetapi mohon dimengerti juga bahwa yang akan diurus ini ada sebanyak 3.892 Relawan di Mimika. Ini juga jelas bukanlah hal yang mudah dilakukan karena harus dilakukan secara teliti agar terselesaikan dengan baik sehingga proses pembayarannya juga bisa segera dilakukan pihak Bank,” jelas Agus.

Mengakhiri penjelasannya, Baik Agus Krey bahkan Sekum Cesar A. Tunya berharap semua relawan dapat bersabar menunggu proses administrasi yang sedang dilakukan, namuan belum bisa memastikan waktu pembayaran dan realisasi honorarium.

“Jadi prinsipnya honorarium itu akan pasti dibayarkan hanya semua kita diharap dapat menunggu agar proses administrasi untuk proses pembayarannya. Kami juga akan terus memantau ke pihak Bank untuk mengetahui dan memberi update informasi kepada semua relawan di Mimika,” pesan Agus Krey. (REX)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tanah Papua

UMK Mimika Naik 2,33 Persen

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp. 4.052, 776, 64 dan mengalami kenaikan 2,33 persen atau sebesar Rp.94,332,64. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 2,33 persen.

Kenaikan tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan bahwa Dewan Pengupahan Kabupaten Mimika telah menghitung Upah Minimum yang sebelumnya sekitar
Rp. 3,958,444.

Upah Minimum Kabupaten Mimika ini telah direkomendasikan oleh Bupati Mimika kepada Gubernur Provinsi Papua melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua untuk ditetapkan dengan keputusan Gubernur.

Sambil menunggu Surat Keputusan Gubernur Tentang Upah Minimum Kabupaten Mimika ( UMK ) ditetapkan, maka pengumuman nomor 461/43/2022 tersebut dapat dijadikan sebagai dasar pembayaran upah bagi pekerja / buruh terhitung mulai tanggal 1 Januari Tahun 2022.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika Paulus Yanengga mengatakan sudah ada penetapan Upah Minimum Kabupaten(UMK) di kabupaten Mimika dan mengalami kenaikan sekitar 2 persen lebih.

“Hal ini sebagai tindak lanjut dari penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Papua untuk tahun 2022, yang sudah diumumkan dengan besaran Rp3.561.932,”ungkapnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Pembangunan Jalan Cendrawasih Tahun Ini Selesai 100 Persen

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Pembangunan pelebaran jalan Cendrawasih mulai dari bundaran SP II hingga Check Point Kuala Kencana tahun ini sesuai kontrak multi year tahun ini selesai 100 persen. Pemkab Mimika berupaya pekerjaan pembangunan bisa selesai pada saat berakhirnya kontrak tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika Robert Mayaut mengatakan, pihaknya merasa optimis pembangunan jalan Cendrawasih akan selesai tepat waktu.

“Tahun ini terakhir pembangunannya kami bekerja yang bisa kami selesaikan kami selesaikan dulu. Sambil menunggu bagian yang bermasalah karena pembebasan tanah selesai baru kami lakukan pekerjaan,” kata Robert di kantor pusat pemerintahan Kabupaten Mimika, Selasa (18/1/2022).

Robert mengungkapkan masalah pembebasan tanah masih menjadi masalah yang menghambat pembangunan jalan Cendrawasih. Masalah pembebasan tanah yang terjadi umumnya karena sertifikat di gadaikan oleh pemilik tanah.

( Baca Juga: Ini Alasan Dinas PUPR Belum Lanjutkan Pelebaran Jalan C Heatubun)

“Sertifikat di bank terus pemilik tanah larang kita kerja ya kita kerja yang lain dahulu. Makanya kita kerja loncat-loncat. Selain itu ada orang berkebun minta ganti rugi sedangkan dari pertanahan sesuai aturan tidak bisa terus yang berkebun larang kita kerja, itu masalah yang menghambat,” ungkapnya.

Untuk progres pembangunan jalan Cendrawasih tahun 2021 kemarin menurut Robert pekerjaannya sudah mencapai 60 persen. Tetapi penyerapan anggarannya baru mencapai 50 persen.

“Jadi pekerjaan tahun 2021 bobot pekerjaannya 60,8 persen tapi uangnya 50 persen. Kita kemarin hutang dulu mereka kerja dulu baru kita bayar, makannya kita tahun ini harus bayar habis karena tahun ini tahun terakhir,” tuturnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Janjikan Kerja di PT FI Wanita Parubaya di Timika Lakukan Penipuan Ratusan Juta

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – E (45) warga jalan Budi Utomo Timika, ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Mimika, Minggu (16/1/2022) di Kota Timika, karena melakukan tindakan pidana penipuan terhadap tujuh orang korban.

E, melalui akun facebooknya memposting lowongan kerja di PT Freeport Indonesia.

Kepada para korban,E, berjanji bisa membantu para korban untuk bisa bekerja di PT Freeport Indonesia dengan persyaratan para korban mentransfer sejumlah uang kepada dirinya sebagai biaya administrasi.

Pelaku juga mengaku sebagai direktur, HRD dan juga operator di salah satu perusahaan yang bekerja di area kerja PT Freeport Indonesia.

Para korban kemudian menghubungi pelaku melalui akun Facebook pelaku, kemudian komunikasi dibangun secara intensif diaplikasi WhatsApp.

Para korban kemudian mentransfer sejumlah uang kepada pelaku melalui rekening yang dikirim pelaku, namun belakangan diketahui bahwa ternyata mereka ditipu oleh pelaku.

(Baca Juga: Pelaku Pencurian Senpi Organik Ditangkap Polisi)

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar saat ditemui di Mako Polres Mimika Senin (17/1/2022) mengatakan kasus tersebut berhasil diungkap oleh pihaknya setelah Edi Batara (36), salah satu dari tujuh korban penipuan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian Jumat (14/1/2022).

“Cara penipuannya adalah pelaku mengiming-imingi para korban bekerja di PT Freeport Indonesia dengan memberikan uang administrasi. Total kerugian dari tujuh korban itu mencapai Rp150 juta. Karena mereka transfer ke korban bervariasi ada yang Rp15 juta dan ada yang Rp30 juta,”kata Bertu.

Setelah ditangkap dan diperiksa, E mengakui perbuatannya.Namun uang hasil penipuan tersebut telah dipakai pelaku untuk membayar utang miliknya. Pelaku juga tidak bisa mengembalikan uang tersebut.

“Dia ditangkap kemarin di wilayah kota, kita bawa ke kantor kita periksa dan mengakui perbuatannya,” kata Bertu.

Atas tindakannya, E akan di jerat dengan Pasal 378 KUHP Penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Belakangan diketahui, E sendiri sebelumnya juga adalah residivis dengan kasus penipuan.

“Sebelumnya yang bersangkutan juga resedivis kasus yang sama, penipuan objeknya tanah tahun 2015 dengan putusan waktu itu dua tahun lebih penjara”kata Bertu.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

DKP PKP Mimika Gelar Syukur HUT ke 23

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Kabupaten Mimika menggelar acara syukuran hari ulang tahun ke-23 tahun 2022, bertempat di Sekretariat PKP, SP2, pada Sabtu (15/1/2022)

Acara syukuran HUT PKP ini ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua DKP PKP Mimika, Yohanes Yulius Kum dan Koordinator PKP Wilayah Papua dan Papua Barat, Herepa Hesegem serta disaksikan oleh pengurus PKP dan para simpatisan.

Dalam sambutannya, Ketua DPK Yohanes Yulius Kum mengajak seluruh pengurus, anggota serta simpatisan PKP untuk bersyukur atas kehadiran PKP di Kabupaten Mimika sebagai wadah untuk berorganisasi serta berpolitik untuk seluruh masyarakat Kabupaten Mimika terutama bagi masyarakat asli Papua yang berasal dari tujuh suku yaitu Amungme, Kamoro, Dani, Damal, Nduga, Mee dan Moni.

“Saya ajak teman-teman Papua dan non Papua untuk bergabung, mari kita sama-sama bergandengan tangan majukan PKP demi kepentingan bersama di Kabupaten Mimika, Papua dan di Indonesia,” kata Yohanes.

Bertepatan dengan momentum HUT PKP ini, Yohanes juga mengucap syukur karena pada 30 Oktober 2021 lalu ia dilantik di Jayapura sebagai Ketua DPK Partai Keadilan dan Persatuan yang telah berganti nama dari PKPI.

“Saat ini kami sendang mempersiapkan segala sesuatunya untuk persiapan verifikasi partai dan berharap untuk seluruh DKP di Papua dan Papua Barat, PKP Kabupaten Mimika harus lebih dahulu selesai dalam hal penginputan data-data,” tuturnya.

(Baca Juga : DPC PDIP Mimika: Persoalan yang Meresahkan Warga Harus Ditindak Tegas)

Sementara itu, Koordinator PKP Wilayah Papua dan Papua Barat, Herepa Hesegem berharap agar DPK-DPK termasuk di Kabupaten Mimika membangun konsolidasi dengan seluruh elemen masyarakat di kota Timika.

Lebih lanjut Herepa juga mengatakan, PKP adalah rumah besar bagi para pejuang untuk memperjuangkan hak-hak dan nasib untuk itu terbuka bagi siapa saja yang mau bergabung untuk sama-sama berjuang.

“Kita semua adalah pejuang, ibu rumah tangga, bapak keluarga, petani, nelayan bahkan tukan ojek sekalipun adalah pejuang. PKP tidak tebatas pada ras dan agama sebab PKP adalah rumah bersama, rumah pada pejuang,” ucapnya.

Acara syukuran ini diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua5 menit ago

UMK Mimika Naik 2,33 Persen

TIMIKA,KTP.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp. 4.052, 776, 64 dan mengalami kenaikan 2,33 persen...

Tanah Papua17 menit ago

Pembangunan Jalan Cendrawasih Tahun Ini Selesai 100 Persen

TIMIKA,KTP.com – Pembangunan pelebaran jalan Cendrawasih mulai dari bundaran SP II hingga Check Point Kuala Kencana tahun ini sesuai kontrak multi...

Tanah Papua2 hari ago

Janjikan Kerja di PT FI Wanita Parubaya di Timika Lakukan Penipuan Ratusan Juta

TIMIKA,KTP.com – E (45) warga jalan Budi Utomo Timika, ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Mimika, Minggu (16/1/2022) di Kota Timika,...

Tanah Papua4 hari ago

DKP PKP Mimika Gelar Syukur HUT ke 23

TIMIKA,KTP.com – Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Kabupaten Mimika menggelar acara syukuran hari ulang tahun ke-23 tahun...

Tanah Papua4 hari ago

Wabup Mimika Ingatkan Warga Pesisir Tidak Bangun Rumah di Bantaran Sungai

TIMIKA,KTP.com – Wakil Bupati Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Johannes Retob, memberikan peringatan kepada warga masyarakat Mimika yang mendiami wilayah pesisir...

Tanah Papua5 hari ago

Petani Binaan Polres Mimika Panen Jahe

TIMIKA,KTP.com – Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata bersama kelompok tani binaannya melaksanakan panen jahe di Kampung Mulia...

Tanah Papua1 minggu ago

Dukungan Perkembangan Bola Basket,Dandim 1710-Mimika Bersama Forkompinda Laksanakan Pertandingan Eksebisi

TIMIKA,KTP.com – Bertempat di Mimika Sport Complex (MSC) Timika, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya...

Tanah Papua1 minggu ago

Produksi dan Jual Narkotika di Timika, Tiga Pemuda Ini Diringkus Polisi

TIMIKA,KTP.com – Tiga orang pemuda yang diketahui berinisial ISM alias Irfan, AB alias Alfin dan YVR alias Viki ditangkap oleh...

Tanah Papua1 minggu ago

Tiga Kampung di  Distrik Amar Terdampak Banjir Rob

TIMIKA,KTP.com – Wakil Bupati Mimika, Provinsi Papua Johannes Rettob menyebut sejumlah rumah warga Kampung Amar, Kawar dan Manuare, Distrik Amar...

Tanah Papua2 minggu ago

Melky Ditemukan Tim SAR Gabungan dalam Keadaan Meninggal Dunia

ASMAT,KTP.com – Melky (30) warga Asmat yang hilang terseret arus air sungai Suru Suru Distrik Suru Suru, Kabupaten Asmat Rabu...

Tanah Papua

Advertisement

Trending