Connect with us

Olahraga

Selain Venue, Papua Siapkan Peralatan Berstandar Internasional

Published

on

JAYAPURA,KTP.com – Sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021, pemerintah provinsi Papua tidak hanya menyiapkan venue yang berstandar Internasional.

Pemerintah melalui Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua melakukan pengadaan peralatan dan perlengkapan pertandingan juga berkualitas dan berstandar Internasional.

Technical Delegate (TD) Renang Indah (Artistik) Fitrah Utami Harsono, sangat mengapresiasi peralatan pertandingan yang dibeli oleh PB PON Papua.

Menurutnya, peralatan yang direkomendasikannya semuanya terpenuhi, dan diluar dugaan semua peralatan yang dibeli sesuai spesifikasi.

“Peralatan maupun perlengkapan pertandingan sangat bagus, dan sesuai dengan keinginan kami,” ujarnya kepada wartawan disela-sela pemeriksaan barang oleh Tim Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) PB PON Papua di venue Aquatic, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Kamis (9/9/2021).

Fitrah menambahkan, peralatan Renang Indah PON sama yang digunakan pada Asian Games 2018 lalu. “Semua peralatan sudah ada di venue, Sabtu besok kita lakukan tes event sekaligus uji coba kesiapan panitia pelaksana (Panpel),” jelasnya.

Hal senada disampaikan TD Loncat Indah Eko Setiawan bahwa seluruh peralatan yang diadakan oleh PB PON sesuai spesifikasi dan memenuhi standar internasional.

“Tadi kita sama-sama dengan PB PON memeriksa peralatan yang diadakan oleh PT. Pluidra Indonesia, semua barang sesuai spesifikasi dan berstandar internasional, saya pastikan ada beberapa peralatan lebih baik dari peralatan Asian Games 2018 lalu,” kata Eko.

Menurutnya, Cabor Loncat Indah akan melakukan uji coba seluruh peralatan ini pada 15 September. “Pekan depan kita lakukan tes event, kita akan uji coba peralatan termasuk Panpelnya,” katanya.

Eko mengatakan, pihaknya mereka sangat puas dengan peralatan tersebut. Menurutnya, apa yang diberikan oleh PB PON sesuai dengan permintaannya.  “Peralatan PON yang dibeli sudah sesuai dengan merk dan tipe yang boleh digunakan dan diputuskan oleh Federasi Renang Internasional (FINA),” ucapnya.

Sementara Site Manager PT Pluidra Indonesia, Yusuf Zaini mengatakan kebutuhan peralatan cabor olahraga air atau akuatik, seperti renang, renang indah dan loncat indah semuanya sudah tiba di Jayapura sejak 10 Agustus 2021 lalu.

“Peralatan cabor akuatik sudah terpasang di venue, sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim dari PB PON Papua,” katanya.

Bahkan ia mengklaim, bahwa peralatan cabor akuatik saat ini paling bagus dan berstandar internasional. Apalagi peralatan ini dibeli langsung dari beberapa Negara di Asia dan Eropa.

Yusuf menyampaikan peralatan, Renang, Loncat Indah dan Renang Indah dengan berbagai merk dan tipe di datangkan langsung dari Swedia, China, Singapura,  Amerika dan Spanyol.

“Ada beberapa item peralatan yang dibeli di Indonesia tetapi kualitasnya terjamin dan terbaik,”tegasnya.

Arena Aquatic Papua yang berlokasi di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, akan menjadi venue aquatic termegah di Indonesia bagian timur. PT Waskita Karya membangun arena ini di atas lahan seluas 23.124 meter persegi (m²) dengan luas bangunan 17.733 m², memiliki kapasitas spectator 1.722 kursi.

Arena Aquatic Papua memiliki tiga arena, yaitu kolam tanding dengan panjang 51,23 meter, lebar 25 meter, dan kedalaman 3 meter, kolam loncat indah dengan panjang 21 meter, lebar 25 meter, dan kedalaman 5 meter, serta kolam pemanasan dengan panjang 50 meter, lebar 21 meter, dan kedalaman 1 hingga 2 meter.

Arena Aquatic PON XX Papua dilengkapi dengan pencahayaan yang mumpuni sebesar 1500 lux untuk kolam tanding dan kolam diving sedangkan kolam pemanasan sebesar 600 lux.

Selain itu, arena ini juga dilengkapi dengan fasilitas timeing system, scoring board, sound system, tata udara, CCTV, solar panel, serta penataan kawasan untuk parkir, landscape dan bangunan penunjang lainnya.

Kolam di Arena Aquatic PON XX Papua dilengkapi dengan sistem dan peralatan dengan teknologi yang canggih, seperti dinding kolam dari panel baja modular lalu dilapisi membran PVC linear agar terhindar dari risiko kebocoran untuk jangka waktu yang panjang. Kolam kompetisi dilengkapi dengan automatic moveable bulkhead sehingga dapat dimanfaatkan untuk nomor pertandingan jarak pendek 25 meter. (REX)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Rebut Emas Lari 200 Meter, Sri Maya Ambisi Pecahkah Rekor Nasional 400 Meter

Published

on

TIMIKA, KTP.com – Sprinter Sumatera Selatan (Sumsel) Sri Maya Sari berhasil meraih medali emas lari 200 meter putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Mimika Sport Complex (MSC) SP-2 Timika, Kabupaten Mimika, Senin (11/10/2021).

Di final lari 200 meter, Sri yang berada di lintasan tiga berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 24,08 detik. Posisi kedua ditempati Hasruni asal Bengkulu yang terpaut 0,03 detik dengan raihan waktu 24,11 detik. Sementara pelari cepat asal DKI Jakarta Jeany Nuraini berada di posisi ketiga dengan raihan waktu 24,61 detik.

(Baca Juga: Agustina Mardika Rebut Medali Emas Nomor Lari 1.500 Meter Putri)

Kejutan dalam final ini, ketika pemegang rekor nasional nomor 200 meter putri Alvin Tehupeiory asal Maluku hanya mampu finis di posisi keempat dengan waktu 24,69 detik. Raihan waktu ini terpaut jauh dari rekor nasional yang ia torehkan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2019 lalu yakni 23,75 detik.

Sri mengaku puas dengan capaiannya mengingat di nomor yang sama ia hanya meraih medali perunggu pada PON XIX 2016 Jawa Barat (Jabar). Ia menegaskan akan berusaha untuk meraih prestasi lebih baik dibanding PON sebelumnya.

“PON XIX Jabar 2016, emas di 400 meter dan perunggu di 200 meter,” ujar Sri usai pengalungan medali.

(Baca Juga: Lalu Muhammad Zohri Tercepat di Nomor 100 Meter PON XX Papua)

Pada PON kali ini, Sri ikut di dua nomor lari yakni 200 meter dan 400 meter. Khusus di nomor lari 400 meter, pemegang rekor PON ini berambisi memecahkan rekor nasional milik Emma Tahapary yang sudah bertahan 37 tahun.

Untuk diketahui rekor nasional lari 400 meter putri masih dipegang Emma Tahapary yang diciptakan di Manila, Filipina pada Desember 1984 dengan catatan waktu 54,20 detik. Sementara untuk rekor PON berhasil dipecahkan Sri Maya Sari pada PON XIX Jabar dengan torehan waktu 54,46 detik.

“Pokoknya hasilkan yang terbaik nanti, insyaallah pecahkan rekor nasional 400 meter,” katanya.

Sri mengaku sudah mempersiapkan diri selama satu tahun untuk tampil pada PON XX Papua. Iapun mempersembahkan emas yang ia raih kepada seluruh masyarakat Sumsel.

“Yang penting lari semaksimal mungkin dan selama pandemi memang sudah dipersiapkan selama kurang lebih satu tahun,” pungkasnya.

Berikut hasil final lari 200 meter putri PON XX Papua:
1. Sri Maya Sari (Sumsel) dengan waktu 24,08 detik
2. Hasruni (Bengkulu) dengan waktu 24,11 detik
3. Jeany Nuraini (DKI Jakarta) dengan waktu 24,61 detik
4. Alvin Tehupeiory (Maluku) dengan waktu 24,69 detik
5. Dewi Ayu Agung (Bali) dengan waktu 24,77 detik
6. Liviana Rizki (Jawa Tengah) dengan waktu 24,96 detik
7. Fabiola Francelina (Jawa Tengah) dengan waktu 24,98 detik
8. Eka Cahaya Ningrum (Jawa Timur) dengan waktu 25,26 detik.
(Humas PPM/Febri Eka, Mujiono)

Komentar
Continue Reading

Olahraga

Agustina Mardika Rebut Medali Emas Nomor Lari 1.500 Meter Putri

Published

on

TIMIKA, KTP.com – Agustina Mardika Manik asal Sumatera Utara (Sumut) berhasil merebut medali emas dari nomor lari 1.500 meter putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Ia berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 menit 28,98 detik pada babak final nomor lari 1.500 meter putri yang berlangsung di Mimika Sport Complex (MSC) SP-2 Timika, Kabupaten Mimika, Senin (11/10/2021).

Urutan kedua ditempati Dian Ekayanti asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan catatan waktu 4 menit 33,46 detik. Sementara peringkat ketiga diraih atlet asal DKI Jakarta, Novia Nur Nirwani dengan catatan waktu 4 menit 35,55 detik.

(Baca Juga: Lalu Muhammad Zohri Tercepat di Nomor 100 Meter PON XX Papua)

Agustina mengaku puas dengan keberhasilannya meraih medali emas, terlebih ia mampu melampaui catatan waktu terbaiknya yang ia buat pada Singapore Open 2018 lalu yakni 4 menit 38 detik.

Sejauh ini rekor nasional lari 1.500 meter putri masih dipegang Rini Budiarti asal DKI Jakarta dengan waktu 4 menit 18,69 detik.

“Puas dengan personal base saat ini, karena personal base saya di nomor 1.500 meter itu 4 menit 38 detik,” ujarnya usai pertandingan.

Agustina Mardika Manik (308) atlet dari Sumatera Utara (Sumut) berhasil meraih medali emas pertamanya di nomor lari 1.500 meter putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang digelar di Mimika Sport Complex, Senin (11/10/2021). (Humas PPM/Joseph Situmorang)

Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya pada PON kali ini merupakan kali kedua sejak PON XIX Jawa Barat. Pada saat itu, ia turun di nomor lari 200 meter dan 400 meter. Pada 2017 lalu, ia memutuskan untuk pindah ke nomor lari menengah jauh.

“Baru pindah pada 2017 di lari menengah jauh, jadi memang pengalaman saya saat ini,” katanya.

(Baca Juga: Maria Natalia Londa Pecahkan Rekor Lompat Jangkit PON)

Menurutnya, cuaca di Timika yang tidak menentu menjadi kendala tersendiri bagi atlet sehingga harus ekstra menjaga kondisi fisik. Rencananya, ia akan bertanding pada nomor lari 800 meter putri pada 13 Oktober mendatang.

“Cuacanya sangat cepat berubah, tiba-tiba hujan lalu panas, hujan, panas, jadi harus benar menjaga kondisi,” tuturnya.

Ia menuturkan bahwa medali emas ini menjadi kado istimewa untuk ulang tahun pernikahannya yang pertama. Agustina melepas masa lajangnya pada 14 Oktober 2020 lalu.

“Emas ini saya persembahkan untuk ibunda saya, untuk suami saya, dan untuk ulang tahun pernikahan yang ke satu pada 14 Oktober,” pungkasnya. (Humas PPM/Febri Eka/Jimmy Rungkat)

Komentar
Continue Reading

Olahraga

Rafika Putra Rebut Emas Dan Pecahkan Rekor PON Lontar Martil

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Atlet Sumatera Barat (Sumbar) Rafika Putra berhasil merebut medali emas di Cabor Atletik nomor lontar martil sekaligus memecahkan rekor PON di venue Atletik Mimika Sport Complex, Minggu (6/10/2021).

Rafika memecahkan rekor dengan jauh lemparan 54.05 meter mengalahkan rekor sebelumnya PON IX Jabar 2016 atas nama Ardiansah Apandi dari DKI jakarta dengan jauh lemparan 52.28 meter. Tetapi ia belum bisa memecahkan rekor nasional atas nama Dudung Suhendi dengan lemparan sejauh 55.26 meter

Pada saat pertandingan dari enam kali lemparan yang dilakukan oleh Rafika empat diantaranya dinyatakan diskualifikasi. Tetapi dua lemparannya yang mengantarkan dirinya merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor di PON XX Papua.

Rafika mengungkapkan, medali emas yang telah di rebutnya tersebut dipersembahkan kepada kedua orang tuanya dan seluruh masyarakat Sumatera Barat.

“Motivasi saya adalah orang tua, tadi saja sebelum bertanding orang tua saya menangua doakan saya,” ungkapnya.

Untuk target kedepan sendiri setelah PON menurut Rafika, ia akan mengikuti Sea Games dan bertekad akan memecahkan rekor nasional.

“Ini medali pertama saya di PON dan perdana saya ikut PON. kedepannya saya mau bisa pecah rekor nasional,”tegasnya.(HUMAS PPM/RYENO GURITNO)

Komentar
Continue Reading

Olahraga

Silviana Lu Bertekad Rebut 4 Medali Emas di PON XX Papua

Published

on

TIMIKA, KTP.com – Silviana Lu bertekad untuk merebut medali emas di semua nomor yang ia ikuti pada cabang olahraga biliar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Sebelumnya, ia merebut medali emas nomor 10 Ball Single Putri setelah mengalahkan pebiliar Jawa Barat (Jabar) Annita Kanjaya di Venue Biliar SP-2 Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (6/10/2021).

Ia mengaku keberhasilan tersebut menambah semangat bagi dirinya untuk pertandingan berikutnya.

“Kalau target pribadi, saya ingin sapu bersih,” ujar Aina sapaan akrab Silviana usai pertandingan.

(Baca Juga: Silviana Lu Rebut Medali Emas Biliar Nomor 10 Ball Single Putri)

Aina mengaku sudah melakukan persiapan yang memadai untuk PON XX Papua, termasuk dengan pasangannya pada nomor 9 Ball Double Putri dan 10 Ball Double Putri.

Pebiliar nasional yang memperkuat Provinsi Papua ini, mengikuti 4 nomor di cabang olahraga biliar yakni nomor 9 Ball Single Putri, 9 Ball Double Putri, 10 Ball Single Putri, dan 10 Ball Double Putri.

“Sejauh ini persiapan kami baik, paling tinggal nanti pada hari H pertandingan kita serahkan kepada Tuhan dan mental yang paling penting,” kata Aina menegaskan.

Pebiliar nasional Silviana Lu yang mewakili Papua saat bertanding di nomor 10 Ball Single Putri cabang olahraga biliar PON XX 2021 yang berlangsung di Venue Biliar Timika, Kabupaten Mimika. (Humas PPM PB PON XX/Sevianto Pakiding)

Menurutnya tidak ada lawan yang mudah dihadapi dalam pertandingan. Terlebih sebagai juara bertahan tentu akan berhadapan dengan lawan dengan motivasi lebih.

“Tidak mudah ya, karena sebelumnya saya emas dan itu tidak mudah mempertahankan emas lagi,” ucapnya.

(Baca Juga: Pebiliar James Lengkang Persembahkan Emas untuk Tuan Rumah Papua)

Ia mencontohkan saat berhadapan dengan Annita, semangatnya sempat jatuh ketika dalam posisi memimpin lalu tiba-tiba disalib lawan.

“Jadi pas leading (memimpin) terus disalib, itu sempat down. Ketika saya dapat kesempatan, sempat bola tidak masuk, sempat down. Tapi saya percaya masih ada kesempatan dan saya tidak mau menyerah. Setiap ada kesempatan saya selalu manfaatkan,” paparnya.

Bagi Aina, olahraga biliar merupakan mental games yang membutuhkan ketenangan dan mental yang kuat.

“Pemain harus bisa mengontrol diri agar bisa fokus pada pertandingan,” pungkasnya. (Humas PPM PB PON XX/Selvi, Santy, Anya, Sianturi)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua33 menit ago

Ondoafi di Jayapura sarankan Gubernur Papua beristirahat

JAYAPURA,KTP.com – Ondoafi Sosiri di Kabupaten Jayapura, Papua, Boas Asa Enoch meminta Gubernur Papua Lukas Enembe mempertimbangkan beristirahat dari jabatan....

Tanah Papua14 jam ago

Rumah Tingkat Dua Lantai di Kebun Siri  Terbakar 

TIMIKA,KTP.com – Satu unit bangunan rumah dua lantai dengan lima kamar yang terletak di jalan Kebun Siri Kelurahan Kebun Siri,...

Tanah Papua2 hari ago

FPHS Palang Pintu Masuk Ruangan Kantor Bupati Mimika

TIMIKA,KTP.com – Pintu masuk menuju ruangan Bupati dan Wakil Bupati dan Kabupaten Mimika yang ada di Gedung A, Lantai III,...

Tanah Papua2 hari ago

Pemkab Mimika Lakukan Persiapan Evaluasi Smart City Nasional

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika lakukan persiapan untuk menghadapi evaluasi Smart City secara nasional tahun 2021. Persiapan tersebut dilakukan dengan rapat...

Tanah Papua2 hari ago

DLH Mimika Maksimalkan Kerja Hadapi Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal kerahkan menggerakkan semua sumber daya baik dari personel hingga alat angkut sampah sehingga...

Tanah Papua2 hari ago

Jalan Santai Bersama Mewarnai Hari Bakti PUPR ke 76 di Jayapura

JAYAPURA,KTP.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang Propinsi Papua, Gerius One Yoman, S.Pd.,M.Si secara resmi membuka acara Jalan...

Tanah Papua3 hari ago

1 Desember Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakapolres Mimika Kompol Saraju, mengatakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah seluruh Polres Mimika, berjalan aman...

Tanah Papua3 hari ago

BPN Mimika Gelar Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria

TIMIKA,KTP.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mimika menggelar rapat koordinasi tim gugus reforma agraria Mimika bersama dengan Dinas terkait dari...

Tanah Papua3 hari ago

Aparat TNI-Polri di Timika Gelar Apel Kesiapsiagaan Jelang Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Aparat TNI-Polri melaksanakan apel kesiapsiagaan TNI-POLRI dalam rangka menyambut perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Apel kesiapsiagaan...

Tanah Papua4 hari ago

Jelang 1 Desember Situasi Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Mimika, Komisaris Polisi Saraju, mengatakan bahwa situasi Kamtibmas di Kabupaten Mimika, menjelang 1...

Tanah Papua

Advertisement

Trending