Connect with us

Tanah Papua

Sebanyak 928 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Pemilu 2024 di Mimika

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Sebanyak 928 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Brimob Batalyon B Pelopor disiagakan untuk mengamankan Pemilu di Kabupaten Mimika.

Adapun 928 personel tersebut 400 personel dari TNI, 438 personel Polres Mimika dan 90 personel dari Brimob Batalyon B Pelopor.

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putera saat ditemui di Mako Polres Mimika, usah apel gelar pasukan, Jum’at (9/2/2024) menyebut, para personel nantinya akan bersinergi bersama semua pihak untuk melaksanakan pengamanan pemilu tahun 2024 di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah ditentukan.

Kemudian, untuk wilayah wilayah rawan pada pelaksanaan pemilu nanti kata Kapolres sudah dipetakan dan diklasifikasi.

“Kami sudah mengklasifikasikan wilayah mana yang termasuk kategori kurang rawan, yang rawan kemudian yang sangat rawan yang sudah barang tentu seiring dengan pola keamanan yang akan kami lakukan,” kata Kapolres.

Kata Kapolres, ada sejumlah distrik yang sudah dikategorikan sebagai distrik yang memiliki potensi kerawanan cukup tinggi dan ini menjadi rahasia.

Kemudian, ada juga beberapa indokator yang dijadikan sebagai acuan untuk mengklasifikasikan potensi kerawanan tersebut.

Kapolres menyebutkan daerah yang diklasifikasikan masuk dalam kategori paling rawan biasanya berada di pegunungan.

Hal ini dikarenakan daerah tersebut hanya dapat dijangkau dengan transportasi udara. Ditambah, sebagian wilayahnya belum tersedia sarana komunikasi.

“Yang kami klasifikasikan potensi kerawanan yang paling rawan akses komunikasi sama sekali tidak tersedia. Begitu juga personil pengamanan yang melaksanakan tugas rutin disana tidak ada yang melaksanakan pengamanan disitu. Jadi ada beberapa indikator yang kita jadikan acuan untuk mengklasifikasikan ini masuk kategori yang kurang rawan, rawan ataupun sangat rawan,” terang Kapolres.

Sementara itu, untuk pemetaan titik rawan di dalam kota Timika kata Kapolres sudah dipetakan juga. Bahkan, terkait TPS-TPS yang memiliki potensi kerawanan dari sekarang pun sudah mulai bermunculan.

“Baik berkaitan dengan penentuan lokasi TPS itu kan sudah ada. Ibaratnya potensi potensi masalah yang sudah jelas itu sudah kami petakan. Yang jelas kami mohon support, mohon dukungan untuk bagaimana kita sama-sama mengawal agenda negara ini sehingga semuanya bisa berjalan dengan aman damai lancar dan bermartabat,” pungkasnya.(MWW)

Komentar