Connect with us

Tanah Papua

Ribuan Ekor Ternak Babi di Mimika Mati Terserang Virus ASF, Kerugiaan Dialami Peternak Capai Puluhan Miliar

Published

on

TIMIKA,KTP.com –Ribuaan ternak babi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, mati terserang virus African Swine Fever (ASF).

“Virus ASF menyebapkan kerugian ekonomi yang sangat besar.Kalau kita lihat jumlah yang sudah hampir sampai ribuan pasti bunyinya sudah milliar,lebih diatas 10 milliar kerugian peternak”kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika,drh Sabelina Fitriani, di Timika,Jumat (16/2/2023).

Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika,sejak mewabahnya virus tersebut di Mimika sebanyak 1.234 ekor babi di Mimika mati terserang virus tersebut.

Sabelina menghimbau kepada seluruh peternak babi di Kabupaten Mimika agar menjaga kebersihan kandang hal ini penting untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus tersebut.

Dirinya juga menghimbau kepada peternak agar mengambil serum konvalesen dan vitamin yang di sediakan oleh pihaknya untuk nanti disuntikan dan diberikan pada babi yang masih sehat.

“Kita himbau kepada masyarakat kalau babinya yang masih sehat tetap di serum, kita ada tambah lagi dengan vaksin hog cholera sama vitamin. Biosecurity tetap dijaga sekali,tidak boleh orang lain masuk ke dalam kandang” kata Sabelina.

Sebelumnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika juga telah mengeluarkan himbauan bagi peternak babi dan masyarakat Mimika untuk dipatuhi sebagai upaya mencegah penyebaran virus ASF di Mimika.

Himbauan tersebut diantaranya,
Pertama sementara waktu tidak menjual daging babi sampai satu minggu kedepan, dan akan
dievaluasi dengan memperhatikan situasi perkembangan penyakit.

Kedua dilarang mengeluarkan babi sehat dan sakit dari kandang.

Ketiga dilarang memotong, mengolah dan mengkonsumsi daging babi yang sakit dan mati.

Keempat dilarang membawa daging babi dan olahan daging babi (dendeng dan jenis masakan
lainna yang bahannya dari daging babi) sebagai tentengan atau oleh-oleh.

Kelima orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk kandang.

Keenam rutin menyemprot area kandang dengan desinfektan.
Ketujuh peternak babi diharapkan selalu menjaga kebersihan kandang.

Kedelapan bila ada babi yang sakit dan mati melapor ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kesembilan babi yang mati dikubur dengan kedalaman minimal dua meter, dan disiram dengan
deterjen-desinfektan sebelum ditutup dengan tanah.

Komentar