Connect with us

Tanah Papua

Lokasi Lahan yang Dipakai Untuk Kubur Ternak Babi yang Mati karena Virus ASF Ditolak Warga

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Lokasi lahan yang direncanakan untuk dipakai mengubur ternak babi yang mati terserang virus African Swine Fever (ASF) di SP 5 Distrik Kuala Kencana ditolak warga.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika,drh Sabelina Fitriani, mengatakan warga menolak karena takut virus tersebut menyebar di wilayah tersebut.

“Mereka tidak mau ada pencemaran di sana, padahal penguburan sesuai dengan SOP dengan kedalaman sekian, pemberian disinfektan. Kita berharap semua masyarakat ini bisa paham,kalau masyarakat tidak bisa memahami dan mendukung kita akan sulit untuk mengatasi virus ini”kata Sabelina di Timika, Kamis (1/2/2023).

(Baca Juga:Cegah Penyebaran Virus ASF di Mimika, Dinas Peternakan akan Datangkan 5.000 Serum Konvalesen)

Ia mengatakan bahwa dukungan seluruh masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran dan memutuskan mata rantai penyebaran virus ASF di Mimika sangat dibutuhkan.

“Kita sangat kuatir kalau masyarakat sudah tidak punya lahan untuk mengubur babi dan akhirnya nanti mereka buang bangkai babi di aliran air dan akhirnya menjadi sumber penularan bagi babi yang lain. Sehingga sulit bagi kita untuk memutuskan rantai penyebaran virus ini,”kata Sabelina.

Oleh karena itu dirinya akan berkordinasi dengan pimpinannya untuk mencarikan lokasi baru yang nantinya dipakai untuk mengubur babi yang mati akibat virus ASF.

“saya akan berkordinasi dengan Sekda untuk bagaimana mencari lokasi yang baru. Karena lokasi yang kemarin di SP 6 sudah fix tidak jadi”kata Sabelina.(MAR)

Komentar