Connect with us

Tanah Papua

Ini Saran Septinus George Saa untuk Program Beasiswa Pemprov Papua

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Septinus George Saa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua dibawah kepemimpinan Lukas Enembe yang gencar mengirim putra putri Papua ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan dengan bantuan beasiswa.

Namun dibalik program yang baik ini, Septinus mengungkapkan beberapa saran yang bisa menjadi pertimbangan bagi kelanjutan program Pemprov Papua untuk mengirim putra putri Papua menuntut ilmu ke luar negeri.

Ketersediaan Lapangan Pekerjaan di Papua

Pertama, kata George Saa, perlu diketahui bahwa menamatkan pendidikan di luar negeri apalagi hanya sampai jenjang pendidikan S1 atau S2 saja, belum tentu ilmu yang didapati dapat langsung diterapkan di Papua. Alasan utamanya adalah posisi yang disiapkan untuk mereka bekerja belum tersedia, atau belum disiapkan oleh Pemprov Papua.

“Lembaga riset strategis di Papua belum didirikan dan bila sudah adapun, bila mereka masuk dan bekerjapun masih harus di mentor lagi,” kata George Saa melalui surat elektroniknya, Jumat (16/2/2018).

Hal lain yang penting, kata George Saa, adalah bidang studi yang mereka ambil terkadang tidak aplikatif langsung di Papua. Ia mencontohkan pendidikan di Amerika bertujuan untuk menyiapkan tenaga-tenaga kerja bagi industri yang ada di negara itu.

“Di Amerika, mahasiswa dididik dan disiapkan dengan tujuan agar nantinya mereka masuk bekerja di industri-industri di negara itu. Industri yang sudah stabil dengan program induction yang lengkap juga proses mentoring di dalam perusahaan yang jelas, sehingga mereka dapat beradaptasi cepat,” kata Mahasiswa Program Magister di University of Birmingham, Inggris ini.

Selain itu, yang perlu diketahui adalah kelengkapan alat/laboratorium dimana mereka belajar di Amerika belum tentu dengan mudah didapatkan di Papua. Misalnya, kata George Saa, ketika mereka ingin menerapkan ilmunya, sudah pasti alat yang mereka pakai selama belajar dan juga bisa dipakai saat bekerja/mengembangkan suatu konsep, desain atau membuat suatu produk belum tentu tersedia.

“Hal ini sudah lazim bukan saja di Papua namun di Jakartapun belum tentu ada. Biaya yang diperlukan untuk mendirikan laboratorium dengan instrumen penelitian yang lengkappun harganya selangit dan mungkin saja instrumen-instrumen ini diproduksi khusus untuk industri ataupun lembaga riset/institute di Amerika. Ini salah satu contoh saja,” kata George Saa yang pernah memenangkan kompetisi dunia First Step to Nobel Prize dalam Ilmu Fisika tahun 2004 silam.

Beri Kelonggaran Untuk Berkarir di Luar Negeri

Kedua, kata George Saa, mereka yang dikirim belajar di luar negeri, terkadang didoktrin untuk pulang bangun Papua. Ini banyak didapati dari nasehat dan imbauan dari orang-orang yang mengurus program beasiswa ini. Padahal, ilmu yang mereka dapatkan di kampus ini rata-rata ilmu dasar, juga aplikasi sebatas perhitungan di atas kertas dengan sedikit praktikum dasar.

“Ketika mereka harus balik dan bekerja, mereka ini perlu diedukasi atau dibimbing lagi oleh pekerja profesional yang lebih senior dalam hal pengaplikasian ilmunya. Akhirnya akan ada gap besar bagi mereka untuk bagaimana mengaplikasikan ilmu mereka,” katanya.

Oleh karena itu, menurut George Saa, harusnya mereka bukan saja diberi beasiswa, namun juga kelonggaran serta kesempatan untuk berkarir, tinggal di luar negeri, bekerja secara professional di negara tempat mereka menuntut ilmu. Harapannya, ketika mereka balik ke Papua, mereka datang dengan kantong-kantong kemapanan mereka seperti uang, pengalaman praktis, dan juga koneksi.

“Disini, ketika mereka balik, mereka datang menjadi solusi dan bukan lagi datang dan menanyakan dimana posisi mereka bekerja, atau meminta dukungan lagi dari pemerintah kita untuk mereka bergerak. Bahkan mungkin mereka dapat secara mandiri mendirikan lembaga, usaha ataupun  menerapkan teknologi yang mereka kuasai dari pengalaman bekerja di luar negeri,” kata George Saa.

George Saa juga mengungkapkan kemungkinan mendapat penawaran dari negara tempat mereka menuntut ilmu untuk mendirikan perusahaan baru (start up). Untuk peluang ini, katanya, Pemprov bisa bantuan dana sehingga mereka bisa mengakses pasar yang jelas di negara tersebut.

“Hasilnya, saat mereka datang ke Papua, entah menjadi investor atau konsultan atau pebisnis mandiri, mereka akan menjadi solusi dan bukan lagi menjadi beban pemerintah,” kata Alumni SMA Negeri 3 Jayapura ini.

Memilih Bidang Studi yang Relevan di Papua

Ketiga, kata George Saa, jika Pemprov Papua menginginkan para penerima beasiswa kembali mengabdi di Papua maka bidang studi harus dibatasi khususnya yang relevan dengan kebutuhan Papua 10-20 tahun ke depan.

Menurutnya, beasiswa yang diberikan oleh Pemprov Papua dibuka bebas sehingga penerimanya pun diberi keleluasaan dalam memilih jurusan, walau terkadang jurusan yang masih jauh jaraknya bila ingin diaplikasikan.

“Contoh kecil semisalnya teknik nuklir ataupun ilmu sains yang sangat rumit seperti astronomi atau sejenisnya. Bukan berarti saya menilai bidang-bidang high-technology ini tidak penting namun kalau memang Papua mau pembangunan infrastruktur di Papua dikerjakan oleh anak Papua yang mendapat beasiswa, mereka harus mengambil jurusan strategis, seperti teknik sipil, arsitektur, teknik struktur, teknik mesin, teknik listrik, teknik perkapalan, teknik pesawat ringan, teknik kimia, teknik proses ataupun manajemen konstruksi,” katanya.

“Bila fokus Papua adalah bangun jalan, bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, pabrik semen, pabrik gas, pabrik kimia atau pabrik-pabrik strategis lainnya, maka beasiswa yang harus dibuka adalah beasiswa berdasarkan jurusan yang ditentukan dari awal,” kata George Saa.

Penguasaan Bahasa Asing

Keempat, kata George Saa, Pemprov Papua harus benar-benar mempersiapkan penerima beasiswa agar mampu menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

Umumnya, mereka yang menerima beasiswa program S1 tidak memiliki kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Inggris yang cukup memadai. Akibatnya, Pemprov terkadang harus membayar ekstra untuk ikut kursus bahasa terlebih dahulu dan ini tentu akan butuh waktu lebih lama dan biaya yang lebih besar.

“Usul saya, mereka harus digembleng dan dididik bahas Inggrisnya cukup di Papua saja. Di Papua, lembaga bahasa seperti Papua Language Institute dapat menjadi mitra Pemprov untuk pengemblengan ini. Juga, lembaga bahasa di UNCEN, TITIP, dan di institusi lainnya yang ada di Papua dapat juga ikut berperan untuk mempersiapkan bahasa inggris mereka. Jadi, sampai di luar negeri, mereka sudah siap untuk ikut perkuliahan dengan baik,” ujarnya.

Penerima Beasiswa adalah Duta Bangsa

Kelima dan terakhir, kata George Saa, anak-anak Papua yang dikirim ke luar negeri sangat sedikit yang diberikan bimbingan tentang identitas mereka sebagai putra putri Papua atau orang Indonesia. Mereka kurang didoktrin sehingga terkadang motivasi mereka rapuh dan cepat menyerah. Lebih parah lagi, mereka karena kurang diberikan pendidikan kepemimpinan juga penguatan kultur orang Papua, mereka dengan mudah dapat mengadopsi kehidupan orang-orang di negara maju.

“Saya contohkan misalnya refreshing yang berlebih contohnya clubbing malam, teguk alkohol ataupun bisa jadi seks bebas misalnya. Singkatnya, kita harus tanamkan daya juang yang tinggi bagi mereka karena mereka pergi kesana adalah sebagai duta bangsa atau wakil-wakil Papua. Mereka adalah wajah dan cermin orang Papua,” kata George Saa yang menamatkan pendidikan Program Sarjana (S1) dalam bidang Aerospace Engineering di Florida, Amerika Serikat.

“Hal ini sangat penting untuk saya sampaikan karena pengalaman telah membuktikan ini. Bila seorang anak Papua tidak sadar akan tugas berat yang dia bawa ketika pergi belajar di negeri orang, mereka akan kehilangan arah bahkan lupa alasan apa mereka dikirim untuk belajar sampai ke negara-negara maju ini,” kata Saa yang kini menjadi pengajar program sarjana dan peneliti di University of Birmingham disela kuliah Magisternya.

Pada akhir surat elektroniknya, George Saa menitipkan harapan semoga sarannya didengar oleh pemimpin di tanah Papua sehingga harapan perubahan dengan mengirim putra putri Papua menuntut ilmu di luar negeri bisa tercapai. (Mas)

Komentar

Tanah Papua

Tokoh Masyarakat Kamoro Apresiasi Terobosan Pemerintah Buat Bimbel Sekolah Kedinasan untuk Anak AMOR

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Tokoh masyarakat Kamoro, Kabupaten Mimika, Marianus Maknaipeku, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Kabupaten Mimika yang telah membuat terobosan baru melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan bagi anak anak Amungme-Kamoro.

“Terobosan ini sangat luar biasa, kami sebagai masyarakat adat sangat mendukung 100 persen,”kata Marianus,saat dihubungi via telepon, Sabtu (26/11/2022).

Marianus mengatakan bahwa seharusnya progam seperti ini sudah dilakukan dari dulu,karena selama ini sulit sekali anak anak Amungme -Kamoro lolos masuk sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

(Baca Juga: Apresiasi Terobosan Pemerintah, Tokoh Amungme Dukung Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR Dilakukan Setiap Tahun)

“Gagasan pak Plt Bupati melalui Kepala BKPSDM ini sangat luar biasa,”kata Marianus.

Marianus berharap program seperti ini bukan hanya dilakukan sekali saja namun dilakukan secara berkelanjutan sehingga melalui bimbingan belajar sekolah kedinasan tersebut anak anak Amungme-Kamoro disiapkan untuk mengikuti seleksi masuk sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

Dirinya juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika juga bisa menjalin kerjasama dengan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam mendukung program bimbingan belajar sekolah kedinasan terhadap anak anak Amungme-Kamoro.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Direktur YPMAK Dukung Langkah Pemerintah Buat Bimbel Sekolah Kedinasan untuk Anak Amungme-Kamoro

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal, mendukung langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Badan Pengembangan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika yang melaksanakan program Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan bagi anak anak Amungme-Kamoro (Amor) di Kabupaten Mimika.

“Perubahan itu sangat perlu karena melihat dari beberapa tahun belakangan ini anak-anak kita inikan sulit sekali masuk ke sekolah-sekolah kedinasan”kata Vebian, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/11/2022).

Vebian berharap agar dalam proses seleksi penerimaan anak anak Amungme-Kamoro untuk masuk dalam bimbel sekolah kedinasan juga dilakukan secara terbuka agar semua anak anak Amungme -Kamoro dan juga tujuh suku kekerabatan lainnya memiliki kesempatan yang sama untuk diseleksi masuk dan mengikuti bimbingan belajar tersebut.

Ia mengakui bahwa selama ini proses perekrutan anak-anak untuk masuk sekolah kedinasan di Kabupaten Mimika dinilai sedikit tertutup.

Bahkan minim sekali anak anak Amungme -Kamoro dan tujuh suku kekerabatan yang bisa lolos masuk ke sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

Dengan dilaksanakan Bimbel sekolah kedinasan ini tentunya, anak anak sudah mempunyai gambaran dan pemahaman sebelum mengikuti seleksi masuk sekolah kedinasan.

(Baca Juga : Apresiasi Terobosan Pemerintah, Tokoh Amungme Dukung Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR Dilakukan Setiap Tahun)

“Seperti bagaimana cara mengisi soalnya banyak juga yang belum tahu tekniknya,Bagaimana memahami soal,materi dan lain lain.Lebih pada kesiapan mental sehingga bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa masuk ke sekolah kedinasan,”kata Vebian.

Dengan semakin banyak anak anak Amungme -Kamoro yang berhasil masuk ke sekolah kedinasan tentunya akan membawa dampak yang sangat baik karena ketika selesai dari pendidikan mereka bisa kembali dan ditempatkan di posisi posisi strategis di pemerintah untuk membangun daerahnya sendiri.

Oleh kerena itu kerjasama antara pemerintah daerah dan lembaga lembaga swasta sangat diharapkan.

“Pemerintah bisa bekerja sama dengan kami swasta juga.Posisinya kami,jangankan pendidikan semua program itu itu pasti kami mendukung semua. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, apalagi perubahan perubahan seperti ini,”kata Vebian

Dirinya sangat berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui BPKSDM Mimika bisa duduk bersama untuk membahas hal ini secara bersama.

“Kami berharap program ini berkelanjutan.Kedepan itu kami berharap BKPSDM kita bisa duduk bersama bagian bagian mana yang swasta bisa support, bagian bagian mana yang pemerintah bisa support,”kata Vebian.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Apresiasi Terobosan Pemerintah, Tokoh Amungme Dukung Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR Dilakukan Setiap Tahun

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Tokoh Masyarakat Amungme Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, mendukung penuh langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan bagi putra-putri Amungme dan Kamoro (AMOR)

“Ini sangat bagus, Pak Plt Bupati dan Pak Kepala BKPSDM ini luar biasa.Program ini harus berkelanjutan terutama untuk anak-anak Amungme-Kamoro,” Kata Antonius kepada media ini,Kamis (24/11/2022).

Selama ini informasi yang berhubungan dengan sekolah kedinasan di lingkungan Pemkab Mimika sendiri dinilai sangat tertutup.

Ditambah lagi , sangat sedikit anak anak Amungme-Kamoro yang lolos masuk di sekolah sekolah kedinasan.

“Terobosan yang dilakukan Kepala BKPSDM ini luar biasa. jarang ada teribosan seperti begini.Padahal kita punya APBD besar, Pak Ananias ini luar biasa, saya merasa senang kalau melihat seperti begini,”kata Antonius.

(Baca Juga: Tokoh Pemuda Kamoro Dukung Langkah Kepala BPKSDM Mimika Buat Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR)

Antonius mengatakan bahwa melalui Bimbel Sekolah Kedinasan terhadap anak anak Amor yang dilakukan oleh lembaga Bimbel Sekolah Kedinasan bekerjasama dengan Pemkab Mimika diharapkan semakin banyak anak anak AMOR yang nantinya berhasil lolos ke sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

” Kenapa dari dulu ini tidak dilakukan, tetapi ini belum terlambat masih banyak waktu.Minimal 10 orang anak anak Amungme-Kamoro di setiap tahun masuk sekolah kedinasan kan sesuatu yang luar biasa,”kata Anton.

Dengan semakin banyak anak anak AMOR yang lolos di sekolah kedinasan tentunya menjadi satu kebanggaan buat masyarakat Amungme dan Kamoro.

Diharapkan setelah selesai mengikuti sekolah kedinasan tentunya dapat mengisi jabatan jabatan strategis dalam lingkungan Pemkab Mimika sehingga dapat membangun daerahnya dengan lebih baik.

“Semua orang harus dukung program yang sangat baik ini, tidak harus dari tokoh tokoh, tetapi masyarakat akar rumput juga sangat senang dan sangat antusias dengan trobosan ini”kata Antonius.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Tokoh Pemuda Kamoro Dukung Langkah Kepala BPKSDM Mimika Buat Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Tokoh Pemuda Kamoro, Dr Leonardus Tumuka, mendukung penuh inovasi dan terobosan baru yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika untuk melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan untuk anak anak Amungme dan Kamoro (Amor)

“Saya sangat mendukung program ini, seharusnya ini dari dulu dilaksanakan untuk anak anak Amungme dan Kamoro,”kata Leonardus,saat dihubungi via telepon, Sabtu (19/11/2022).

Ia menilai inovasi yang dibuat tersebut merupakan sebuah terobosan baru untuk mendorong anak anak Amungme dan Kamoro untuk lebih banyak lagi masuk di sekolah sekolah tinggi kedinasan yang ada di Indonesia.

Ia berharap program yang sangat baik ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah dan juga para stakeholder lainnya yang Adi di Kabupaten Mimika.

Selain bimbingan belajar untuk sekolah kedinasan, dirinya sangat berharap agar pemerintah juga bisa membangun kerjasama dengan sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia agar semakin banyak anak anak Amungme dan Kamoro bisa masuk dan belajar di sekolah sekolah tersebut.

“Supaya semakin banyak anak anak kita belajar disana dan pulang membangun daerahnya,”kata Leonardus.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika, Ananias Faot, saat ditemui usia malaksanakan sosialisasi startegi pemberdayaan anak Amungme dan Kamoro dalam rangka mengikuti seleksi di perguruan tinggi kedinasan di Hotel Cenderawasih 66-Timika,Rabu (16/11/2022) lalu , mengatakan bahwa bimbingan belajar sekolah kedinasan untuk anak Amungme dan Kamoro adalah salah satu inovasi yang dibuat oleh dirinya untuk mendorong anak anak Amor agar lebih banyak masuk di sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

“Ini merupakan inovasi dari saya, setelah saya melihat, khususnya anak-anak Amungme dan Kamoro ini selalu kurang dalam hal pelaksanaan tes,”kata Ananias.

Untuk mewujudkan hal tersebut dirinya mengandeng lembaga bimbingan belajar Patriot Muda, salah satu Lembaga Bimbel Sekolah Kedinasan yang sengat berpengalaman dalam melakukan bimbingan belajar.

(Baca Juga: Dorong Anak Amor agar Lebih Banyak Diterima di Sekolah Kedinasan,Ini Inovasi Baru Kepala BKPSDM Mimika)

Lembaga tersebut yang nantinya akan membimbing anak anak Amungme-Kamoro sebelum mengikuti tes di Sekolah Kedinasan seperti STAN, IPDN, AKMIL, AKPOL, dan beberapa sekolah kedinasan lainnya.

Selama ini, sebut Ananias, pemerintah belum serius memperhatikan hal ini, padahal ini sangat mendasar untuk bagaimana mengangkat putri putri Amungme dan Kamoro untuk bisa bersaing dan berkompetisi dengan anak anak Indonesia lainnya.

” Ini yang melatarbelakangi, saya mencoba menggandeng lembaga bimbel yang berkompeten dalam bidangnya untuk mengarahkan dan membimbing mereka ini sampai dengan melaksanakan pelaksanaan tes”kata Ananias.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap anak anak Amungme dan Kamoro yang duduk di bangku SMU-SMK di Kabupaten Mimika, dan lebih diprioritaskan adalah mereka yang sudah duduk di bangku kelas XII SMA-SMK.

Setelah dilakukan sosialisasi, maka pihaknya akan melakukan seleksi terhadap anak Amungme dan Kamoro untuk masuk dalam bimbingan belajar.Proses seleksi tersebut nantinya dilakukan oleh Lembaga Bimbel.

“Hasil seleksi itulah nanti secara psikologis mereka akan tahu anak ini nanti arahnya kemana. Misalnya ke IPDN,Akmil,Akpol, atau ke Imigrasi.Kalau sudah tahu bawa anak ini arahnya kemana maka materi yang akan diberikan sesuai dengan sasaran anak itu sendiri,”kata Ananias.

Ananias mengatakan bahwa untuk tahap awal ini pihaknya menargetkan kurang lebih 20 anak yang nantinya berhasil lolos seleksi dan mengikuti proses bimbingan belajar.

“Ketika kita sudah mendapatkan hasil seleksi itu katakanlah 20 orang maka itulah fokus untuk pemerintah daerah membantu proses bimbingan belajar itu.Ketika proses pembimbingan itu berjalan maka kita sebagai pemerintah daerah bekerjasama dengan YPMAK kita bergandengan tangan untuk kita mengawasi dan mengikuti perkembangan itu sampai dengan pelaksanaan tes,”kata Ananias.

Dirinya menargetkan agar di bulan Desember telah mulai dilakukan proses seleksi sehingga yang dinyatakan lolos seleksi sudah mulai mengikuti bimbingan belajar karena tes sekolah kedinasan biasanya sudah mulai dibuka di bulan Maret.

“Target kita karena menyangkut pembiayaan juga kita target 20 orang.Itu akan muda di bimbing dan hasil yang kita peroleh juga besar,” Kata Ananias.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua2 hari ago

Tokoh Masyarakat Kamoro Apresiasi Terobosan Pemerintah Buat Bimbel Sekolah Kedinasan untuk Anak AMOR

TIMIKA,KTP.com – Tokoh masyarakat Kamoro, Kabupaten Mimika, Marianus Maknaipeku, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Kabupaten Mimika yang telah membuat terobosan...

Tanah Papua3 hari ago

Direktur YPMAK Dukung Langkah Pemerintah Buat Bimbel Sekolah Kedinasan untuk Anak Amungme-Kamoro

TIMIKA,KTP.com – Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal, mendukung langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Badan...

Tanah Papua4 hari ago

Apresiasi Terobosan Pemerintah, Tokoh Amungme Dukung Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR Dilakukan Setiap Tahun

TIMIKA,KTP.com – Tokoh Masyarakat Amungme Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, mendukung penuh langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel)...

Tanah Papua5 hari ago

Tokoh Pemuda Kamoro Dukung Langkah Kepala BPKSDM Mimika Buat Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR

TIMIKA,KTP.com – Tokoh Pemuda Kamoro, Dr Leonardus Tumuka, mendukung penuh inovasi dan terobosan baru yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan...

Tanah Papua6 hari ago

Selama 12 Hari 50 Anggota Satpol PP Ikut Diklat Dasar   

TIMIKA,TKP.com – 50 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lingkungan Pemkab Mimika mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)...

Tanah Papua6 hari ago

Cegah Korupsi Dana Otsus, Tokoh Muda Jayapura Minta Badan Khusus Pengelola yang Belum Terkontaminasi

  JAYAPURA.KTP.com – Prihatin menyaksikan lambatnya perubahan di Provinsi Papua, Ketua Gerakan Pemuda Jayapura (Gapura) Jack Judzoon Puraro, M.Si meminta...

Tanah Papua1 minggu ago

Tokoh Agama Minta Semua Pihak Diminta Hentikan Polemik Kedatangan Ketua KPK ke Papua

  SENTANI.KTP.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Pdt Alberth Yoku menyatakan mendukung sepenuhnya langkah-langkah...

Kriminal1 minggu ago

Di Jembatan Youtefa dan Holtekamp Terjadi Laka Beruntun Hingga Satu MD

  JAYAPURA,KTP.com – Kecelakaan (laka) beruntun terjadi di wilayah hukum Polsek Jayapura Selatan hingga Polsek Abepura pada Minggu pagi (20/11)...

Tanah Papua1 minggu ago

Tokoh Ini Sebut Warga Menanti Langkah Nyata KPK Terkait Dugaan Korupsi di Papua

  JAYAPURA.KTP.com – Masyarakat Papua terus menantikan langkah nyata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani perkara Gubernur Papua Lukas Enembe....

Kriminal1 minggu ago

Ini Ciri-ciri Jasad Tanpa Identitas Yang Ditemukan di Holtekamp

  JAYAPURA,KTP.com – Temuan sesosok mayat berjenis kelamin pria tanpa identitas beberapa waktu lalu disekitar Jalan Holtekamp KM 10 di...

Tanah Papua

Advertisement

Trending