Connect with us

Tanah Papua

Babi Mati Akibat Virus ASF Sebanyak 644

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Jumlah babi yang sudah dikubur akibat terserang virus African Swine Fever (ASF) di Kabupaten Mimika mencapai 644 ekor.

Pantauan media ini di lokasi penguburan bangkai babi, per hari ini, Jumat (16/2/2024) ada sebanyak 58 ekor babi yang dikubur di lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) di Jalan Poros Sp5-Pigapu.

Kepala Disnakkeswan Kabupaten Mimika, Dr Sabelina Fitriani menyebut, per Kamis, 15 Februari 2024 kemarin jumlah babi yang sudah dikubur sebanyak 586 selama 20 hari penanganan penguburan.

“Berarti kan sudah mambah lagi toh,” singkatnya kepada wartawan di lokasi penguburan bangkai babi.

Sabelina mengimbau kepada para peternak agar babi yang masih sehat agar dapat diberikan serum.

(Baca Juga: Tentang Kapan Berakhirnya ASF, Begini Kata Kadisnakkeswan Mimika)

Ia juga mengingatkan kepada para peternak agar tetap menjaga kondisi kandang tetap steril dan tidak mengizinkan sembarang orang untuk memasukinya bagi peternak yang kandangnya belum terdampak virus ganas tersebut.

“Virus itu dia akan menempel di tubuh kita, di baju-baju sehingga kita pergi ke kandang virus itu dia tinggal pindah. Jangankan kita ya, lalat saja bisa membawa kemudian burung-burung yang memakan bangkai-bangkai (babi),” ungkap Sabelina.

Kepala dinas Peternakan Hewan dan Kesehatan Hewan Pemda Mimika,dr.Sabelina menambahkan,virus ASF ini juga bisa bertahan hidup di dalam kotoran ternak.

“Virus ini memang agak bandel. Di dalam kotoran ternak saja dia bisa bertahan sampai 300-an hari, hampir setahun. Kalaupun nanti babinya mati semua kemudian kandang itu belum steril lalu pelihara lagi tidak akan selamat karena dia akan muncul, virusnya cukup ganas dan dia bertahan. Jadi harapan kita dari dinas para peternak bersabar,” pungkas Sabelina.

Ia mengatakan, dinas menyediakan serum ASF, vaksin dan vitamin secara gratis. Bagi peternak yang hewan peliharaannya masih aman bisa mengambilnya di dinas untuk diberikan kepada ternaknya.

Sementara itu, untuk memutus mata rantai penyebarannya, Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak membawa babi dengan berbagai jenis olahannya dari luar Mimika.(MWW)

Komentar